Nasional

Gubernur Anies Sengaja Jumlah Kasus Positif Covid 19 di Jakarta Dibiarin Melonjak Biar Bisa Nodong Duit ke Jokowi

Ayonews, Jakarta

Jangan kaget kalau jumlah penderita positif Covid 19 di Jakarta makin hari terus melonjak tajam. Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, kenyataannya memang tidak ada penurunan jumlah penderita Covid 19.

Pada Sabtu (16/5/2020) ada 116 kasus baru. Dengan demikian, total positif Covid-19 mencapai 5.795 kasus. Padahal, sehari sebelumnya, Jumat 1(5/6/2020) hanya ada penambahan 62 kasus positif Covid-19 di Jakarta.

Advokat sekaligus Ketua Forum Warga Kota Indonesia Azas Tigor Nainggolan, Senin (18 Mei 2020) mengatakan, jumlah penderita Covid-19 terus meningkat lantaran Gubernur Anies Baswedan dan aparat pemprov DKI Jakarta tak mampu berbuat apa-apa. Bahkan , tidak kerja apa-apa dalam mengatasi pandemi corona ini.

“Anies ini terlalu sibuk konfrensi pers dan mengeluarkan dugaan-dugaan angka kematian dan angka Covid 19 di Jakarta itu yang 6.000 orang lah, 80.000 orang lah seharusnya. Sayangnya pernyataan menyesatkan itu malah jadi konsumsi media massa tanpa menggali lebih dalam sumber angka dugaan tersebut,” ujar Tigor.

Tigor mahfum dengan cara Anies mengumbar bahwa penderita Covid 19 terus meningkat di Jakarta agar bisa menodong uang dari pemerintah pusat dan memaksa Presiden Jokowi melakukan lock down (karantina wilayah).

“Lihat saja jalan raya di Jakarta tetap ramai. Pusat kegiatan masyarakat seperti pasar dan toko-toko, perkantoran yang seharusnya tutup, malah tetap buka. Bahkan di semua tempat itu tetap terjadi kerumunan orang termasuk di perkampungan,” paparnya.

Tigor mengungkapkan, sejak Sabtu (16 Mei 2020) beredar video terjadi kerumunan orang di Pasar Tenabang. Mereka dengan leluasa seperti menganggap enteng penyebaran Covid 19. Lucunya lagi, tidak ada pengawasan aparat pemprov Jakarta berhari-hari.

“Soal perkara orang positif Covid 19 memang Anies targetnya terus bertambah. Sementara untuk bantuan sosial, seperti sembako kepada masyarakat dari pemerintah pusat terus dikorup, dikurangi jumlahnya dan salah sasaran karena data amburadul,” ulasnya.

Soal pengawasan dan penegakkan PSBB tidak jalan, dan justru sibuk bikin konferensi pers, menurut Tigor, memang bagian Anies membuat pencitraan, seolah kerja padahal tidak.

“Anies sibuk bikin Pergub No 41 tahun 2020 yang memaksa sanksi pelanggaran PSBB, padahal itu salah kaprah, seolah Perda. Minggu lalu bikin Pergub No 47 tahun 2020 untuk lock down kota Jakarta di tengah pelaksanaan PSBB. Entah sampai kapan Jakarta terus dihantui ketakutan pandemi Covid 19, wong warga Jakartanya saja diam dan baik hati, seperti menerima dengan lapang dada,” tandasnya.(Tim)

 

 

 

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top