Nasional

Dana Terbatas, IAC-19 Maju Terus Pantang Mundur Bantu Ringankan Warga Terdampak Wabah Covid-19

Dua orang yang membantu angkutan baja dan ojek pangkalan sedang menerima bantuan nasi kotak setelah mencuci tangan menggunakan sanitaizer di dekat Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ayonews, Jakarta

Salah satu kelompok masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 adalah pekerja yang mengandalkan pendapatan harian. Membantah adalah jasa transportasi umum. Mereka terdiri dari sopir taksi, bajaj, angkutan kota (ojek), ojek pangkalan dan transportasi online.

Hampir tiga bulan virus covid-19 mewabah, Pendapatan mereka terjun bebas. Bahkan dalam sehari, kadangkala mereka pulang ke rumah dengan tangan hampa. Selain pendapatan meningkat, beban hidup pun terus meningkat. Harus membayar kontrakan, sewa kendaraan, uang bensin, uang makan keluarga, kendaraan cicilan dan beban ekonomi lainnya.

“Mau pasrah gimana, ganti jalan hidup terus. Ini dari pagi sampai mau buka puasa begini baru bisa satu sewa. Tiap hari nombok, boro-boro nabung ada juga ngulu mulu sama warung. Sampai saya malu, ”keluh Yanto, seorang sopir taksi yang biasa mangkal di dekat terbang di atas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2020) saat ditemui bersama relawan IAC-19 yang sedang melakukan kegiatan transportasi nasi kotak untuk para pekerja tamu .

Sebagai muslim taat, Yanto tetap menjalankan ibadah puasa di tengah-tengah krisis yang tengah melanda. Menurutnya, dengan berpuasa selain mendapat pahala, juga bisa menjadi solusi meminta biaya hidup.

“Puasa ini kan kewajiban. Kita ini sedang dalam pembicaraan sama Yang Maha Kuasa kita harus kuat menahan cobaan dan godaan. Dengan puasa, diterbitkan juga jadi irit. Ya, alhamdulillahnya, masih ada dermawan yang dibagikan berupa nasi kotak buat berbuka nanti. Tiap hari saya berdoa, semoga wabah ini segera berlalu. Kami juga bisa beraktifitas seperti biasa dan mendapatkan cukup, ”katanya.

Makmur, seorang sopir angkot jurusan Pasar Kebayoran Lama-Ciledug, merasa senang menerima bantuan dari gugus tugas relawan (Gugaswan) BNPB yang mengerahkan lebih banyak relawan yang menjual IAC-19 yang menyediakan nasi kotak untuk setiap luka yang berbuka puasa.

“Sangat membantu banget. Paling bisa nggak dikeluarkan. Jadi kalau malam nggak perlu keluar biaya buat makan lagi. Apalagi sekarang, sewa turun drastis, ”katanya.

Selama pandemic Covid-19, Makmur mengaku tidak berhak atas kebutuhan hidup sehari-hari. Selain harus membayar biaya operasional, sewa kendaraan harian, ia juga harus berpikir keras tentang bagaimana kebutuhan hidup di rumah tercukupi.

“Untung saja pemilik angkot memaklumi kondisi seperti ini. Bos nggak narget setoran harian, ada jumlah ya dibagi dua. Itu juga saya malu sama bos udah beberapa kali sampai nggak ngasih setoran sama sekali. Dengan bantuan ini, paling tidak cukup membantu kebutuhan makan saya sendiri, ”jelasnya.

Juddin, ojek pangkalan yang biasa mangkal di pertigaan Universitas Budi Luhur, Petukangan, Jakarta Selatan. Ia juga mengalami kesulitan mencari rejeki di masa pandemic covid-19. Sudah dua bulan ia harus bekerja keras mendapatkan uang.

“Gimana mau sewa, bisa jauh berkurang. Seharian kadang dapat, kadang nggak dapat. Dapat satu dua penumpang aja sudah bersyukur. Untuk memenuhi kebutuhan agar dapur ngebul aja susah payah. Perih bang…, ”tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Juddin mengakui bahwa ada bantuan-bantuan dalam bentuk nasi kotak atau makanan lain dari para dermawan sudah sangat membantu kebutuhan ekonomi di rumah. Selama masa sulit ini, Juddin tidak perlu lagi kelaparan agar keluarga di rumah makan bisa tetap.

“Paling cocok untuk memenuhi kebutuhan makan sendiri. Karena kerja mencari rejeki di jalan ini kan butuh tenaga. Kalau nggak makan, bisa pingsan saya di jalan, ”cetusnya.

Donasi galang

Koordinator Indonesia Against Covid-19 (IAC-19), Agnes Lourda Budhidarma mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia masih harus terus berjuang melawan Covid-19. Selain itu, dari hari ke hari, jumlah pasien positif virus Corona dan korban yang meninggal dunia terus bertambah.

Dengan demikian, penularan virus korona di masyarakat yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia ini masih rawan.

“Kita nggak tahu kapan wabah ini akan berakhir. Entah bulan Juli, September atau berapa tahun lagi. Upaya pemerintah tak akan berarti tanpa dukungan dari relawan dan masyarakat, ”tegasnya.

Karena itu, lanjut pakar kecantikan dan spa Indonesia ini, timnya melanjutkan edukasi kepada masyarakat dalam bentuk pengalihan infografis dan video grafis tentang perpindahan distribusi covid-19.

“Informasi yang disampaikan berbagai hal. Misalnya jarak fisik atau jarak jaga, masker sekali pakai di dalam rumah atau di luar rumah, tidak mudik, tetap di rumah saja dan sebagainya. Kita bisa semaksimal mungkin agar penyebaran virus bisa melambat, “jelas Lourda melalui aplikasi zoom, Sabtu (9/5/2020).

 

Humas IAC-19, Magdalena Hutagalung menambahkan, aksi sosial yang dilakukan oleh IAC-19, dilakukan mulai dari tingkat rumah sakit hingga masyarakat paling bawah.

“Kegiatan yang kita lakukan saat ini, sesuai dana yang ada saja,” imbunya.

Dalam program kerja pembagian nasi kotak, menurut Magda, Koordinator Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 yang melibatkan Relawan Komunitas Indonesia Terhadap Covid 19 yang di tergabung dalam 45 komunitas dan di bawah arahan BNPB, setiap hari dapat diakses dengan nasi kotak buat 1600 orang yang terdampak covid19.

“Untuk sementara kami membantu 1.000 untuk pekerja transportasi (Angkot, Bis, Taksi, ojek pangkalan). Sementara 600nasi kotak untuk tunawisma (anak jalanan, pemulung, karyawan yang dirumahkan, dll)

Karena itu, lanjutnya, IAC-19 sangat berterima kasih atas solidaritas dan menerima donasi dari berbagai komunitas yang tergabung dalam IAC-19. Ia berharap, bantuan itu tidak terhenti sampai di sini. Karena memang tidak ada yang bisa menyetujui kapan saja wabah berakhir.

“Justru harus menjadi motivasi bagi donatur / simpatisan lainnya untuk urunan tolong masyarakat yang terdampak oleh ekonomi Covid-19 ini,” tandasnya seraya menambahkan gerakan IAC-19 ini. Perkumpulan Komunitas Anak Bangsa. (Tim)

 

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top