Ibukota

Jalan Serdang Kemayoran Makin Semrawut, PKL dan Petugas Uber-uberan Kayak Tom & Jerry

Ayonews, Jakarta 

Rombongan petugas gabungan Kecamatan Kemayoran kembali mengusir Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang berkerumunan di sepanjang Jalan Serdang I hingga Jalan Serdang Baru II, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis sore (14/05/2020).

Meski sudah sering kali diingatkan menggunakan alat toa, namun para PKL liar ini cuek saja.

“Itu mah biasa, kalau ada petugas datang, PKL ada yang menyingkir satu-satu. Tapi ada juga yang cuek. Begitu petugas sudah tidak ada PKL kembali lagi gelar lapak. Seru juga sih main kucing-kucingan kayak film kartun ‘Tom And Jerry,” kata Buduk, seorang warga sekitar.

Sementara, Arie warga lainnya, mengaku kecewa berat lantaran petugas ini tebang pilih pelanggar Ketertiban Umum (Tibum) Peraturan Daerah (Perda) nomor: 8 tahun 2007. Terlebih saat ini masih pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Harusnya PKL liar di Jalan tersebut diangkutin supaya tidak ada lagi kerumunan orang di sepanjang jalan itu,” paparnya.

Selain memicu kerumunan orang, lanjut Arie, akses itu juga merupakan jalan menuju ke kantor pelayanan warga dan RSUD Kemayoran.

“Biasa itu mah, bisanya cuma teriak-teriak doang pake toa. Liat aja tuh lapak pedagang dan parkir masih gelar lapak lagi,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Camat Kemayoran Asep Mulyaman ketika dikonfirmasi melalui via telepon menerangkan, kegiatan tadi sore hanya peringatan terhadap PKL di masa PSBB.

“Kegiatan tadi sore dipimpin Wakil Camat Kemayoran Nur Alamsyah dan Kasatpol PP hanya diperingati saja. Jika besok para PKL masih membandel baru dilakukan penertiban,” tukasnya.

Pantauan di lapangan bahu jalan di dua lokasi mengalami hal yang sama. Banyak lapak pedagang menggelar dagangannya semaunya hingga keleleran di bahu jalan seperti terletak di Jalan Percetakan Negara II, Johar Baru dan Jalan Kramat Sentiong, Kramat, Senen.

“Sudah seperti rumah sendiri aja nih jalan kan Fasilitas Umum (Fasum). Selain itu, buat apa ada peraturan PSBB tahap kedua. Kalau kondisi di lapangan semrawut banyak kerumunan pedagang dan parkir liar. Ironisnya tidak ada upaya dari aparat setempat seperti tidak ada Pemerintah saja,” keluh Djoko warga Kecamatan Senen. (Irvan S.)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top