Ibukota

Sejak PSBB, Kasus Kebakaran di Jakarta Pusat Turun Drastis

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta

Tercatat 19 kasus kebakaran di wilayah Jakarta Pusat berhasil dijinakkan petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat pada bulan Maret hingga April tahun 2020.

Sekedar diketahui, kasus kebakaran di Jakarta Pusat mengalami penurunan semenjak diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dari data yang berhasil dihimpun, pada bulan Januari tercatat 18 kasus kebakaran, kemudian bulan Ferbruari 21 kasus, lalu bulan Maret 12 kasus dan bulan April hanya 7 kasus.

Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Asril Rizal ketika dihubungi membenarkan, dalam kasus kebakaran di Jakarta Pusat memang mengalami penurunan semenjak diterapkannya pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Mantan Camat Cempaka Putih ini menambahkan, adapun kasus yang paling mendominasi yaitu seperti korsleting arus pendek listrik dengan jumlah sebanyak 14 kasus, tabung gas 2 kasus, dan kasus akibat lilin hingga pembakaran sampah ada 3 kasus.

“Kasus kebakaran pada periode bulan Maret – April, ada 19 kasus kebakaran yang berhasil dijinakkan. Penyebab kebakaran itu yang paling mendominasi yaitu konsrelting arus pendek listrik,” ungkap Asril saat dikonfirmasi via telepon seluler, Jumat sore (22/05/2020).

Asril menerangkan, untuk kasus kebakaran yang paling terbanyak antara lain di Kecamatan Tanah Abang sekitar 5 lokasi, lalu disusul Kecamatan Senen dengan 4 lokasi dan Kecamatan Menteng 3 lokasi kemudian Kecamatan Sawah Besar tercatat 2 lokasi.

Meski begitu, kata Asril, pihaknya sudah berupaya mengimbau kepada masyarakat DKI Jakarta khususnya di wilayah Jakarta Pusat untuk selalu memakai komponen listrik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Karena penggunaan komponen seperti ini dinilai dapat meminimalisir dan mencegah terjadinya kebakaran.

“Sudah seringkali petugas kami mensosialisasi kepada warga saat melaksanakan penyemprotan disinfektan cairan pembasmi kuman Virus. Petugas berpatroli dengan alat pengeras suara speaker toa agar masyarakat sigap menghadapi kebakaran,” tandasnya.

Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Kemayoran, Budi mendesak petugas Gulkarmat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah perusahaan atau Home Industri di kawasan Jalan Kalibaru Barat Kebon Kosong, Kepu Timur Raya, Kemayoran dan Jalan Kepu Selatan Bungur, Senen antara lain seperti perusahaan percetakan, konveksi, laundry kiloan dan pembuat kue yang menggunakan daya listrik serta gas yang cukup besar.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran Dinas Gulkarmat kami minta agar melakukan operasi pemeriksaan ke tempat usaha itu dan menghimbau untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya langkah penyelamatan sebelum terjadi kebakaran,” tandasnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top