Ibukota

Di Saat PSBB, Lapak PKL & Parkir Liar Menjamur, Aparat Pemkot Jakpus Lebih Milih Tidur

Ayonews, Jakarta

Paska perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 22 Mei kemarin, sejumlah kawasan di wilayah Jakarta Pusat dikuasai lapak pedagang dan parkir liar.

Tak pelak, kesemrawutan kawasan antara Jalan Kalibaru Barat, Kebon Kosong, Kemayoran dan Percetakan Negara II, Johar Baru dibiarkan aparat setempat. Sepertinya pemerintah setempat lebih asyik tertidur.

Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budi mengaku miris, melihat kondisi dua kawasan antara Jalan Kalibaru Barat, Kebon Kosong, Kemayoran dan Percetakan Negara II, Johar Baru menjamur lapak Pedagang dan parkir liar.

Tak hanya itu, kata tokoh ini semakin hari semakin kumuh dan semrawut lantaran kawasan Jalan Kalibaru Barat, Kebon Kosong, Kemayoran berubah fungsi menjadi lapak angkutan umum seperti bajaj dan mobet (kendaraan bermotor yang dimodifikasi).

Meski begitu, dia menilai tidak ada upaya dari pemerintah setempat dalam melakukan penataan wilayah paska perpanjangan masa PSBB.

“Seharusnya tindakan tegas dilakukan aparat setempat karena kawasan menyempit dan memicu kemacetan arus lalu lintas (Lalin). Selain itu, pemandangan kurang elok di lihat dikhawatirkan PKL lainnya ikut membuka lapak baru,” tandasnya, Sabtu (25/04/2020).

“Lain dulu lain sekarang. Aparat kelurahan dan kecamatan dinilai masyarakat bekerja menunggu jika ada warga yang komplain. Seharusnya kegiatan penataan maupun penertiban suatu kewajiban yang rutin dalam rangka pengawasan dan penertiban secara menyeluruh. Sepertinya Penegakan Perda diabaikan di kawasan ini,” paparnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi menegaskan, pihaknya langsung memerintahkan para Camat dan Lurah segera menertibkan dua kawasan tersebut.

“Semestinya, lapak pedagang dan parkir liar ditertibkan Camat dan Lurah, supaya tidak berkumpul dan penegakan disiplin harus cepat dilakukan untuk mencegah penularan Covid 19,” tegas Irwandi melalui via telepon, Sabtu (25/04/2020).

Orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat ini juga menilai, warga masyarakat belum disiplin di saat masa perpanjangan PSBB tahap ke dua.

“Pertanda warga masyarakat nya belum disiplin karena masih melakukan aktivitas kegiatan di saat masa PSBB tahap ke dua,” paparnya.

Ia menambahkan, Camat dan Lurah agar ssring-sering ke lapangan. Sehingga kawasan tersebut bisa tertib. “Camat dan Lurah sudah harus mulai tegas termasuk petugas chek point,” tandasnya. (Irvan S)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top