Ibukota

Banyak Kuli Bangunan Ngebut Kerjaan Langgar PSBB, Pemkot Jakpus Loyo

Ayonews, Jakarta

Banyak pekerja kuli bangunan di wilayah Jakarta Pusat tidak peduli dengan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti tidak menggunakan masker, dan berkerumun.

Dari pantauan di lapangan, para pekerja tanpa mengunakan masker ini terlihat dengan jelas sedang ngebut menyelesaikan pekerjaan mereka. Seperti pembangunan kontruksi baja di Jalan Garuda Raya, Kemayoran dan Jalan A, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Meski begitu, tidak ada tindakan dari petugas Suku Dinas (Sudin) Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat.

Saat disinggung tentang menjamurnya melanggar pembangunan di wilayah Jakarta Pusat, Kasudin CKTRP Jakarta Pusat, Zulkifli Arby  teleponnya  tidak bisa dihubungi. Saat ditemui di kantornya, ternyata selama kantor PSBB tertutup rapat dan tidak ada satupun petugas CKTRP yang bekerja.

Kasatpol PP Jakarta Pusat, Bernard Tambunan menegaskan, kedua lokasi pembangunan tersebut akan ditindaklanjuti lantaran para pekerja kuli bangunan tidak memakai masker.

“Jelas ini melanggar peraturan PSBB. Di mana itu lokasinya, biar langsung ditindak. Nanti saya kasih tahu anggota untuk di TL segera,” singkat Bernard melalui via telepon, Selasa (19/05/2020).

Menanggapi maraknya pelanggar PSBB di lokasi pembangunan, Budi, seorang tokoh masyarakat mengaku miris karena banyak pelanggaran bangunan di Jakarta Pusat, lantaran kinerja petugas Sudin CKTRP yang bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) semakin tidak jelas mengawasi pembangunan.

“Itu coba lihat para kuli bangunan banyak yang tidak pakai masker saat sedang mengerjakan pembangunan, jelas ini melanggar kenapa dibiarkan,” tandasnya.

Menurutnya pemerintahan di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) belagak tuli  dalam menegakan peraturan. Beda dengan wilayah jakarta lain.

Seharusnya, lanjut Budi, berlaku persetujuan pelanggar PSBB jangan tebang pilih. “Penegakan Perda Tibum dan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor: 41 tahun 2020 tentang pelarangan terhadap pelanggar PSBB dalam penanganan Covid 19 di DKI Jakarta harus ditegakkan. Mungkin juga karena perbedaan wilayah dan berbeda-beda cara membuat loyo,” jelasnya.

Selain dua lokasi pembangunan tersebut, anggota lainnya juga menambahkan banyak pelanggaran terjadi di Jalan Raden Shaleh, Menteng, Jalan Cideng Timur, Gambir, Jalan Kebon Kosong VI Kemayoran serta di wilayah Johar Baru, Tanah Abang dan Senen.

Penulis: Irvan.S

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top