Ibukota

Puluhan Tahun Pasar Tradisional Jorok dan Bau Sampah, Perumda Pasar Jaya Pasrah

Ayonews, Jakarta
Keberadaan pasar tradisional Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat jorok dan bau sampah.

Selain kondisinya sudah tidak layak keberadaan pasar tradisional ini, tidak pernah disentuh Perumda Pasar Jaya.

“Tumpukan tempat sampah bersebelahan dengan pedagang ini. Jorok banget sih,” keluh Mamat (43), kata seorang warga, Minggu (03/05/2020).

Sementara, pasar serupa yakni Pasar Gardu Asem Kemayoran juga keberadaannya sangat memprihatinkan, menyeramkan seperti rumah hantu, gelap gulita saat tengah Malam. Saat ini kondisi nya juga rawan roboh dibiarkan hingga bertahun – tahun.

Ketua RT 013/06, Kemayoran, Trisno menyatakan, Pasar Gardu Asem yang dibangun pada tahun 1984 ini keberadaannya berantakan kotor dan kumuh.

“Sejak awal dibangun pada tahun 1984 hingga sampai sekarang belum pernah direnovasi. Akibatnya, keberadaan gedung pasar ini rusak runtuhan atap dan enternit yang tertiup angin kencang hingga melukai warga,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, ketika ada reses dari anggota DPRD DKI sudah mendorong agar pasar ini segera dibangun karena anggarannya sudah disediakan. Tapi tidak kunjung dibangun juga.

“Warga Kemayoran terutama di lingkungan RW 06, 07 dan 010, meminta agar pasar tersebut dapat dibangun secepatnya karena sudah tidak layak lagi keberadaannya.

Bahkan, lokasi pasar hingga saat ini belum pernah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan dan juga tidak ada tempat cuci tangan dalam mencegah penyebaran virus Corona Covid 19.

“Setiap malam juga lokasi Pasar jadi tempat kerumunan orang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Camat Kemayoran, Asep Mulyaman menambahkan, pasar Gardu Asem Kemayoran sudah didorong ke Perumda Pasar Jaya untuk segera diperbaiki.

“Usulan nya sudah berkali-kali, termasuk Pasar Sumur Batu yang mangkrak, baru pembongkaran, pembangunannya belom dilanjutkan,” ucapnya via telepon.

Asep juga mengusulkan perbaikan untuk pasar Serdang. “Beberapa kali di Rapat Pimpinan (Rapim) tingkat kota
diusulin terus. Kami juga minta bantuan tingkat kota Jakpus untuk mengguatkan agar Perumda Pasar Jaya segera membangun Pasar-Pasar tradisional yang kondisinya tidak layak di wilayah Kecamatan Kemayoran,” pungkasnya.

Ironisnya, jajaran Perumda Pasar Jaya tutup cuek aja dengan keberadaan pasar tradisional yang sangat memperhatikan tersebut

Menanggapi keberadaan pasar tradisional yang tidak layak itu, tokoh masyarakat Kemayoran Budi mengaku miris, lantaran banyak pasar tradisional kondisinya memprihatinkan. Tapi tidak juga disentuh jajaran Perumda Pasar Jaya.

“Seharusnya Perumda Pasar Jaya, buka mata dan telinga karena pasar tradisional di wilayah Kecamatan Kemayoran banyak pasar tradisional tidak layak antara lain yaitu pasar Gardu Asem, pasar Serdang, pasar Kombongan dan pasar Sumur Batu. Keberadaannya berantakan seperti itu dibiarkan bertahun-tahun,” paparnya. (Irvan)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top