Ibukota

Bikin Ibukota Acak Kadut, Pasukan Oranye: Wooi, Wan Toaaa…, Mau Mundur Atau Dilengserin Rakyat Jakarta…?!

Ayonews, Jakarta

Balaikota kembali menjadi sasaran aksi demo. Kali ini ratusan pendemo berseragam oranye menggeruduk kantor dinas Gubernur Anies Baswedan di Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Rabu (22/1/2020).

Kedatangan para pendemo yang semula dikira pasukan PPSU ini membuat petugas pengamanan dalam (Pamdal) balaikota terkejut. Mereka tak menyangka, “pasukan oranye” itu ternyata sekelompok warga ibukota yang menuntut Anies Baswedan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Para petugas pun kalang kabut. Serentak mereka membuat pagar betis. Pintu gerbang langsung ditutup, mencegah para pendemo merengsek masuk. Tak lama kemudian, sepasukan anggota polisi berdatangan, ikut membantu Pamdal melakukan aksi pengamanan.

Demo ini dilakukan kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Jaga Indonesia (GJI). Berseragam kaos warna oranye bertuliskan “The power of Orange” mereka melakukan aksi unjuk rasa menuntut  Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan segera mundur diri dari jabatannya.

Aksi yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB itu berjalan dengan aman. Tidak ada aksi tandingan yang dikerahkan Anies seperti aksi-aksi warga Jakarta yang meminta pertanggungjawaban Anies Baswedan atas kelalaiannya dalam penanganan bencana banjir awal bulan Januari 2020 kemarin.

Kordinator Aksi, Boedi Djarot dalam orasinya menyatakan bahwa Gubernur Anies Baswedan dinilai tak hanya tidak bisa bekerja, tapi juga telah banyak melanggar aturan, sehingga membuat ibukota berantakan.

“Cukup dua tahun ini saja Anies mimpin Jakarta. Sudah saatnya warga melengserkan Anies dari jabatannya. Jangan sampai Anies ngurus Jakarta lima tahun ke depan. Bisa-bisa Jakarta berantakan, duit rayat teruras sia-sia,” teriak Boedi melalui pengeras suaranya. “Woi Wan Toa…, mau mundur sendiri, apa rakyat yang paksain lengser,” teriak pendemo lainnya.

Dalam orasinya, Boedi mengungkapkan, sudah banyak bukti pelanggaran hukum yang dilakukan Gubernur Anies. Mulai dari indikasi kongkalingkong anggaran dan berbagai kebijakan yang kontroversial. Sehingga membuat pembangunan di Jakarta menjadi terbelakang.

Anies juga dinilai telah lalai dalam menangani dan menanggulangi banjir Jakarta sehingga banyak yang menjadi korban, baik nyawa maupun materi.

“Tak ada alasan lagi bagi Anies untuk mengelak dari kegagalannya dalam memimpin Jakarta. Saat ini adalah waktunya Anies dilengserkan!” ujar Boedi seraya diiringi teriakan massa pendemo; “Rakyat Jakarta bersatu tak bisa dikalahkan, Anies mundur….Wan Aibon mundur…!”

Boedi juga meminta para wakil rakyat di DPRD DKI Jakarta jangan cuma diam saja dengan berbagai tindakan dan sepak terjang Anies Baswedan yang telah merusak tatanan kehdupan di Jakarta.

“Kami akan terus mendesak Anies mundur. Kami juga meminta anggota DPRD segera memproses Anies secara undang-undang agar segera dimakzulkan,” tandas Boedi seraya mengancam akan membawa massa lebih besar lagi dan akan menduduki balaikota. Sampai Anies mundur sendiri atau dimundurkan oleh warga Jakarta.(Aan Mulyana/WRC Indonesia).

 

Most Popular

To Top