Ibukota

Pembangunan Saluran Air Acakadul, Kasudin SDA Jakbar Ngeles: Tanggungjawab Pemborong itu

Ayonews, Jakarta

Pelaksanaan pembangunan saluran di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat menuai banyak kritikan dari berbagai pihak. Pasalnya, ada beberapa di antara proyek saluran yang diduga dikerjakan tidak sesuai spek.

Temuan ini diungkapkan Sekjen LSM Dewan Rakyat Pemantau Sengketa (DERAS), Anggiat kepada Ayonews.com, Rabu (15/4). Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pembangunan saluran di Kota Administrasi Jakarta Barat bertujuan untuk mengatasi banjir dan genangan.

“Jadi bukan untuk main-main,” ujarnya.

Pemprov DKI melalui Sudin SDA Jaktim ungkap Anggiat diperintahkan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Untuk melaksanakan kegiatan itu, Sudin SDA telah menyiapkan berbagai acuan kerja agar proyek tersebut dikerjakan sebaik-baiknya,” katanya.

Selain itu, dalam pelaksanaannya, proyek tersebut diawasi oleh konsultan dan pengawas internal dari Sudin SDA Jakbar.

“Pelaksanaan proyek tersebut diawasi oleh konsultan yang dibiayai oleh negara dan juga pengawas internal dari Sudin SDA Jakbar,” jelasnya.

Namun, dalam pelaksanaannya, proyek saluran tersebut dikerjakan acakadul. Pemasangan U-ditch sama sekali tidak rapat dan memiliki rongga, sehingga air bisa mengalir lewat tanah.

“U-ditch itu telah dirancang sedemikian rupa. Jika dipasang rapat tidak memiliki celah untuk air mengalir ke tanah. Tetapi yang terjadi pada proyek tersebut, antara U-ditch dengan U-ditch memiliki celah atau rongga yang cukup lebar,” terangnya.

Anggiat mempertanyakan pengawasan yang dilakukan konsultan dan pengawas internal dari Sudin SDA Jakbar.

“Ada apa dengan pengawasan yang dilakukan konsultan dan pengawas dari Sudin SDA Jakbar? Apakah mereka tidur pada waktu pelaksanaan kegiatan tersebut? Atau ada hal lain,” tuturnya.

Selain pengawas, Anggiat juga mempertanyakan kapabilitas Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan Kasudin SDA Jakbar.

“Saya juga mempertanyakan kapabilitas PPHP dan Kasudin SDA Jakbar, sehingga menerima hasil pekerjaan acakadul seperti itu,” ucapnya.

Menjawab surat klarifikasi LSM DERAS, Kasudin SDA Jakbar, Purwanti Suryandari dalam suratnya menyebutkan, bahwa proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan, sehingga masih menjadi tanggung jawab pemborong.

“Bahwa untuk mengawasi pekerjaan tersebut Sudin SDA Jakbar berkontrak dengan konsultan dam membentuk tim internal untuk memonitor lapangan. Dan untuk adanya pemasangan U-ditch yang tidak rapat, karena masih dalam masa pemeliharaan, masih menjadi tanggung jawab pemborong,” sebutnya.

Atas jawaban Kasudin SDA Jakbar tersebut, Anggiat menyebutkan Purwanti ngeles dari tanggungjawab.

“Jangan berdalih atas unsur masa pemeliharaan, itu konyol. Artinya, kenapa pekerjaan tersebut acakadul sementara ada konsultan yang mengawasi dan ada anak buah Purwanti yang memonitor pekerjaan. Jika diawasi dan dimonitor dengan benar, pekerjaan tidak seperti itu. Kenapa terjadi seperti itu, karena ada pembiaran,” sergahnya.

Dengan demikian, Anggiat meminta Kepala Dinas SDA DKI untuk turun tangan melakukan monitoring lapangan.

“Untuk menghindari terjadinya pelaksanaan pekerjaan amburadul seperti itu, Juaini harus bertindak tegas. Demi nama baik Dinas SDA DKI, lakukan evaluasi menyeluruh,” paparnya. (Maruli S/WRC)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top