Nasional

Motor Terancam Jadi Moda Transportasi Ilegal, Ribuan Driver Ojol TIPOSI 2020 Mau Kepung DPR

Ayonews, Jakarta
Sikap anggota DPR dari Komisi III yang menolak merevisi Undang-undang No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (UU LLAJ) tentang roda dua sebagai angkutan umum menuai kecaman dari para driver ojek online (Ojol) se-Indonesia.

Pasalnya, dengan tidak direvisinya pasal yang mengatur bahwa moda transportasi roda dua bukan sebagai angkutan umum menjadikan ojek online transportasi ilegal karena tidak memiliki payung hukum.

Salah satu kecaman datang dari kelompok ojek online yang menamakan dirinya “Tahun Ideal Perjuangan Ojol Seluruh Indonesia 2020” (TIPOSI 2020). Sebagai aksi protes, TIPOSI 2020 bakal “menghijaukan” Gedung DPR /MPR RI.

Kordinator aksi, Nano Kusuma Wijaya menegaskan bahwa politisi DPR tidak memiliki keberpihakan pada orang kecil. Menurutnya, sebagai wakil rakyat seharusnya Komisi III DPR RI bisa peka dengan dampaknya bila angkutan roda dua tidak dijadikan sebagai moda transportasi umum.

“Masa depan jutaan driver online bakal menderita. Tidak ada payung hukum yang bisa melindungi aktivitas mereka dalam mencari rejeki di jalanan. Mereka dianggap angkutan ilegal yang sewaktu-waktu bisa terancam kehilangan mata pencahariannya,” ujar driver Ojol yang akrab disapa Kong Nano ini, Kamis (27/2/2020), di Jakarta.

Karena itu, lanjut Kong Nano, sebagai aksi protes, TIPOSI 2020 bakal mengepung Gedung DPR RI pada Jumat (28/2/2020) besok.

“Ribuan driver online se-Indonesia bakal mengepung gedung DPR,” tegasnya.

Dalam aksinya nanti, lanjutnya, TIPOSI 2020 mendesak para wakil rakyat dalam beberapa poin berikut. Di antaranya; pertama, meminta pihak otoritas untuk merevisi ulang Undang-undang No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (UU LLAJ).

Kedua, TIPOSI 2020 menuntut pihak otoritas yang berwenang untuk melegalkan moda transportasi roda dua sebagai angkutan khusus terbatas.

Ketiga, TIPOSI menuntut Komisi V DPR untuk melibatkan secara resmi perwakilan Ojol untuk ikut merumuskan RUU Revisi UU no 22 tahun 2009 (terkait pasal pasal yang nantinya akan berhubungan dengan ojol).

Keempat, TIPOSI 2020 menginginkan Ketua & Wakil Ketua Komisi V DPR RI untuk hadir menemui seluruh massa ojol yang hadir dan memberikan klarifikasi terkait pernyataannya dari atas mobil komando.

Kelima, TIPOSI 2020 menuntut pemerintah serta seluruh aparatur terkait memberikan solusi nyata demi keberlangsungan hajat hidup orang banyak, khususnya seluruh masyarakat yang berprofesi sebagai mitra driver ojek online, bilamana nantinya kelak tuntutan dan harapan massa Ojol tidak diakomodir.

Disinggung ide TIPOSI 2020, Kong Nano menyatakan bahwa gerakan ini muncul berdasarkan keprihatinan bahwa profesi ojek online seperti dianaktirikan oleh negara.

“Padahal, jutaan driver ojol bisa hidup dan menggantungkan nasibnya di jalan raya menggunakan roda dua. Apa pemerintah dan para wakil rakyat di gedung mewah itu bisa mencarikan pekerjaan lain buat kami kalau Ojol jadi angkutan ilegal?” cetusnya.

Karena itu, tegas Kong Nano, demi tetap tegak serta terjaganya marwah serta kemurnian dari pada semangat perjuangan solidaritas satu aspal, TIPOSI 2020 meminta kepada driver Ojol se-Indonesia untuk mendukung aksi ini.

“TIPOSI 2020 adalah suatu aliansi taktis perjuangan Ojol Indonesia yang terbentuk pada pertemuan beberapa pentolan dan tokoh komunitas Ojol nasional di Gajah Mada, Jakarta Pusat,” tutupnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu, mendukung wacana pengaturan area lintas kendaraan roda dua untuk menjadi salah satu langkah mengatasi kesemrawutan di jalan raya. Menurut dia, wacana pengaturan itu bermanfaat karena dapat menurunkan angka kecelakaan di jalan raya.

Senada dengan Masinton, Wakil Ketua Komisi V DPR Nurhayati Monoarfa, mengatakan area kendaraan roda dua harus diatur. Nurhayati tak menampik bahwa kendaraan roda dua akan mempermudah masyarakat luas beraktivitas.

Seperti di ibukota, kata Nurhayati, kendaraan roda dua harus diatur. Karena kendaraan umumnya sudah baik seperti adanya moda raya terpadu dan lain-lain.(Ismail/WRC)

Most Popular

To Top