Kesehatan

Usia 60 Tahun ke Atas Saat Susah BAB Bisa Berisiko Kematian

SAKIT perut secara tiba-tiba pasti pernah dialami semua orang. Entah karena mules, nyeri-nyeri atau ada gangguan pencernaan lainnya. Lebih dari 50% dari orang dewasa pernah mengalami nyeri di perut. Sementara orang berusia lanjut di atas umur 60 tahunan kerap mengalami nyeri di perut bisa mencapai 6 sampai 8 kali. Sehingga bisa berrisiko kematian lebih tinggi hanya karena saluran pencernaan yang terganggu.

Masala nyeri di perut jangan dianggap enteng. Nyeri di perut bisa terjadi karena kram usus. Masalah di bagian pencernaan ini bisa berasal dari pola makanan yang tidak sehat. Banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak tinggi dan rendah serat bisa menyebabkan susah BAB.

Stres juga menjadi salah satu penyebab nyeri di perut. Dan ada beberapa penyebab lainnya.Dalam dunia medis, masalah nyeri di perut ini butuh penanganan spesial yaitu dengan pengobatan antispasmodic.  Obat  antispasmodik ini memiliki cara bekerja mengendurkan otot-otot saluran pencernaan. Antispasmodic  ini bekerja tepat di saluran cerna dalam perut alias usus. Biasaya, para wanita menggunakan antispasmodik  untuk meredakan nyeri haid.

Susah buang air besar (BAB) juga merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan. Susah BAB merupakan pengeluaran air besar yang tidak tuntas ditandai kotoran yang jarang dan/atau sulit keluar. Frekuensi BAB tidak memuaskan, misalnya kurang dari 3 kali seminggu. Atau sulit mengeluarkan kotoran akibat terlalu keras.

Susah BAB juga kerap dialami anak-anak. Rata-rata tiap anak kejadiannya mencapai 14%. Umumnya dialami anak laki-laki ketimbang perempuan. Karena anak laki-laki biasanya memiliki ketidakmampuan dalam mengontrol buang air besar yang lebih tinggi. Pengobatan pada kasus susah BAB dapat mengunakan laksatif atau obat pencahar.

Meski demikian, mencegah lebih baik daripada mengobati. Bila seseorang mengalami susah BAB, sebagian orang memiliki sugesti mengatasinya dengan beberapa cara. Di antaranya; pertama, pertama memperbanyak minum air putih. Memang banyak minum air bukan salah satu cara untuk menyembuhkan susah BAB. Minum banyak air hanya dapat mencegahnya. Air berfungsi melunakkan feses, sehingga memudahkan buang air besar atau BAB.

Susah BAB terjadi karena feses menjadi keras, tersumbat, dan menumpuk. Ketika seseorang minum banyak air dengan anggapan bisa menyembuhkan sembelit, air hanya memberikan efek kembung. Air memang akan diserap oleh usus dan dibuang melalui urine atau air seni.

Kedua, ada juga yang percaya bahwa banyak mengonsumsi makanan berserat dapat melancarkan sistem pencernaan dan BAB. Memang banyak konsumsi makanan berserat bukan cara untuk mengobati sembelit. Banyak mengonsumsi makanan berserat paling tidak bisa mencegah masalah susah BAB.

Ketiga, ada yang percaya kopi yang mengandung kafein dapat melancarkan pencernaan. Sebagian pria percaya minum kopi di pagi hari bisa melancarkan BAB. Meski secara medis justru kafein bisa membuat lambung yang sudah asam menjadi lebih asam. Ketika larutan asam itu masuk ke pencernaan, usus bisa teriritasi, apalagi saat perut kosong.

Dampaknya, daya serap usus menjadi berkurang karena dindingnya teriritasi oleh zat yang terlalu asam. Memang kopi bukan jawaban untuk meringankan gejala susah BAB, tapi sugesti kadang di luar kemampuan analisis ilmiah.

Keempat, faktor usia bisa menyebabkan susah BAB. Ketika usia semakin tua, saluran pencernaan sudah tak lagi selentur saat usia Anda masih muda. Apalagi bagi mereka yang jarang berolahraga. Olahraga menjadi faktor penting untuk menjaga kelenturan usus dalam mengatasi susah BAB.

Kelima, stres juga menyebabkan susah BAB. Karena stres dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dengan cara menyebabkan kondisi depresi atau tertekan. Sehingga menghambat sistem saraf pusat untuk dapat bekerja secara optimal. Kerja usus juga dikontrol secara parasimpatis atau tidak disadari oleh pikiran melalui sistem saraf pusat.

Dalam kondisi stres, kerja peristaltik usus jadi tidak optimal karena adanya gangguan di sistem saraf pusat. Dengan demikian, gerakan usus untuk meremas-remas makanan dan mendorongnya hingga menjadikan feses tidak bekerja dengan baik. Inilah yang memicu kondisi susah BAB.***

 

Most Popular

To Top