Nasional

Pernah Bantu Korban Covid-19 di Jakarta, Pedagang ini Meninggal di Tasikmalaya

Ayonews, Kabupaten Tasikmalaya
Beredar foto-foto Jasad warga Karangnunggal Kabupaten Tasik yang menjadi korban kematian karena virus korona dibungkus plastik oleh petugas medis yang memakai Alat Pelindung Diri (APD) Corona di grup-grup WhatsApp.

Diduga korban bernama Rosta (47) itu meninggal setelah positif korona di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SMC Singaparna, Tasikmalaya, Selasa (24/03) dini hari. Acara  penguburan dilakukan oleh beberapa petugas yang mengenakan hazmat atau Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Mirisnya, acara penguburan itu hanya dihadiri tak lebih dari sepuluh orang saja.

Menurut seorang saksi yang enggan menyatakan identitasnya, warga Kampung Panembong RT 0055 / RW 002, Cibatuireng, Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat itu baru pulang dari Jakarta sekitar 10 hari yang lalu.

Baru beberapa hari di kampung halaman, korban mengalami  demam. Masalah ini terjadi selama minggu. Senin (23/3/2020), sekitar pukul 18.00 WIB, korban dijabarkan di Klinik H.Sayat Medika, Cipatujah.

Oleh dokter klinik (dr. Tian) akan dirujuk dan sudah berkonsultasi dengan dokter ahli Paru. Namun demikian, keluarga kembali karena alasan biaya yang diperlukan kembali pulang ke rumah.

Begitu sampai ke rumah, menghadapi korban Makin parah.Demam tinggi, batuk Dan penuh nafas.

Kepala Desa Cibatuireng, Jajang Sihabudin, begitu mendengar ada yang melebihi soal melapor ke Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 Puskesmas Karangnunggal.

Kades Jajang Pertemuan Peresmian Pasien siap dirujuk ke Rumah sakit untuk dibujuk dan dicek positif atau tidaknya terjangkit Covid-19. “Biaya ditanggung pemerintah,” tegas Jajang menjelaskan pada keluarga korban.

Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 Puskesmas Karangnunggal, segera membawa ambulan Sigesit khusus untuk evakuasi pasien yang terjangkit Covid-19 yang ada di Puskesmas Cipatujah.

Bersama tim medis yang telah dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) langsung berangkat ke rumah warga tersebut di Kp.Panembong, Cibatuireng, Karangnunggal untuk dievakuasi serta langsung dibawa ke Rumah Sakit SMC Singaparna.

“Sebelum meninggal, korban pernah bercerita sama pertapa jika di Jakarta pernah membantu korban dengan fakta yang sama seperti dia sebelum meninggal. Di Jakarta dia pernah membantu pasien kasus kemungkinan Covid-19,” papar Jajang.

Dari hasil pemeriksaan, Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 Puskesmas Karangnunggal
mengorbankan kesadaran: CM, gelisah sesak, tanda vital: 130/90, nadi: 122 x / m, RR: 40, Suhu: 37,7, Saturasi O2 : 77, Komirbiditas tidak ada.

Sebagai antisipasi, Tim ikut Muspika Karangnunggal antara lain:
1. Mendata kontribusi orang tersebut
2. Mendata keluarga dan warga sekitar Pasien ini sudah kontak untuk diarahkan ke Puskesmas untuk mendapatkan ODP.
3. memberikan Edukasi kepada keluarga dan warga agar dapat menyesuaikan diri selama 14 hari;
2. melakukan pemantauan selama 14 hari;
3. menerima imbauan kepada masyarakat agar tidak rumit dan tetap tenang dengan tidak membantu dengan ODP selama dalam interaksi, jauhi kerumunan dan banyak berdiam di rumah . (Yulianus Zebua / WRC Tasikmalaya)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top