Ibukota

Di Bawah Kordinasi IAC-19, MJC & ULB Bagikan Nasi Kotak Kepada Pengamen & Gepeng di Kawasan Senen

Ayonews, Jakarta

Kelompok pengamen jalanan, gelandangan dan pengemis di ibukota menjadi salah satu kelompok masyarakat ekonomi yang terdampak akibat wabah virus Covid-19. Saat sebelum adanya peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mereka masih leluasa untuk mencari rejeki.

Begitu Covid-19 mewabah dan peraturan PSBB diterapkan, secara otomatis penghasilan mereka berkurang. Bahkan ada juga yang hilang sama sekali. Nasib mereka lebih miris dari kelompok masyarakat lainnya. Jangankan untuk tempat tinggal, di masa PSBB ini, untuk makan saja sulit.

Pengamen jalanan misalnya, biasanya mereka biasa mencari rejeki dengan ngamen dari satu kafe ke kafe atau warung makan ke warung makan lainnya. Namun sejak PSBB diterapkan, banyak kafe tutup, jalanan pun sepi. Alhasil penghasilan pun terjun bebas.

Begitu juga dengan pengemis atau pemulung. Banyak komplek atau perkampungan yang ditutup dengan alasan lockdown atau karantina ketat. Sehingga mereka kesulitan mencari barang-barang bekas yang bisa dikumpulkan untuk dijual kembali.

Dengan adanya pertimbangan tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bidang relawan komunitas di bawah arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan berbagai anggota komunitas untuk terjun langsung membagikan nasi kotak kepada para pengamen, pengemis, pemulung dan gelandangan.

Seperti kegiatan yang dilakukan komunitas MJC (Music Jalanan Center) di bawah kordinator Iwenk (35) dan Komunitas Unit Lingkar Badai (ULB) yang dikomandoi Niko ini. Kedua komunitas di bawah arahan Indonesia Against Covid-19, saling bersinergi untuk membagikan nasi kotak kepada pekerja jalanan ini pada Kamis (7/5/2020) di kawasan Sunter-Galur-Senen.

“Alhamdulillah pembagian nasi kotak ini berjalan lancar. Semua yang menerima ini juga mau tertib saat menerima pembagian,” tutur Iwenk.

Sementara Niko, komandan ULB organisasi berbasis ojol yang pergerakannya lebih mengutamakan Kamtibmas dan bekerja sama dengan aparat keamanan turut membantu proses pembagian nasi kotak tersebut agar berjalan lancar dan tertib sesuai dengan SOP PSBB Covid -19. Menurutnya, anggotanya ikut mengawal pembagian nasi kotak yang dimulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

“Selain pembagian nasi kotak, kami juga terus melakukan sosialisasi physical distancing atau jaga jarak antara satu orang dengan lainnya minimal 1,5 meter. Termasuk kami juga mengimbau kepada masyarakat penerima bantuan agar selalu menjaga kebersihan dengan sesering mungkin untuk mencuci tangan. Walaupun mereka hidup di jalanan, terus kita sadarkan kepada mereka bahwa hidup bersih itu sangat penting agar terjauh dari virus corona ini,” tutupnya.(Andre/Muda)

 

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top