Ibukota

Mumpung Wabah Corona & Pengawas Tak Ada, di Jakpus Pemborong & Pemilik Berlomba Dirikan Bangunan Menyalahi IMB

Ayonews, Jakarta

Di wilayah Jakarta Pusat banyak, pemborong dan pemilik bangunan nakal yang mendirikan bangunan tak sesuai peraturan yang berlaku.

Seperti di wilayah Bungur Senen, Kemayoran dan Kartini, Sawah Besar. Para pengusaha dan kontraktor nakal itu kerap kali melakukan pembangunan kejar tayang. Meski pun, di lokasi pembangunan menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Mirisnya, pembangunan-pembangunan tidak sesuai IMB ini tanpa diawasi petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP). Lantaran, saat ini mereka bekerja dari rumah.

Pantauan dan sumber di lapangan, para pekerja kuli bangunan kebut pengerjaan pembangunan dengan leluasa. Walaupun, wilayah Jakarta Pusat sedang dilanda darurat Covid 19.

Pembangunan yang sedang dikebut antara lain, Jalan Kalibaru Timur I, dan Jalan Kalibaru Timur Raya, Bungur.

“Pembangunan melanggar semakin menjadi-jadi, karena tanpa diawasi petugas CKTRP. Masa petugas di lapangan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sudah pasti jadinya pembangunan tidak sesuai IMB hingga pembangunan tanpa izin tambah banyak di wilayah Bungur,” keluh Djoko (58) warga Kecamatan Senen, Selasa (14/04/2020).

Kasektor CKTRP Kecamatan Senen, Benny ketika dikonfirmasi soal pembangunan di wilayah Bungur dengan enteng mengatakan, memang di wilayah Bungur banyak pembangunan.

“Iya bro, emang wilayah Bungur paling rame,” ujarnya melalui via telepon.

Namun, ketika ditanya tindakan apa yang dilakukan terhadap pembangunan tidak sesuai IMB tersebut, menurutnya itu tanggungjawab petugas CKTRP WFH.

Sedangkan, di wilayah Kartini, Sawah Besar, warga juga mempertanyakan pembangunan Jalan Kartini III yang melebihi ketinggian.

Ketua RW 005, Triono menyatakan, warga setempat mempertanyakan pembangunan tidak sesuai IMB itu.

“Warga banyak bertanya pembangunan Jalan Kartini III yang tidak sesuai ijin, kenapa Dinas CKTRP tidak bertindak,” tandasnya.

Sementara, pembangunan serupa juga ditemukan di wilayah Kecamatan Kemayoran seperti di Jalan Kebon Kosong VI RW 01 Kebon Kosong dan Jalan Garuda Raya, Kemayoran.

Salah satu Lurah di wilayah Kecamatan Kemayoran juga mempertanyakan kinerja CKTRP soal mengawasi pembangunan melanggar.

“Lurah nggak pernah dianggap. Karena itu urusan pengawasannya petugas CKTRP,” ujarnya.

Meski begitu, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat sepertinya tidak mau tahu dengan pembangunan melanggar yang semakin marak di wilayah Jakarta Pusat.

Begitu juga, Kadis CKTRP Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto saat ditanya tentang maraknya pelanggaran pembangunan tidak pernah merespon dan hanya dibaca doang pesan singkat melalui Whats App (WA). (Irvan/WRC)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top