Ibukota

Kasatpol PP DKI Ngaku Jengkel Sama PKL Jalan Garuda Raya, Pedagang: Nggak Usah Munafik, Gue Setoran Tau!

Ayonews, Jakarta

Pemerintah Kecamatan Kemayoran tutup mata terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) pembohong yang sudah bertambah-tahun menggelar lapak dagangannya di pejalan kaki, Jalan Garuda Raya, Kemayoran.

Keberadaan PKL ini membuat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta, Arifin menerima jengkel karena telah menerima pedagang kuliner ini semaunya berjualan di pedestrian maupun halte dengan menggunakan tenda dan lain-lain.

Ironisnya lagi, para PKL ini juga tidak mengindahkan aturan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tentang darurat Covid 19.

Kepada Wartawan, Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta Arifin dengan nada kesal, seluruh pedagang ini harus dibersihkan dari pejalan kaki Jalan Garuda Raya, Kemayoran.

“Pedestrian jalan seluruhnya di kuasai pedagang. Tidak sedikit pun pedagang menyisahkan jalan buat pejalan kaki.,” Tegas Arifin di lokasi Jalan Garuda Raya bersama anak buahnya saat mensosialisasikan kebijakan PSBB yang di keluarkan pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta nomor: 33 didampingi Sekdis Herry Purnama, Kasatpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan, di lokasi, Jumat (09/04/2020) kemarin.

Mantan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan akan mengundang para pedagang Jalan Garuda Raya ini. “Jika pedagang tidak mengindahkan Peraturan Daerah (Perda) nanti barang barangnya akan kita angkutin,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang makanan bakar yang memanfaatkan Halte Jalan Garuda Raya meminta, selama dua tahun lebih aman-aman saja berdagang. Selain itu, bukan gratis buka lapak di tempat itu.

“Sudah bertambah tahun di sini berjualan, baru malam ini Satpol PP dibatalkan dan akan ditutup padahal kami berjualan untuk mencari makan juga. Kita juga setoran. Sok munafik lah itu Pol PP.

Sekedar diakui, pedagang yang terdaftar Jalan Garuda Raya ini eksotik Lokasi Sementara (Loksem) JP yang dibina Sudin PPKUKM Jakarta Pusat.

Namun, sejak beberapa tahun lalu, kontrak pedagang ini tidak diperpanjang lagi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat yang ditertibkan camat dan lurah. (Irvan S / WRC)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top