Ibukota

Ayo Bongkar Dugaan Korupsi Film Animasi Pemadam Kebakaran Puluhan Milliar Tahun 2014 di Dinas Gulkarmart Pemprov DKI

Ayonews, Jakarta

Pada tahun 2014 yang lalu, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pemadam Kebakaran (saat ini Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Gulkarmart) DKI mengalokasikan anggaran puluhan miliar untuk pengadaan dan penayangan film animasi Pemadam Kebakaran melalui media elektronik.

Setelah melalui berbagai proses, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Happy Graphic Innovasi dengan penawaran sebesar Rp 17.941.550.000.

Data yang diperoleh Ayonews, film tersebut sejatinya ditayangkan di 5 stasiun televisi dengan 4 kali tayang dengan durasi 30 menit.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ditemukan kejanggalan dan ketidakberesan dari pelelangan dan pelaksanaan kegiatan tersebut.

PT Happi Graphic Innovasi selaku pemenang lelang berdomisili di salah satu perumahan elit di daerah Jakarta Selatan. Di dalam rumah tersebut hanya ada tempat latihan olah raga tarung bebas aliran Dojo.

Selain itu, dalam pelaksanaannya, disinyalir film tersebut tidak ditayangkan di 5 televisi.

Subejo yang pernah diminta klarifikasi ketika menjabat sebagai Kadis Gulkarmat DKI menyebutkan, bahwa film tersebut ditayangkan televisi swasta, yakni Indosiar, ANTV, Kompas TV, TVOne dan Global TV.

Namun ketika dilakukan penelitian, ada beberapa stasiun televisi yang menayangkan film animasi tersebut, yakni Global TV pada tanggal 4, 5 dan 8 Des 2014 pukul 15.30 sampai 16.00 dengan judul Atisipasi Bencana Kebakaran.

Selain itu, ada juga Indosiar pada tanggal 6 dan 8 Des 2014 pukul 07.00  dan 14.30, yakni Adit Sopo Jarwo Damkar.

Dengan adanya data tersebut, telah terjadi dugaan korupsi yang sangat besar dalam.pelaksanaan kegiatan tersebut, yang hingga kini belum bisa diungkap aparat hukum terkait.

Ketua Umum LSM Investigasi Fakta Hukum (Infakum), Jenri Stg, SH yang dimintai komentarnya terkait adanya dugaan korupsi dalam pelaksanaan kegiatan proyek di Dinas Kebakaran DKI, mengaku tak heran.

“Secara jujur, saya tidak nerasa heran dengan maraknya dugaan korupsi di lingkungan Dinas Damkar DKI, yang sekarang telah berubah nama jadi Dinas Gulkarmat. Yang saya heran adalah, jika para pejabat yang diduga terlibat di sana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut diproses hukum secara benar,” ujarnya.

Dikatakannya, praktik dugaan penyelewengan anggaran pada unit kerja tersebut sudah dari dulu.

“Lagu lama kaset baru,” ungkapnya.

Jenri justru menantang Kadis Gulkarmat yang baru untuk mengungkap kasus-kasus dugaan korupsi tersebut.

“Saya justru ingin menantang Satriadi selaku Kadis Gulkarmat menggantikan Subejo, mampu apa tidak membongkar kebusukan yang ada di sana. Karena masih ada pejabat yang diduga ikut bermain bercokol di sana,” tuturnta.

Jika tidak mampu, Jenri menyarankan Satriadi untuk mundur. (Anggiat/WRC)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top