Ibukota

Trotoar Berubah Fungsi, Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Kinerja Pemkot Jakpus Koplak Abis

Ayonews, Jakarta

Pedestrian atau trotoar untuk pejalan kaki di wilayah Jakarta Pusat banyak berubah fungsi. Lucunya lagi, trotoar yang diperuntukan untuk pejalan kaki ini disulap menjadi potnisasi penghijauan di sepanjang kawasan Jalan Serdang I, persisnya berada di samping kantor pelayanan warga Kecamatan Kemayoran.

Sekadar diketahui, trotoar ini disulap menjadi potnisasi penghijauan bertujuan untuk mengusir Pedagang Kaki Lima (PKL) liar.

Namun, upaya ini sia-sia karena potnisasi penghijauan yang ditanami secara permanen ini hancur dan tanamannya juga rusak karena pedagang nakal ini tetap berjualan di lokasi semula.

“Masa Fasilitas Umum (Fasum) trotoar ditanami potnisasi penghijauan. Itu namanya merubah fungsi. Trotoar itu difungsikan untuk pejalan kaki kenapa diubah untuk potnisasi penghijauan?” tanya tokoh masyarakat Kecamatan Kemayoran Arie. B, Selasa (19/05/2020).

Sudah gitu, tambahnya, tetap saja di lokasi pedagang masih gelar lapak.

“Coba lihat itu potnisasi penghijauan pada berantakan seperti itu,” ujarnya.

“Seharusnya aparat setempat memberdayakan petugas Satpol PP di lokasi trotoar guna melakukan penghalauan supaya trotoar tidak dikuasai lapak pedagang,” tambahnya.

Hal senada juga dilontarkan, Budi tokoh masyarakat Jakarta Pusat mengaku banyak warga jakarta yang mengeluhkan tentang keberadaan trotoar saat ini semakin tidak nyaman, karena kerja Pemprov DKI Jakarta asal asalan dan semau gue.

“Ini kan koplak. Bayangin aja trotoar yang dibangun tidak rapi bergelombang ke kiri dan ke kanan serta ukurannya tidak beraturan. Peletakan potnisasi penghijauan berada di tengah trotoar yang tidak proporsional. Sehingga menghalangi pejalan kaki yang ingin berjalan di atas trotoar. Padahal, potnisasi ini juga berpotensi jadi tempat membuang sampah. Ini menunjukkan bahwa kinerja Pemprov DKI Jakarta kurang memperhatikan pemeliharaan dan pembangunan yang menggunakan uang rakyat,” tandasnya.

Tokoh masyarakat ini juga mengkritik kinerja petugas Dinas Bina Marga (BM) Provinsi DKI tentang jalan rusak juga seringkali ditemukan.

“Banyak jalan lingkungan maupun yang berlubang dibiarin tanpa ada niat dari Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan. Padahal, sering kali diajukan para Ketua RT/RW saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan sudah masuk dalam Infobank anggaran dalam DPA masing-masing Sudin terkait. Tapi Pemprov DKI tidak serius dalam perbaikan jalan rusak seperti di Jalan Taruna Gang I RT 01 hingga 012 di RW 03 Serdang,” tegasnya.

Kadis Bina Marga (BM) Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho ketika dimintai tanggapan tentang trotoar maupun jalan rusak tersebut melalui via telepon tidak merespon.

Penulis: Irvan S.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top