Ibukota

Kepemimpinan Anies Lemah, PSBB Dimanfaatkan Para Kontraktor Bangun Banyak Gedung Melanggar Izin

Ayonews, Jakarta

Dengan diperpanjangnya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Jakarta demi penanggulangan virus Covid-19 atau Corona, justru dimanfaatkan oleh para kontraktor bangunan untuk terus membangun bangunan melanggar di Kota Administrasi Jakarta Selatan, khususnya di Kecamatan Jagakarsa.

Pasalnya, dari sekian banyak bangunan melanggar yang ditemukan di Kecamatan Jagakarsa, proses pembangunannya hingga saat ini masih berjalan.

PSBB yang diberlakukan di DKI Jakarta per tanggal 10 April 2020 yang lalu dengan batasan-batasan yang sudah diberlakukan oleh Gubernur DKI Anis Baswedan, sepertinya tidak berlaku untuk sektor usaha ini.

Hebatnya lagi, para pejabat Kota Administrasi Jaksel yang dikonfirmasi terkait permasalahan ini ramai-ramai tutup mulut.

Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji yang di konfirmasi melalui pesan WA sama sekali tidak berkenan menjawab.

Hal yang sama juga dilakukan Camat Jagakarsa, Alamsyah dan Kasektor Citata, Budiono.

Menanggapi masih banyaknya pelanggaran pelaksanaan PSBB dilapangan, Ketua Umum Investigasi Faktu Hukum (Infakum), Jenri, SH kepada Ayonews mengatakan akibat lemahnya pemerintahan Anis.

“Maraknya pelanggaran PSBB akibat kepemimpinan Anis yang lemah dimata anak buahnya,” ujarnya.

Dikatakannya, tanpa Covid 19, bangunan melanggar wajib diberhentikan. “Tanpa Covid 19, wajib hukumnya menindak bangunan melanggar. Apalagi dengan adanya virus ini. Tapi masalahnya kenapa dibiarkan? Karena suara Anis tidak didengar apalagi dipatuhi anak buahnya,” ungkapnya.

Jenri mengatakan, Gubernur Anis harus lebih tegas kepada aparatnya yang lalai dalam menjalankan tugas dengai baik.

“Anis harusnya lebih tegas. Copot itu Wakil Walikota Jaksel, Camat Jagakarsa dan Kasektor Citata Jagakarsa kalau tidak respon terhadap perintah atasan,” tuturnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bangunan-bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa antara lain, 1 unit bangunan tanpa izin di Jalan Batu, 3 unit Ruko tanpa ada izin di Jl Timbul Raya, 3 unit bangunan rumah tinggal diduga tanpa ijin di Jl Yaperjasa dan 8 unit rumah tinggal di Jln Kecapi Raya dimana 4 unit diantaranya berada di PHU. (Anggiat)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top