Ibukota

Pemkot Jakpus Mau Cabut Izin Kantor yang Tak Patuhi PSBB, LP2AD: Ngibul, Gertak Doang!

Ayonews, Jakarta

Gembar-gembor mau mencabut izin usaha kantor yang masih beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jakarta Pusat. Pasalnya, di wilayah Jakarta Pusat masih banyak perkantoran yang tidak mematuhi aturan PSBB.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi sempat menegaskan, selama masa PSBB, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat juga menggelar monitoring gedung perkantoran yang sudah maupun belum menerapkan pembatasan karyawan.

“Kalau perkantoran masih buka, otomatis mobilitas tinggi. Makanya setiap hari kita pantau melalui kegiatan monitoring,” ungkap Irwandi Wakil Wali Kota Jakarta Pusat saat monitoring titik¬†check point.

Sementara, Kasudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Pusat, Fidiyah Rokhim memastikan akan mencabut izin kantor yang masih membandel saat PSBB.

Selain itu, pihaknya juga, telah memerintahkan perusahaan untuk mematuhi aturan PSBB.

“Ada 21 perusahaan yang akan kita monitoring hari ini. Kalau kita temukan perusahaan yang ada di wilayah Jakarta Pusat yang masih membandel saat monitoring, kita berikan peringatan lebih dahulu. Namun, jika membandel juga. Izinnya langsung kita cabut,” tandasnya.

Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irinato Napitupulu menegaskan, pemberian sanksi tersebut sangatlah sulit sebab ada dua masalah.

Yang pertama, kata Victor kalau mereka tutup, bagaimana dengan nasib para pekerja. Kemudian, apakah sudah ada solusi untuk kebutuhan mereka.

Kedua, bila dipaksakan-pun harusnya pemerintah memberikan solusi terbaik. Bila, tidak ada solusi nantinya akan menimbulkan persoalan baru bagi pemerintah.

“Apa sikap mereka di balik ketegasannya? Apa cuma gertak doang? Saya rasa tidak berani. Karena Pemerintah tidak punya solusi,” tandasnya, Selasa (21/04/2020).

Artinya, menurut Viktor, ancaman tutup itu cuma omong kosong alias Ngibul.

Karena sambung Victor, bulan lalu saja banyak status orang drop penghasilan. Sekarang naik jadi positif menjadi pengangguran. Lama-lama bisa beneran kondisi rontok dana. Ditambah lagi dengan status pemasukan sedikit beban banyak.(Irvan)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top