Ibukota

Urusan Banjir Gubernur Anies Cuek Bebek, Giliran Ngomong Covid-19 Gayanya Sebaskom, Maklum Urat Malunya Rontok

Oleh: Asas Tigor Nainggolan, Ketua Forum Warga Kota Indonesia

Tanggal 28 April 2020 Jakarta kembali banjir di beberapa wilayah. Setelah diselidiki, beberapa wilayah yang tergenang air tinggi itu karena tersumbatnya saluran drainase.

Bayangkan, sebagai zona merah wabah Covid-19, Jakarta kebanjiran pula. Terjadinya banjir berulang kali di tahun 2020 ini menunjukkan bahwa Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta tidak memiliki komitmen menolong warga dari bahaya kebanjiran.

Selain itu sudah seminggu banjir melanda Jakarta, Anies tidak memiliki sikap. Dia malah bungkam seribu bahasa alias cuek bebek. Seolah Jakarta tidak akan kembali dilanda banjir.

Sikap diam ini adalah bentuk ketidakpedulian Anies Baswedan dan aparat pemprov DKI Jakarta dalam menangani musibah banjir.

Beda lagi dengan wabah Covid 19, Anies Baswedan justru rajin sekali bicara di depan media. Dia juga kerap mengundang wartawan unik bicara soal Covid 19. Gayanya udah sebaskom kalau bicara yang satu ini.

Padahal, banjir adalah kejadian yang hampir terjadi di Jakarta. Di tahun 2020 ini setidaknya sudah 9 kali banjir. Terhitung hingga 24 April 2020 kemarin.

Banjir yang terjadi sama penyebabnya, air hujan yang deras tidak lancar mengalir di saluran atau drainase karena tersumbat mampet. Adanya kondisi mampet atau tersumbat itu disebabkan oleh tidak adanya pekerjaan merawat drainase agar air lancar mengalir ke sungai.

Jelas ini adalah pestasi buruk atau kinerja jelek Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta beserta jajaran Pemprov. Jadi Anies ini terkesan penginnya terus dikritik oleh publik. Padahal, sebenarnya dia itu merusak citranya sebagai pemimpin ibukota.

Khususnya kejadian banjir berulang kali di tahun 2020 ini Anies tidak berhasil mengalahkan pemerintah pusat.

Lain halnya dengan kejadian wabah Covid-19. Justru Anies Baswedan semangat menggunakannya untuk melawan dan menyalahkan pemerintah pusat seolah lamban dan gagal menangani.

Bahkan Anies Baswedan terus memprovokasi publik agar pemerintah pusat melakukan karantina wilayah (lock down) di Jakarta.

Tetapi justru pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui Pemda-Pemda.

Jadi lain dengan situasi wabah Covid 19, Anies Baswedan sebagai gubernur sangat aktif dan selalu banyak bicara langsung di depan wartawan menjadi pahlawan dan sosok lebih terampil menangani wabah Covid 19.

Padahal,dia lupa bahwa Jakarta itu sejak awal adalah episentrum wabah Covid 19 sampai hari ini. Sepertinya urat malu Anies Baswedan sudah rontok.

Dia tampak ngotot untuk tampil dan bicara keberhasilan PSBB yang sebenarnya tidak dia jalankan sesuai protokol dan aturan PSBB.

Jumlah kasus positif Covid 19 terus meningkat di Jakarta itu adalah bukti kuat bahwa Anies Baswedan hanya menghasilkan pasien-pasien positif Covid 19.(***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top