Ibukota

Saluran PHB Raksasa Jalan Kemayoran Gempol Kumuh & Menjijikan, Tokoh Warga: Pemkot Kerjanya Males-malesan!

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta

Saluran raksasa di kawasan, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon, Kemayoran memprihatinkan, selain berantakan saluran Penghubung (PHB) sepanjang 363, 8 meter dengan lebar 2,5 meter ini tersumbat alias mampet.

Sekedar diketahui, saluran PHB ini tersumbat akibat dari reruntuhan bangunan berupa inrit yang menutupi saluran tersebut. Sehingga, jika hujan deras sering digenangi air.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Kemayoran, Supriyadi menerangkan, perbaikan saluran PHB tersebut mulai dikerjakan hari ini.

“Rencananya saluran PHB tersebut dikuras lumpur nya terlebih dahulu,” ungkap Supriyadi didampingi pengawas Aan, Selasa (26/05/2020).

Panjang saluran PHB tersebut, kata Supriyadi meliputi panjang 363, 8 meter dan lebar 2,5 meter. Dengan kedalaman 2 meter dan sendimen lumpur 60 cm. Seluruh lumpur pengurasan akan dimasukan ke dalam karung dan di buang ke PLTU Ancol Jakarta Utara.

“Saat ini sedang dikerjakan pengurasan lumpur nya. Ada 15 satgas SDA dan satu alat yang diterjunkan di lokasi,” ujarnya.

Supriyadi mengatakan, mengenai hambatan di lokasi saluran itu banyak bangunan berupa inrit seperti papan yang dibuat jembatan untuk menutupi saluran PHB tersebut. Sehingga, banyak reruntuhan bangunan yang tercebur ke dalam saluran akibatnya saluran tersumbat.

Sementara itu, Camat Kemayoran, Asep Mulyaman menambahkan, kegiatan perbaikan saluran PHB Jalan Kemayoran Gempol Kebon Kosong meliputi dua RW antara RW 02 dan 03 ini merupakan program SDA.

“Rencananya pengerjaan normalisasi saluran PHB di sana menggunakan alat berat,” singkat Asep.

Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Kemayoran, Budi menegaskan, sebelum dilakukan normalisasi saluran PHB itu. Pihak Kecamatan setempat melakukan penertiban bangunan berupa jembatan ataupun inrit yang menutupi saluran tersebut. Sehingga mempermudah petugas SDA mengerjakan normalisasi saluran air yang tersumbat itu.

“Masyarakat berharap, pengerjaan normalisasi saluran dikerjakan secara menyeluruh. Kalau ada lapak pedagang yang berdiri di atas saluran harus juga ditertibkan guna mengantisipasi genangan air yang seringkali terjadi. Saya ingatkan juga, kalau kerja itu, jangan setengah-tengah tertibkan lapak PKL dengan melibatkan instansi terkait secara terpadu,” tandasnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top