Megapolitan

Lockdown, Warga Mampu di Perumahan ini Gotong Royong Bagikan Sembako Buat Yang Tak Mampu

Ayonews, Tangsel

Setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), warga di perumahan Pondok Aren Indah (Arinda), Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengambil alih karantina wilayah terkait lokal atau terkunci.

Ketua RW 07 perumahan Arinda Warsito mengatakan, pemberlakuan kuncian tersebut, atas dasar persetujuan bersama pengurus RT dan tokoh masyarakat, bahwa di pintu gerbang dibuatkan tenda Posko Terpadu Gugus Tugas Covid 19. Yang pergi ke sana harus ditugaskan untuk memakai masker, badan temperatur, dan juga bisa menggunakan tangan .

“Dalam pelaksanaannya, selain petugas keamanan, kami juga melibatkan Karang Taruna dan remaja Mesjid. Baik Gojek, ambil, Go-Food, paket kurir, penagih utang tidak boleh masuk. Setiap tamu yang diundang wajib mencatat di buku tamu di pos, dan meninggalkan identitas diri, ”kata Warsito, Minggu (19/4/2020).

Guna meringankan biaya sebagian besar, pihaknya melalui pengurus RT bahu-membahu bergotong royong mengumpulkan dana untuk membantu sebagian besar warga membentuk sembako.

”Untuk sekarang ada sekitar 95 paket sembako difokuskan untuk warga yang terdampak akan adanya pandemi ini. Khususnya bagi warga di lingkungan RW 07 yang sangat membutuhkan. Semua data penerima ada di masing-masing RT, “ujar Warsito.

Sementara itu, Camat Pondok Aren Makum Sagita menyampaikan apreasi kepada pengurus RW dan RT yang dilingkungan Perumahan Arinda, dalam rangka mendukung pelaksanaan PSBB. Menurutnya, tanpa ada keterlibatan masyarakat untuk memutuskan mata rantai pandenic tidak akan berhasil.

“Kami atas pemerintah, menyampaikan apreasi, semoga apa yang dilakukan warga melalui RW dan RT dapat dijadikan contoh buat pengurus RW lainnya,” kata Makum, saat menyaksikan pemberian sembako secara simbolis kepada salah satu Ketua RT

Di hadapan Camat dan lurah Pondok Aren Romi Amirudin, pihaknya meminta bantuan dari pemerintah agar kegiatan yang dilakukan masyarakat swadaya ini dapat berjalan.

“Berdasarkan data yang ada, dari 10 RT sekitar 400 kepala keluarga. Kami meminta bantuan dari pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan dalam mendukung masa depan PSBB,” pungkasnya. (Syarif / WRC)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top