Ibukota

Odong-odong Makin Menjamur, Tokoh Masyarakat: Pemkot Jakpus Belagak Budeg 

Ayonews, Jakarta

Angkutan modifikasi Odong-odong berseliweran dan wara-wiri di kawasan Jalan Rawasari Barat Raya, persisnya di perempatan depan Pasar Rawa Sari, Jalan Rawa Selatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Keberadaan Odong-odong ini kerap kali dikeluhkan masyarakat lantaran menaiki dan menurunkan penumpang di badan jalan. Selain itu, angkutan kendaraan odong-odong ini juga membuat bising di lingkungan karena menggunakan musik dengan pengeras suara bervolume besar.

“Waduh, jadi tambah banyak saja ini kendaraan modifikasi Odong-odong yang ngetem di depan perempatan jalan yang menuju ke kantor pelayanan warga Kecamatan Cempaka Putih. Tapi kenapa tidak ditertibkan petugas,” cetus Maman warga Cempaka Putih, Kamis (09/04/2020).

Basnur (52) tokoh masyarakat Jakarta Pusat menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat tidak serius melakukan penertiban angkutan odong-odong tersebut karena keberadaan odong-odong ini tidak hanya di Cempaka Putih melainkan menjamur pula wilayah Johar Baru.

Menurut tokoh ini, kendaraan yang dimodifikasi menjadi Odong-odong ini, selain melanggar Undang-undang (UU) nomor: 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor: 5 tahun 2014 tentang transportasi.

“Keberadaan odong-odong ini juga sangat minim aspek keamanan dan keselamatan para penumpang, karena dimodifikasi dari kendaraan motor roda dua menjadi kereta pengangkut orang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” tandasnya.

“Pemkot Jakpus belagak budeg kali,” tambahnya.

Sementara Kasudin Perhubungan Jakarta Pusat, M. Soleh ketika dikonfirmasi hal tersebut melalui via telepon belum menanggapi. (Irvan S/WRC)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top