Hukum

Bantuan PT Inalum Buat Masyarakat Toba 21 Tahun Mengendap di Otorita Asahan, Duitnya ke Mana…?

Jakarta, Ayonews

Tahun 1998-1999, Indonesia mengalami gejolak. Politik gonjang-ganjing, rezim berganti usai tuntutan reformasi seantoro negeri, hingga hantaman  krisis moneter yang berdampak sangat luar biasa terhadap ke seluruh sisi kehidupan berbangsa.

Terpaan ekonomi  maha dasyat membuat harga-harga bahan kebutuhan pokok  melambung cukup tinggi,  daya beli masyarakat terjun drastis.

Untuk mengatasi permasalahan krisis moneter yang melanda negara, seluruh jajaran pemerintah maupun swasta melakukan berbagai langkah dan upaya untuk sesegera mungkin membawa
keluar dari krisis yang berkepanjangan.

Di saat  situasi dan kondisi perekonomian yang tak kunjung reda, salah satu PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) bersama-sama pemerintah akhirnya tampil bahu membahu turut serta memikirkan kondisi yang dialami masyarakat Indonesia.

Contohnya penanggulangan krisis masyarakat yang tinggal di sekitar PT Inalum, Kabupaten Toba, dahulu dikenal Kab,Tobasamosir pemekaran dari Kab.Tapanuli Utara.

Setelah melakukan berbagai langkah dan kajian, petinggi PT Inalum, kala itu melakukan perundingan dengan para pemegang saham Indonesia dan Jepang untuk dapat mengatasi krisis ekonomi yang terjadi, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekita PT. Inalum di Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara.

Akhirnya disepakati, terhitung semenjak tahun 1999 PT Inalum, akan menyisihkan 90% dari perbedaan harga  antara penjualan dalam negeri dan penjualan ke Jepang untuk disumbangkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar PT Inalum. Dan adapun program bantuan dana tersebut dinamakan “Environmenial Fund”.

Sayangnya,  perusahaan asing yang terikat dengan aturan dan peraturan yang ada, membuat PT Inalum mengalami kendala. Perusahaan ini tidak diperkenankan menyampaikan sumbangan tersebut secara langsung kepada masyarakat.

Untuk mensiasati agar dana sumbangan tersebut dapat terealisasi dan tersalurkan untuk masyarakat yang tinggal di sekitar PT Inalum, disepakati secara bersama-sama, dana tersebut sedianya ditransfer terlebih dahulu ke rekening BUMN dikenal Otorita Asahan.  Dan, Otorita Asahan selanjutnya meneruskannya/menyalurkan sumbangan tersebut kepada masyarakat.

Berdasarkan data-data yang diperoleh Ayonews, serta penjelasan dari sumber yang layak dipercaya yang memiliki data konkri bahwa jumlah besaran dana bantuan (Environmenial Fund) untuk peduli masyarakat yang tinggal di sekitar PT Inalum mencapai kisaran US Dollar.49.432.188, dengan rincian sebagai berikut :

1. Tahun 1999 sebesar US$    952.569,

2. Tahun 2000 sebesar US$ 2.346.104,

3. Tahun 2001 sebesar US$ 2.927.580,

4. Tahun 2002 sebesar US$ 4.458.262,

5. Tahun 2003 sebesar US$ 5.369.927,

6. Tahun 2004 sebesar US$ 6.581.614,

7. Tahun 2005 sebesar US$ 5.911.879,

8. Tahun 2006 sebesar US$ 5.998.369,

9. Tahun 2007 sebesar US$   5.918.621,

10. Tahun 2008 sebesar US$ 8.221.401,

11. Tahun 2009 sebesar US$    745.858,-

                           Total USS.49.432.188

Total dana bantuan yang wajib dikucurkan oleh PT Inalum inilah dicurigai mengendap di Otorita Asahan sebesar US$ 49.432.188.

Perkiraan Rupiah
Jika dilakukan perhitungan besaran bantuan PT Inalum kepada masyarakat yang tinggal di sekitar PT.Inalum dengan kisaran uang Indonesia, kala itu adalah berjumlah :

1. Tahun 1999 sebesar US$    952.569 x 7.810 = Rp 7.439.563.890

2. Tahun 2000 sebesar US$ 2.346.104 x 8.396 =  Rp 19.697.889.184,

3. Tahun 2001 sebesar US$ 2.927.580 x 10.265 =Rp 30.051.608.700

4. Tahun 2002 sebesar US$ 4.458.262 x 9.260 = Rp 41.283.506.120

5. Tahun 2003 sebesar US$ 5.369.927 x 8.570 = Rp 46.020.274.390

6. Tahun 2004 sebesar US$ 6.581.614 x 8.985 = Rp 59.135.801.790

7. Tahun 2005 sebesar US$ 5.911.879 x 9.705 = Rp 57.374.785.695

8. Tahun 2006 sebesar US$ 5.998.369 x 9.200 = Rp 55.184.994.800

9. Tahun 2007 sebesar US$ 5.918.621 x 9.125 = Rp  54.007416.625

10. Tahun 2008 sebesar US$ 8.221.401 x 9.666 = Rp79.468.062.066

11. Tahun 2009 sebesar US$    745.858 x 10.300 = Rp7.682.337.400

                        Total Rp.457.346.240.660,-

Jika dilakukan penjumlahan kisaran besaran bantuan PT Inalum kepada masyarakat yang tinggal di sekitar PT Inalum pada kisaran tahun 1999 hingga 2009 adalah kisaran sebesar Rp  457.346. 240.660.

Namun, besaran jumlah rupiah bantuan PT Inalum yang diduga mengendap di Otorita Asahan tersebut setelah dihitung berdasarkan asumsi kurs dollar pada satu tahun berjalan (tidak melakukan penghitungan secara faktual dimana besaran kurs dollar bergulir per hari, per minggu ataupun per bulan).

Selain itu, jumlah asumsi besaran bantuan PT Inalum tersebut belum dilakukan perhitungan dengan jumlah bunga bank berjalan per bulan ataupun per tahun.  Sebab, jumlah bantuan PT Inalum kepada masyarakat yang tinggal di sekitar PT Inalum di tahun 1999 akan mengalami peningkatan jumlah pada tahun berikutnya, dan seterusnya akibat penjumlahan atau penambahan bunga bank, disertai kurs dollar yang terus mengalami peningkatan dan perubahan yang cukup signifikan kala itu.

Begitu juga jumlah bantuan pada tahun 2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008 dan tahun 2009 sesuai tahun terakhir bantuan Environmenial Fund tersebut berakhir, akan mengalami peningkatan pada tahun berikutnya akibat penjumlahan bunga bank.

Tak cukup hanya sampai disitu. Bahkan, sesuai perhitungan yang dilakukan, bahwa jumlah bantuan Environmenial Fund tersebut mengalami peningkatan yang cukup spektakuler hingga pada tahun 2013 dimana perusahaan tersebut take over.

Tidak Sampai ke Masyarakat
Ironisnya, budi baik dan niatan mulia PT Inalum kepada masyarakat yang tinggal di sekitar PT Inalum untuk mengeluarkan masyarakat sekitar keluar dari himpitan dan jeratan krisis ekonomi yang melanda, bantuan PT Inalum tersebut disinyalir tidak pernah sampai ke masyarakat yang telah ditunjuk ditujuk sebagai penerima.

Informasi yang diperoleh Ayonews, bahwa aparat pemerintah daerah setempat telah melakukan berbagai langkah dan upaya untuk menelusuri dimana keberadaan dana bantuan tersebut berada.

Namun hingga saat  di masa pandemik corona wabah virus 19 melanda negeri ini,  tidak ada kejelasan di mana keberadaan dana bantuan yang dimaksud tersebut itu.

Seumpama, jika besaran jumlah bantuan yang telah diberikan PT Inalum kepada masyarakat kala itu bisa terealisasi kepada masyarakat yang berhak untuk menerimanya, tentu  diyakini, bahwa besaran bantuan tersebut akan mampu untuk memberikan sepenggal kesejahteraan bagi masyarakat di Kab.Toba dan sekitarnya.

Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Semester II Tahun 2012

Bahwa laporan hasil pemeriksaan BPK RI semester II tahun 2012 atas Pelaksanaan Annual Fee, Development Fund, dan Biaya Operasional pada Otorita Asahan, PT Inalum dan Kementerian Keuangan ditemukan, bahwa Environmental Fund (EF) dan Development (DF) sebesar Rp 772,467 miliar masih disimpan atas nama Otorita Asahan dan belum disetor ke kas negara.

Nota Kesepahaman
Dari data yang didapat Ayonews, pada  7 Desember 1999 PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan Otorita Asahan menandatangani Nota Kesepahaman untuk menguatkan kesepahaman terkait Perjanjian Penjualan Domestik.

Adapun isi Nota Kesepahaman tersebut antara lain:

Harga jual logam Inalum kepada pembeli di Indonesia (Pelanggan Domestik) adalah harga jual barang diantar sampai ke tempat pembeli (Harga Jual Antar Tempat Domestik). Harga jual ini akan ditetapkan sebulan sekali sesuai  isi pasal 4-(2) dan 4-(3) dari perjanjian domestik.

Harga jual antar tempat domestik terdiri atas Harga Tunai Bursa Logam London (London Metal Exchange) ditambah Premi ditambah Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10%, dimana Harga Tunai Bursa Logam London adalah Harga Tunai Bursa Logam London yang berlaku pada 10 hari pertama setiap bulannya.

Inalum berhak mengumpulkan dan menerima pendapatan dari hasil penjualan aluminium batangan kepada Pelanggan Domestik sesuai dengan pasal IX ayat 7 dari perjanjian induk (Master Agreement).

 90% dari pendapatan bersih yang diperoleh dari penjualan kepada Pelanggan Domestik (selanjutnya disebut sebagai Dana Lingkungan) setiap bulannya harus dialokasikan kepada Satu Lembaga selama satu tahun. Mengenai alokasi tersebut, gambaran kalkulasi Dana Lingkungan harus disiapkan oleh Inalum.

Sebelum didirikan Lembaga dimaksud, Dana Lingkungan akan disimpan sementara pada Bank Tertentu. Segera setelah lembaga dimaksud sudah terbentuk, Dana Lingkungan tersebut akan ditransfer ke rekening Lembaga tersebut.

Permasalahan kasus ini telah dikonfirmasi kepada pihak PT.Otorita Asahan, Menteri BUMN dan Presiden RI untuk meminta tanggapan, sayangnya hingga berita ini diturunkan belum mendapat jawaban(Maruli Siahaan)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top