Ibukota

Biarkan Banyaknya Pembangunan Langgar IMB, Kasatpol PP dan Kasudin Citata Jaksel Ngebangkang Perintah Walikota, Pecat Saja!

Penulis: Anggiat Sitanggang

Ayonews, Jakarta

Tumbuh suburnya bangunan melanggar di Kota Administrasi Jakarta Selatan, khususnya di Kecamatan Jagakarsa diduga tak terlepas dari peran serta dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Administrasi Jakarta Selatan, yakni Satpol PP dan Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin Citata).

Pasalnya, Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji yang dikonfirmasi terkait maraknya bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa dimana kegiatan pembangunan tetap berlangsung di masa pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala esar (PSBB) di DKI Jakarta, Rabu (27/5) mengatakan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan unit terkait.

“Terima kasih. Yang pasti , semua kegiatan pembangunan yang diduga melanggar selalu saya infokan ke Kasatpol PP dan Kasudin Citata untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Terkait adanya aktivitas pembangunan dimasa berlakunya PSBB di DKI Jakarta, Wakil Walikota Jaksel yang juga Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kota Administrasi Jaksel ini menyebutkan bahwa masyarakat telah diberi himbauan sebelumnya.

“Sudin Kominfo dan Sudin Citata pernah memberikan imbauan kepada masyarakat,” kata Isnawa sambil membagikan stiker imbauan kepada masyarakat.

Imbauan tersebut berisikan 4 poin yang memerintahkan kepada pemilik/pepelaksana/pengawas proyek untuk menghentikan kegiatan pembangunan selama pelaksanaan tanggap darurat Covid 19.

Dalam poin lainnya disampaikan, jika tidak bisa menghentikan kegiatan pembangunan, semua aturan dan persyaratan dalam beraktivitas semasa PSBB di DKI harus dipatuhi.

Namun dari semua imbauan yang disampaikan kepada masyarakat tersebut tidak ada yang diindahkan oleh pelaksana atau pemilik bangunan.

Bahkan, salah seorang pelaksana yang berhasil dikonfirmasi Ayonews menyebutkan, pihaknya berharap PSBB di DKI diperpanjang lebih lama lagi.

“Secara pribadi kami berharap PSBB ini lebih lama lagi. Sebab, kami bebas di lapangan. Tidak ada ijin tetap bisa membangun, melanggar tidak ada yang tindak,” ujarnya seraya meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ketua Umum LSM Gerakan Cinta Indonesia (Graceindo), Sudirman S yang dimintai komentarnya terkait tidakadanya langkah kongkrit yang dilakukan Kasatpol PP dan Kasudin Citata Jaksel terkait informasi bangunan melanggar yang disampaikan Wakil Walikota Jaksel.

“Saya mengapresiasi langkah Wakil Walikota Jaksel yang selalu respon terhadap pengaduan masyarakat dan selalu melimpahkan kepada SKPD bersangkutan untuk dilakukan penanganan atau tindakan,” tuturnya.

Namun banyaknya bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa sebutnya, adalah bukti lapangan yang menandakan informasi yang disampaikan Wakil Walikota Jaksel kepada Kasatpol PP dan Kasudin Citata tidak ditindaklanjuti.

“Data lapangan menunjukkan kalau Kasatpol PP dan Kasudin Citata Jaksel tidak bekerja menindaklanjuti informasi yang disampaikan atasannya. Pejabat seperti mereka itu tidak perlu dipertahankan, harus dievaluasi,” tukasnya.

Tidak hanya itu, jelas Sudirman, ditemukan banyak bangunan yang menggunakan papan IMB Aspal di Jagakarsa.

“Di Jagakarsa itu banyak ditemukan papan IMB aspal. Tujuannya untuk mengelabui petugas dan masyarakat. Padahal SK IMB-nya tidak ada di PTSP,” terangnya.

Data lapangan yang diperoleh Ayonews ditemukan beberapa bangunan rentan variasi pelanggaran, seperti bangunan konstruksi baja 5 lapis di Jalan Kahfi I (depan Pom Bensin Timbul) yang dibangun pada zonasi R9, bangunan rumah tinggal di Jalan Kecapi 3, dimana sebahagian bangunan berada di pinggir kali, bangunan rumah tinggal di Jalan Yaperjasa yang diduga menggunakan papan IMB ‘bodong’.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top