Ibukota

Begini Aksi Kucing-kucingan Satpol PP dan Pekerja Proyek Galian Tanah Tak Berizin di Kembangan

Ayonews, Jakarta

Pelaksanaan galian tanah di Jalan Raya Kembangan Selatan, RT 05/01, Kembangan, Kota Administrasi Jakarta Barat sangat mengganggu ketentraman dan kenyamanan warga sekitar.

Bagaimana tidak, lalu lalang puluhan kendaraan truk pengangkut tanah ditambah alat berat penggali lobang membuat
suara bising.

Sodik, salah seorang warga yang tinggal sekitar proyek galian mengaku terganggu dengan adanya proyek tersebut.

“Kami sangat terganggu pak dengan mesin-mesin truk pengangkut tanah dan alat berat. Ditambah lagi debu yang ditimbulkan tanah yang jatuh di jalanan, apalagi kalau turun hujan,” ujarnya.

Menurutnya, sudah sangat banyak tanah yang diangkut dari lokasi tersebut.

“Kira-kira sudah lebih dari 500 truk tanah yang diangkut dari lokasi galian. Coba aja bapak cek, lokasi galian sudah seperti kubangan,” ungkapnya.

Sekjen LSM Dewan Rakyat Pemantau Sengketa (DERAS), Anggiat, yang dimintai komentarnya terkait pelaksanaan kegiatan galian tanah tersebut mengungkapkan, bahwa izin galian proyek tersebut tidak ada.

“Kami menduga perusahaan yang melakukan galian tanah di lokasi proyek tersebut tidak mengantongi izin galian yang dikeluarkan PTSP DKI,” tukasnya.

Dugaan tidak adanya izin galian dalam pelaksanaan proyek tersebut, ungkap Anggiat, karena pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada pihak Satpol PP dan Sudinhub Jakbar.

“Saya sudah klarifikasi langsung dengan Kasudinhub Jakbar dan Kasatpol PP Jakbar perihal izin galian proyek itu. Setelah kita klarifikasi, kedua instansi tersebut action ke lokasi dan langsung mengambil tindakan penutupan ,” terangnya.

Anggiat meminta Satpol PP dan Sudinhub Jakbar melakukan tindakan tegas setelah melakukan penutupan areal.

“Kita minta adanya tindakan tegas terhadap semua pelanggaran yang terjadi di lapangan. Sebab kita dapat laporan, setelah ditutup siang oleh Satpol PP, malamnya mereka kembali beroperasi,” ungkapnya.

Pihaknya menduga ada oknum-oknum yang bermain dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga seperti kucing-kucingan.

“Kami menduga ada oknum yang bermain dalam proyek ini, sehingga terjadi kucing-kucingan,” paparnya.(Maruli Siahaan/WRC)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top