Ibukota

Lagu Lama Kaset Kusut, Sejak Corona Banyak Pembangunan Langgar IMB di Jakpus Dibiarin Menjamur

Ayonews, Jakarta

Gegara wabah Corona, pembangunan melanggar di wilayah Jakarta Pusat semakin liar. Bangunan melanggar bermunculan bak cendawan di musim hujan.

Tak hanya itu, pembangunan melanggar di delapan kecamatan yang tersebar di Jakarta Pusat seperti beranak pinang, karena kinerja petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Pusat takut Corona.

Makanya mereka ditugasin Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Sehingga kerjanya jadi memble dan kedodoran ngawasin pembangunan.

“Lain dulu, lain sekarang. Dulu mah setiap ada pasir di depan rumah warga saja, petugas CKTRP bolak-balik gak karuan. Tapi sekarang banyak pemilik dan pemborong nakal bebas membangun tanpa diawasi petugas CKTRP,” ungkap Budi tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Jumat (08/05/2020).

Ia menyebutkan pembangunan melanggar yang lolos dalam pengawasan petugas CKTRP antara lain, pembangunan kontruksi baja terletak di Jalan Garuda Raya Kemayoran. Lalu pembangunan tiga lapis di Jalan Kebon Kosong VI RT 05/01 Kebon Kosong dan pembangunan Jalan Cempaka Wangi IV, Harapan Mulia, Kemayoran. Selanjutnya, pembangunan tanpa IMB terletak di Jalan Kalibaru Timur Raya Bungur, Senen Jalan Kartini III, Sawah Besar dan lain-lain.

“Ini karena kebijakan yang salah kaprah. Masa petugas di lapangan bekerja dari rumah. Imbasnya coba lihat itu pembangunan-pembangunan melanggar banyak yang tidak ditindak petugas CKTRP,” jelas tokoh ini seraya menambahkan, Wali Kota Jakarta Pusat juga seharusnya, jangan tutup mata dan telinga dengan maraknya pembangunan melanggar itu.

Imbasnya lagi, tambah tokoh ini, penegakan terhadap pembongkaran pembangunan yang melanggar tidak bisa dilakukan Satpol PP karena Rekomendasi Teknis (Rekomtek) tidak diusulkan petugas CKTRP.

“Biasa itu mah lagu lama kaset kusut. Kasihan Satpol PP gigit jari,” tandasnya.

Sementara, Kasektor CKTRP Kecamatan Kemayoran, Reza saat dikonfirmasi di kantornya tidak berada di ruang kerjanya. Begitu juga saat dihubungi via telepon yang bersangkutan tidak aktif.

Menurut keterangan pegawai setempat, yang bersangkutan sudah lama tidak berkantor sejak adanya pandemi Covid 19.

“Sebelum bulan puasa Ramadhan, beliau tidak pernah nongol lagi di kantor ini,” ujarnya. (Irvan)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top