Ibukota

Dapat Anggaran 10 Miliar Lebih Buat Penanganan Covid-19, Dinas Gulkarmart Tak Transparan Belanja APD

Ayonews, Jakarta

Untuk penanganan Covid-19 di Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta memperoleh kucuran dana puluhan miliar rupiah. Sebesar Rp10.374.289.120 dialokasikan untuk pembelian kebutuhan perlengkapan dalam rangka penanganan Covid 19 hingga bulan Mei.

Adapun jenis usulan Dinas Gulkarmat DKI salah satunya adalah Perlengkapan Pelindung Diri (PPD), yang terdiri dari hand gloves/gloves butila, vitamin E, multivitamin, sabun mandi, deterjen, pakaian hazmat/splash tight duit, goggles/eye protection, respiratory protection, power spayer dan desinfektan berisi clorine (Kaporit).

Namun, Kadis Gulkarmat DKI, Satriadi yang dikonfirmasi terkait merek apa saja PPD yang dibeli untuk keperluan operasional petugas Dinas Gulkarmat tersebut, yang bersangkutan tidak bersedia menjawab.

Sikap diam yang dipertontonkan Kadis Gulkarmat yang baru diangkat Gubernur Anis menggantikan Subejo tersebut menimbulkan kesan adanya yang ditutup-tutupi.

Data yang diperoleh Ayonews dari sumber yang layak dipercaya menyempaikan, bahwa untuk membeli pakaian Hazmat, Dinas Gulkarmat DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2.272.507.500

“Pakaian Hazmat itu dibeli dengan harga sebesar Rp 571.700/set dengan usulan sebannyak 3.975 set. Harga 200.000 saja pakaian Hazmat sudah cukup bagus,” katanya.

Sementara itu, jelasnya, untuk membeli hand gloves, Dinas Gulkarmat DKI mengucurkan anggaran sebesar Rp 4.199.190.000.

“Untuk membeli hand gloves sebanyak 3.975 pasang, dimana per pasangnya dianggarkan sebesar Rp 1.056.400, dianggarkan Rp 4.199.190.000,” ungkapnya.

Sedangkan untuk membeli Goggles Eye Protection sebanyak 3.975 pcs, terangnya, dialokasikan anggaran sebesar 1.104.550.000.

“Goggles/Eye Protekction dibeli per pcs-nya dengan harga Rp 298.000,” tuturnya.

Menanggapi sikap diam yang dipertontonkan Satriadi, Kadis Gulkarmat DKI Jakarta, Ketua Umum Investigasi Fakta Hukum (Invakum), Jenry S kepada Ayonews mengungkapkan adanya keterbukaan informasi publik.

“Satriadi selaku pejabat publik harus memiliki sikap transparansi terhadap publik. Sebab, uang yang dipergunakan untuk membeli barang-barang untuk keperluan penanganan Covid 19 tersebut adalah uang rakyat, bukan uang pribadinya,” terangnya.

Jenry meminta Gubernur DKI Anis Baswedan menegur anak buahnya yang tidak memahami aturan keterbukaan informasi publik.

“Kita berharap Gubernur Anis menegur anak buahnya yang tdak pahan aturan keterbukaan informasi publik. Khususnya untuk penanganan Covid 19 ini, semua aparat pemerintah diminta untuk lebih terhuka dan transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi. (Anggiat)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top