Ibukota

Pemprov DKI Sudah Siapkan Makam, Pasar Ramai, Jalanan Macet Selama PSBB ini Lho Pola Hidup Baru Ala Anies Baswedan

 Penulis : Tim

Ayonews, Jakarta

Dalam beberapa hari belakangan, viral video dan foto kerumunan masyarakat di Pasar Tenabang dan di Pasar Malam kawasan Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur. Kerumunan itu terjadi akibat banyak masyarakat yang hendak berbelanja kebutuhan persiapan hari raya.

Media massa dan media sosial pun heboh. Mereka mengkritik serta mempertanyakan tidak adanya sanksi bagi pelanggar PSBB. Bahkan, tidak terlihat satu pun aparat dari Pemprov DKI Jakarta di tempat tersebut.

“Ya, kerumunan massa di pasar  tradisional dan pasar malam serta macetnya jalan-jalan di Jakarta dianggap sebagai cerminan sikap masyarakat yang “kembali normal, walaupun PSBB tetap diterapkan. Ini bagian menuju pola hidup normal baru,” kata Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA),

Azas Tigor Nainggolan, Jumat (22/5.2020).

Pembiaran bahwa masyarakat menuju pola hidup baru, menurut Tigor, tak hanya terlihat di pasar-pasar saja. Tapi juga jalan raya ibukota. Jakarta kembali normal macetnya.

“Warga Jakarta sudah bebas bepergian, berbelanja dan berkegiatan seperti sebelum masa pandemi Covid 19. Tapi tidak sedikit juga ada warga yang dongkol dan marah-marah dengan situasi kerumunan dan tidak tertibnya menjalankan PSBB ini,” ujarnya.

Asal tahu saja, lanjut Tigor, Gubernur Jakarta Anies Baswedan ini diam-diam sudah mulai menerapkan hidup normal baru (new normal) di Jakarta.

“Anies ingin jadi lebih dulu, jadi nomor satu di Indonesia yang menerapkan pola hidup normal baru. Termasuk bersahabat dengan virus Corona (Covid 19) seperti anjuran pemerintah,” paparnya.

Dikatakan, bukan Anies Baswedan namanya kalau tidak selalu ingin tampil beda dengan lainnya. Anies Baswedan ingin segera dan lebih dulu melonggarkan PSBB dan memulai pola hidup normal baru, menyesuaikan, menerima dan bersahabat dengan Covid 19.

“Warga dibebaskan beraktivitas sejak diberlakukannya PSBB di Jakarta 10 April 2020 lalu. Silakan saja warga membuka kantor, toko dan perusahaannya hingga berkerumun di mana saja di Jakarta,” jelasnya.

Menurutnya, cara inilah yang dipilih Anies sebagai pola hidup normal baru. Seleksi alam berjalan. Jika warga kuat dan bisa bersahabat dengan Covid maka dialah yang bisa bertahan hidup di Jakarta. Sementara jika warga tidak tahan, meninggal dunia berarti dia tidak bisa bertahan dan tidak bisa bersahabat dengan Covid 19.

“Bagi yang tidak bisa bertahan maka tanah makam sudah disiapkan oleh pemprov Jakarta,” tambahnya.

Jadi, lanjutnya, masyarakat dan media massa tidak perlu kaget dan marah melihat kerumunan ada dimana-mana di Jakarta. Kondisi itu memang disengaja dan dibiarkan oleh Anies Baswedan yang ingin menerapkan pola hidup normal baru.

“Bagi yang takut dan ragu-ragu diam saja di rumah dan jangan masuk pada kerumunan. Marilah kita dukung upaya Anies Baswedan yang membiarkan situasi kerumunan dan tidak ada physical distancing di Jakarta karena sedang mulai menerapkan pola hidup normal baru,” tutupnya.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top