Nasional

IAC-19 Ajak Pengemudi Transportasi Makan Siang Bareng & Minum Jamu Empon-empon Biar Sehat

Wakil Ketua Tim Relawan Komunitas Indonesia Against Covid-19 (IAC-19) Decky Abner Matulessy

Wakil Ketua Tim Relawan Komunitas Indonesia Against Covid-19 (IAC-19) Decky Abner Matulessy

Ayonews, Jakarta
Tim Relawan Komunitas Indonesia Melawan Covid-19 (IAC-19) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di bawah arahan BNPB mengembalikan 1000 boks nasi kotak kepada para penumpang angkutan umum, seperti taksi, bus, angkot dan bajaj di tiga terminal besar, Sabtu (18/4/2020), sekitar pukul 12.00 WIB.

Aksi sosial demi meringankan beban hidup para pekerja harian ini dilaksanakan sayap relawan IAC-19, Komunitas Anak Bangsa (KAB), #SaveJakarta, Komunitas Wartawan Respon Cepat (WRC) Indonesia dan Damai Nusantaraku (Dantara).

Ketua Bidang Komunitas Relawan Gugus Tugas Covid 19, Lourda Hutagalung Budidharma meminta bantuan ini dapat mengatasi masa-masa yang sulit yang dihadapi para pengemudi angkutan umum.

“Dampak ekonominya terasa sekali kan bagi mereka. Sopir taksi dan sopir bajaj, misalnya, merasakan betul sulitnya ekonomi saat ini,” kata Lourda.

Menurut Lourda, para pekerja yang menggantungkan hidupnya pada penghasilan harian itu terpaksa ngetem di terminal-terminal berharap dapat penumpang.

“Padahal kondisi terminal sendiri sepi. Bus Trans Jakarta tak berfungsi. Mau muter jalan mencari penumpang belum tentu dapat juga dan cuma menghabiskan bensin,” terangnya.

Lourda berharap wabah Covid-19 segera hilang. Aktivitas di ibukota pun kembali normal. Para pekerja harian pun bisa mendapatkan hasil maksimal.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga budaya bersih dan hidup sehat.

“Sebenarnya sederhana saja. Salah satunya dengan sering-sering mencuci tangan pakai sabun anti bakteri atau anti septic, menjaga physical distancing, mengenakan masker dalam beraktivitas dan menjaga jarak dengan orang lain,” paparnya.

Wakil Ketua Tim Relawan Komunitas Indonesia Against Covid-19 (IAC-19) Decky Abner Matulessy yang ikut terjun langsung membagikan nasi kotak melakukan sosialisasi kepada para pekerja harian soal pentingnya social distancing dan menjaga kebersihan.

Menurutnya, masih banyak orang mengabaikan imbauan pemerintah untuk saling menjaga jarak antara satu orang dengan lainnya. Karena itu, saat pembagian makan siang, Decky pun sesekali mengingatkan kepada para pengemudi transportasi umum agar tidak saling berdekatan.

“Kadang di antara pengemudi itu pun tidak saling kenal. Karena sama-sama di jalanan, mencari teman ngobrol mereka duduk berdekatan. Padahal masing-masing nggak tau sebelumnya teman ngobrolnya itu ke mana saja. Termasuk menggunakan masker pun harus diingatkan,” paparnya.

Namun demikian, saat pembagian nasi kotak tersebut, Decky mengaku puas karena penerima bantuan makan siang ini mau antri dengan tetap menjaga jarak antara satu dengan lainnya minimal 1 meter.

“Tadi sepertinya pembagian tertib. Mereka nggak saling berebut. Tetap menjaga jarak. Ini yang akan terus kita sosialisasikan kepada seluruh warga Jakarta, terutama para pengemudi angkutan umum ini,” jelasnya.

Ketua Komunitas WRC Indonesia, Aldi Alamsyah meminta kepada relawan dari komunitas lainnya untuk ikut berperan dalam meringankan beban masyarakat, terutama para pengemudi angkutan umum.

Bantuan dari Tim Relawan Komunitas Indonesia Against Covid-19 (IAC-19) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 BNPB, menurut relawan yang berprofesi sebagai jurnalis ini, memang belum bisa menjangkau keseluruhan dari para pengemudi yang hidup dari mencari rejeki sehari-hari di ibukota.

“Kami mengajak seluruh warga ibukota lainnya, para relawan dari berbagai komunitas di masyarakat yang sadar dan peduli untuk membasmi wabah covid ikut terjun ke lapangan membantu meringankan beban hidup para sopir angkutan umum, supaya bantuannya lebih luas dan merata se Jakarta,” paparnya.

Ketua #SaveJakarta, Putri Simorangkir melalui sambungan WhatsApp menegaskan komunitas yang dipimpinnya mendukung penuh Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 BNPB dalam upaya memutus mata rantai penyebaran wabah secara cepat.

Yang menarik, Putri menawarkan cara tradisional kepada masyarakat dalam menjaga kesehatan dan menjaga imun di tubuh dengan rajin minum jamu empon-empon.

“Selain upaya physical distancing, ada berbagai upaya lain yang bisa dilakukan masyarakat. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi empon-empon,” terang Putri.

Menurut Putri, empon-empon merupakan jamu tradisional kuno warisan nenek moyang. Empon-empon sendiri merupakan ramuan yang terdiri dari berbagai bahan pilihan, di antaranya kunyit, asam, jahe, kencur, temulawak, serai, dan sebagainya.

“Bahan-bahan untuk membuat empon-empon memang telah terkenal sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Dapat mengejutkan jika di tengah-tengah pandemi seperti ini masyarakat memilih empon-empon sebagai salah satu bantuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh cegah Corona,” terangnya . (Tim WRC Indonesia)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top