Megapolitan

Toilet DPRD Kota Tangsel Jorok, Berlumut, Banyak Kecoa, Belatung & Tikus Wara-wiri

Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tangerang Selatan.

Ayonews, Tangsel

Kondisi gedung DPRD Kota Tangerang Selatan sangat miris. Bangunannya banyak yang rusak. Temboknya terasa ringkih dan mudah runtuh, plafon terlihat kusam, toilet kotor, jorok dan bau. Belum lagi atapnya bocor di mana-mana saat musim hujan tiba.

Di tiap sudut ruangan terlihat banyak ember bergeletakan sebagai penampung air saat hujan. Kondisi plafon sepertinya sudah dibiarkan dalam waktu lama. Sebab plafon terihat sampai menghitam, berjamur dan berlumut. Bukan cuma tidak ada kesigapan untuk megantisipasi musim hujan tiba, tapi juga memang sengaja dibiarkan tanpa dirawat.

Di sudut lain, anak tangga menuju lantai atas terlihat tidak rapih. Ubinnya banyak yang renggang. Jika ada gempa sedikit saja anak tangga itu pasti ambruk. Pengerjaan proyek pembangunan gedung ini tidak professional dan terkesan asal-asalan.

Maklum, sudah jadi rahasia umum yang namanya proyek pemerintah dibangung asal-asalan karena banyak duit titipan buat siluman-siluman dan siraman duit keamanan ke para oknum tikus-tikus negara. Jadi kontraktornya selalu mencari akal supaya dengan anggaran seadanya, bangunan bisa berdiri.

Belum lagi di bagian toilet. Kondisinya hampir sama dengan toilet-toilet di pasar. Mungkin masih mendingan di pasar tradisional. Karena berbayar, meski tak bagus seperti gedung dewan, sehari bisa tiga sampai empat kali dibersihkan sama penjaga toilet. Nggak demikian di toilet gedung dewan ini. Entah office boy-nya malas, atau memang tidak ada sama sekali anggaran buat perawatan gedung.

Toilet pria paling parah. Sudah saluran air mampet, bau pesing, kotoran di mana-mana. Belum lagi menjadi sarang kecoa dan belatung di beberapa sudut ruangan. Sesekali tikus juga berseliweran wara wiri entah dari dari mana asalnya.

Kondisi ruangan anggota dewan juga nggak jauh beda. Temboknya terlihat ada yang retak. Plafon bocor dan berlumut. Ruangan terasa pengap. Saat AC dinyalakan malah menimbulkan bau tak sedap. Yang paling parah adalah di ruangan rapat komisi IV. Padahal, komisi IV merupakan mitra dari Dinas Bangunan dan Penataan Ruang.

Parahnya tak jauh berbeda dengan ruangan rapat paripurna. Ruangan yang dijadikan para anggota dewan membuat sebuah keputusan penting buat rakyat Tangsel, kondisinya menyedihkan. Plafon dan atap juga bocornya merata. Ruangan juga terlihat jarang dibersihkan. Banyak debu dan kotoran menempel di tembok dan di sudut-sudut lantai ruangan.

“Anggarannya sangat fantastis mencapai Rp 200 miliar. Tapi kualitas bangunannya sangat buruk. Saya sendri nggak betah kerja di kantor seperti ini. Mau BAB atau buang air kecil aja lebih nyaman di pom bensin ketimbang di gedung dewan,” keluh Sekretaris Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Aji Bromo Kusumo saat ditemui Ayonews di Gedung DPRD Kota Tangsel, akhir pekan kemarin.

Sejak awal duduk sebagai wakil rakyat, Aji sudah mempertanyakan kepada dinas terkait bagaimana waktu dulu gedung DPRD Kota Tangsel ini dirancang. Saat Rakor evaluasi juga sudah disampaikan segala macam penjelasan oleh Dinas Bangunan dan Penataan Ruang.

“Sampai tahun berganti tahun, nggak kelihatan adanya perbaikan sama sekali. Apa kata rakyat kalau kantor wakil rakyat yang dibangun menggunakan uang rakyat tapi hasilnya seperti ini. Rakyat juga nggak mau berlama-lama datang ke gedung ini,” katanya kepada Ayonews, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Aji, fraksinya sudah membahas kondisi gedung wakil rakyat evaluasi akhir tahun di triwulan tiga dan empat. Dalam dua kali rapat koordinasi, Fraksi PSI menyampaikan dengan keras dan mendesak Dinas Bangunan dan Penataan Ruang segera melakukan perbaikan secara keseluruhan gedung DPRD Kota Tangerang Selatan.

“Padahal belum setahun perbaikan. Tapi sudah rusak parah lagi,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Aji, PSI akan menelusuri detail desain awal pembangunan gedung, Detail Engineering Design (DED), kesesuaian RAB dengan kondisi di lapangan, pengawasannya dan Mekanikal Elektrical (ME).

“Bangunan yang kualitasnya di bawah standar kok bisa diserahterimakan dari kontraktor ke Pemkot. PSI akan mengeskalasikan masalah ini lebih jauh. Kami juga akan mengusulkan dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh lembaga independen yang berotoritas serta berkompeten dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengusut tender-tender bermasalah seperti ini,” tutupnya.(Meika Ardhianto/WRC)

Most Popular

To Top