Megapolitan

Perintah PSBB Gubernur Banten Dianggap Omong Kosong, Warga Dibiarin Berkerumun, Petugas Pengawasnya Ngilang Tau ke Mana

Ayonews, Tangerang Kabupaten

Gubernur Banten Wahidin Halim memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah Tangerang Raya hingga 31 Mei 2020.Dalam keputusan tersebut, Wahidin menetapkan perpanjangan PSBB di wilayah Tangerang Raya mencakup Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Sayangnya, masih banyak warga di Tangerang Raya mengabaikan peraturan yang dibuat Gubernur Banten tersebut. Seperti yang terjadi di Jl Raya Kresek, Desa Merak, Kecamatan Sukamulya tepatnya di perapatan pintu merak dan Pasar Ceplak, Balaraja, Kabupaten Tangerang saban hari menjadi pusat kerumunan warga.

Apalagi di sore hari menjelang berbuka puasa, ribuan orang tumplek di wilayah ini. Tak hanya mengabaikan aturan physical distancing (jagar jarak), banyak juga warga yang tak menggunakan masker. Warga seperti tak takut dengan adanya wabah corona.

Praktisi Hukum dan juga Aktivis di Kabupaten Tangerang Rustam Effendi, mengatakan, banyaknya warga mengindahkan PSBB lantaran tidak adanya keseriusan dari pihak pemerintah Kecamatan Sukamulya sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease Covid-19, sehingga kerumunan dan kemacetan kerap terjadi di wilayah ini.

“Pihak Gugus Tugas Kecamatan Sukamulya diduga melalaikan imbauan Bupati Tangerang untuk selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” katanya.

Rustam menegaskan, diperlukan kerjasama dan kesadaran antara pihak kecamatan sebagai pemerintah daerah dan masyarakat agar penyebaran Virus Covid-19 dapat diatasi.

Penulis: M. Irsyad

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top