Hukum & Kriminal

Tergiur Argo Kakap Tanpa Aplikasi, Ojol ini Ditodong Pistol, Motor, Hape, Isi Dompet Ludes Dirampas Begal

Shendy, driver ojek online yang menjadi korban begal bersenpi di lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2008)

Ayonews, Jakarta

Hati-hati, ojek online (ojol) kni menjadi sasaran empuk komplotan begal. Memanfaatkan masa pandemi lantaran orderan sepi alias anyeb, kawanan penjahat spesialis begal motor itu menyasar driver online sebagai korban mereka.

Lantaran tak boleh membawa penumpang karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), para penjahat itu memanfaatkan situasi sepinya orderan ojol dengan menawarkan order panumpang (bike) di luar aplikasi, biasa disebut orderan reguler.

Dengan iming-iming bayaran tinggi, ojol itu dijebak ke tempat sepi. Kemudian ditodong menggunakan senjata api atau senjata tajam. Lalu kendaraan dan harta bendanya dirampok.

Seperti yang dialami Sendhy Suprianto ( 26), driver Gojek yang tinggal mengontrak bersama istrinya yang sedang hamil tua di Jalan Pulo Nangka 2, RT 10/02, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat ini. Sendhy harus kehilangan motor dan harta berharga lainnya setelah menjadi korban begal bersenjata api dan senjata tajam.

Kepada Darno, Selasa (12/5/2020), ketua komunitas ojek online AWJ, Jakarta Barat yang juga saudaranya, Shendy bercerita menjadi korban begal di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Senin (11/5/2020) siang.

Kejadian itu bermula ketika Senin, (11/5/2020) sekitar pukul 12.30 WIB, Shendy sedang mangkal persis di depan Polsek Tanjung Duren, Jl Tanjung Duren, Jakarta Barat. Tiba-tiba dia dihampiri seseorang yang meminta diantar ke Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Tanpa curiga sedikitpun, warga asli kota Banjarnegara. Jawa Tengah menerima tawaran pria yang berpenampilan rapi dan sopan itu. Apalagi, pria tersebut menjanjikan bayaran tinggi di luar aplikasi.

“Order kakap nih,” piker Sendhy sambil tancap gas untuk mengantar penumpang ke tujuan.

Begitu sampai Lapangan Banteng, penumpang itu memintanya berhenti di tempat sepi. Baru saja turun, pelaku langsung menodongkan pisau belati di bagian dada kanannya. Dalam hitungan detik, datang seorang laki laki lain bertubuh tinggi dan bermasker langsung menodongkan pistol ke kepalanya.

Mendapati ancaman itu Shendy menggigil ketakutan. Merasa nyawanya terancam, ia pasrah saat lelaki berpistol itu merampas dompet dan HP di kantong jaketnya. Tak hanya itu, motornya pun langsung dibawa kabur.

Shendy hanya terpaku menatap harta bendanya mencai nafkah menghilang di tikungan jalan yang siang itu memang sepi.

Sambil berjalan kaki masih menggunakan jaket dinasnya, Shendy diantar seorang ojek online lainnya yang sedang melintas dan bertemu Darno, saudaranya.

Sekitar pukul 14.30 WIB, diantar Darno, Shedy melaporkan kejadian itu ke petugas Polsek Sawah Besar. Laporan polisi (LP) itu juga dijadikan sebagai dasar klaim asuransi motor Honda Scoopy tahun 2019, warna coklat bernopol B 4044 TWK yang masih dalam proses leasing.

Dalam musibah tersebut Sendhy juga harus kehilangan dompet berisi uang tunai, STNK, SIM C, KTP, ATM Mandiri dan sayu unit handphone merek Oppo A 71 yang terdapat akun Gojek Driver.

Shendy berpesan kepada teman-teman sprofesinya agar lebih berhati-hati kalau ada orang yang menggunakan jasa sewa reguler tanpa aplikasi.

“Nasi sudah jadi bubur. Jangan sampai tergiur tawaran tinggi. Apalagi banyak narapidana asimilasi yang dilepas bersyarat. Siang bolong aja mereka nekat, apalagi malam hari yang sepi ini,” sesal Shendy.(Irfan Sunardi)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top