Nasional

Ada Pemahaman Mati Karena Corona itu Syahid Membuat Banyak Warga Muslim Tak Patuhi Fatwa MUI

Ayonews,Tangsel 

Fatwa MUI (05/05/20 ) mengenai imbauan untuk tidak melaksanakan ibadah berjamaah sehubungan dengan penyebaran covid-19 masih belum sepenuhnya ditaati masyarakat.

Berdasarkan laporan di lapangan, masih banyak masjid dan mushola terpantau tetap melaksanakan ibadah sholat Jumat dan tarawih berjamaah di tengah pandemi Covid 19.

Camat Pondok Aren, H. Makum Sagita, menyebut masih adanya masyarakat yang melaksanakan ibadah di masjid atau kegiatan peribadatan lainnya bisa disebabkan beberapa faktor, antara lain interpretasi fatwa, persepsi terhadap situasi yang berbeda-beda.

Menurutnya, masyarakat memiliki penafsiran yang berbeda pada fatwa MUI.

“Fatwa MUI menyebutkan bahwa bagi mereka yang sehat dan daerahnya tidak berbahaya boleh menyelenggarakan salat fardu berjemaah, salat Jumat, dan kegiatan keagamaan dengan tetap menjaga kebersihan dan keselamatan,” kata Makum.

Selain itu, masyarakat menganggap korona sebagai masalah biasa karena tidak merasakan langsung dampak dan bahaya yang ditimbulkannya.

Namun, Makum juga melihat masih adanya pemahaman fatalistis berdasarkan hadis secara tekstual bahwa tempat berlindung terbaik ketika terjadi musibah ialah masjid.

Selain itu, ada juga pemahaman bahwa hidup dan mati ialah takdir Tuhan dan mereka yang mati karena wabah termasuk mati syahid.

“Pemahaman yang salah ini harus diluruskan melalui dialog dan penjelasan ajaran Islam yang komprehensif,” ungkapnya.

Di sisi lain, Makum menilai bahwa sebagian besar masyarakat mematuhi fatwa MUI.

“Muhammadiyah sudah ada maklumat yang insya Allah dipatuhi oleh sebagian besar warga Persyarikatan,” ungkapnya.

Tempat ibadah di Jurang Mangu Barat, Tangerang Selatan, oleh para DKM sudah diimbau untuk ditiadakan sementara dan menjalankan di rumah saat wabah virus korona.

Namun, hal itu tak berpengaruh pada Masjid Jami Nurul Yaqin dan Musholla Nurul Hidayah di lokasi Rw 004 dan 005 Ceger Jurang Mangu Barat Pondok Aren Kota Tangsel,yang tetap menjalankan ibadah.

Makum Sagita menyampaikan, pihaknya akan terus lakukan sosialisasi, edukasi dan bimbingan agar mereka ikut aturan pemerintah, terutama fatwa MUI nomor 14 tahun 2020. Pihaknya juga tidak akan melakukan penutupan paksa atau intervensi ke ketua DKM.( Syarif)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top