Ibukota

Manfaatkan Darurat Covid-19, Pembangunan Gedung Tidak Sesuai Izin Menjamur di Jakpus


Ayonews, Jakarta

Gegara darurat Covid 19 di wilayah DKI Jakarta, berimbas terhadap pembangunan menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah Jakarta Pusat. Tak pelak pembangunan ini menjadi tambah banyak lantaran tidak diawasi petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) tingkat kecamatan maupun Suku Dinas (Sudin) Jakarta Pusat.

Sekadar diketahui, pengawasan pembangunan menyalahi IMB di wilayah ini kedodoran karena petugas CKTRPJakarta Pusat, bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), sehingga, pembangunan menyalahi Izin semakin menjadi-jadi. Ironisnya, Pemkot Jakpus tutup mata dan telinga.

Sementara, pembangunan terletak di bilangan Jalan Kartini III RW 05 Kartini dipertanyakan warga sekitar karena secara kasat mata IMB yang menempel di lokasi pembangunan untuk 4 lantai. Namun pembangunan hingga 4 lantai lebih.

“Pembangunan ini sudah jelas tidak sesuai IMB. Kenapa masih jalan terus. Kalau dibiarkan bisa tambah banyak bangunan seperti ini,” cetus Ujang salah satu warga, Senin (06/04/2020).

Menurut dia, sebelum mewabahnya Virus Corona Covid 19 di DKI Jakarta, pembangunan serupa kerap kali ditemui di wilayah Jakarta Pusat, bahkan hingga sekarang pembangunan tidak sesuai izin beranak pinang disebabkan, pengawasan dari petugas CKTRP tingkat Kecamatan hingga Suku Dinas (Sudin) CKTRP Jakarta Pusat masuk angin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Pemantau Penyimpanan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irinato Napitupulu menambahkan, dengan kebijakan Aparat Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) begini lah jadinya. Contohnya, pelanggaran pembangunan tidak sesuai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) semakin marak di wilayah Jakarta Pusat.

“Yang jadi pertanyaan apakah petugas CKTRP ini benar-benar bekerja atau tidur di rumah. Saya tegaskan tidak efektif ASN bekerja di rumah karena mereka petugas di lapangan banyak yang perlu di awasi,” tegasnya.

Dari pantauan di lapangan, pembangunan serupa juga ditemukan di Jalan Dwi Warna A RT 06/01 Kartini, di lokasi pembangunan menempel IMB untuk 3 lantai, tapi dibangun hingga 4 lantai lebih. Kemudian, pembangunan Jalan Pintu Air V, Jalan Samanhudi Pasar Baru, pembangunan Jalan Tanah Abang I Gambir, dan pembangunan kontruksi baja Jalan Garuda Kemayoran.

“Pembangunan tidak sesuai izin harus dihentikan dahulu.”Harus dihentikan dulu oleh petugas CKTRP Kecamatan Sawah Besar supaya pembangunan yang melanggar atau tidak sesuai izin seperti itu tidak tambah banyak. Kalau petugas CKTRP tidak menindak berarti ada apa-apanya nih,” tandasnya. (Irvan S/WRC)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top