Ekonomi

Urban Farming Solusi Berkualitas Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Terdampak Covid-19

Ayonews, Jakarta

Urban farming adalah suatu konsep pertanian kota yang sangat tepat untuk diterapkan di masa pandemi Covid-19. Konsep urban farming adalah berkebun di lahan terbatas. Hasil panennya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan menunjang kondisi ekonomi masyarakat itu sendiri melalui pemasaran hasil panen urban farming.

Program urban farming sangat tepat diterapkan pada masyarakat marginal bawah, banyak yang sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Selama ini aksi sosial yang dilakukan oleh para donatur/dermawan adalah dengan mendonasikan nasi kotak, sembako dan kebutuhan pangan lainnya. Namun tindakan ini dirasa kurang tepat.

“Bantuan berupa pembagian nasi kotak, sembako, dll hanya untuk sementara saja. Bukan untuk jangka panjang. Nah, apa yang kita lakukan ini sebagai upaya mendorong masyarakat tentang ketahanan pangan secara mandiri,” ujar Kordinator Indonesia Against Covid -19 (IAC-19), Agnes Lourda Budhidarma di Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Lourda yakin , jika program urban farming diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, dampaknya luar biasa bagi kelangsungan hidup masyarakat perkotaan. Karena itu, pemerintah kota harus ikut andil dalam menyediakan regulasi khusus untuk mendukung penerapan urban farming, termasuk soal kebijakan hak guna lahan.

“Sejumlah penelitian pun menyebutkan bahwa urban farming dapat menjadi konsep pertanian ideal di masa depan.   Saat ini masyarakat bawah sedang dalam darurat pangan. Tidak ada pilihan, urban farming ini harus segera diwujudkan,” tegas Lourda.

Karena itu, Lourda mendesak kepada pemerintah agar segera menyusun langkah-langkah konkrit dalam mengatasi darurat pangan. Sebab program urban farming merupakan salah satu solusi ketersediaan bahan makanan dan memperkuat ketahanan pangan kota itu sendiri.

“Selain ketahanan pangan, urban farming juga dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan masyarakat kota. Jadi banyak manfaat yang didapat jika urban farming ini diterapkan secara luas,” jelas Lourda kembali.

IAC-19 sudah menyampaikan program urban farming kepada beberapa Deputi terkait di Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Sejauh ini program urban farming dianggap mempunyai kualitas dalam meningkatkan ketahanan pangan khususnya masyarakat perkotaan terdampak Covid-19.

Lourda mengatakan, mulai hari ini Rabu (13 Mei 2020) ini adalah acara peluncuran program urban farming IAC-19, yang serah terima secara simbolik kepada beberapa RT/RW di DKI Jakarta.

“Sebagai inisiasi dari suatu pergerakan awal yang diharapkan akan diikuti oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Putri Simorangkir, salah satu penggiat urban farming IAC-19 dari gugus tugas relawan di bawah arahan BNPB mengungkapkan, di tahap awal program urban farming akan dilakukan ujicoba 14 ember dengan bibit ikan dan kangkung kepada 14 RT di daerah Jakarta Pusat, Barat dan Timur.

“Jika hasilnya bagus, program akan kita perluas ke daerah perkotaan lainnya”, ujar Putri yang mendampingi koordinator IAC-19 (13/5/20).

Ketua Komunitas #SaveJakarta ini juga menyatakan, Urban farming dapat dilakukan di tengah keterbatasan lahan. Namun demikian urban farming memiliki dampak yang besar bagi kelangsungan hidup masyarakat kota.(Tim)

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top