Nasional

Anies Babak Belur, Semua Fraksi DPRD Sudah Setuju Pansus Banjir, Gerakan #SaveJakarta: Makzulkan Gubernur! 

Ayonews, Jakarta

Desakan agar Anies Baswedan dimakzulkan atau dipecat dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta terus bergulir kencang. Berbagai elemen masyarakat terus menyuarakan agar Anies segera mengakhiri jabatannya sebagai orang nomor satu di Jakarta.

“Anies hanya melanjutkan program gubernur sebelumnya. Kebijakan-kebijakannya yang dia buat malah merusak yang sudah ada. Membuat program pun tidak memihak pada kebutuhan rakyat Jakarta,” ujar Sekjen Kawal Indonesia Andre Vincent Wenas melalui pesan singkatnya via WA, di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan Jakarta atau #Save Jakarta ini mengaku sudah mengerahkan banyak elemen masyarakat untuk bergabung dan melakukan langkah kongkrit mendesak Anies Baswedan mencopot jabatannya sebagai Gubernur DKI.

Soal janji-janji politiknya saat kampanye dulu, menurut Andre, saat ini rakyat Jakarta sudah pintar menilai. Sebagian banyak yang sudah sadar telah dikibulin Anies. “Tapi dengan adanya kelalaian dengan unsur sengaja memangkas anggaran banjir, sehingga Jakarta tenggelam di awal tahun baru kemarin, ini sudah keterlaluan dan melanggar undang-undang Tentang Penanggulangan Bencana. Anies wajib diimpeach! Kalau 70% DPRD setuju, Anies babak belur,” tegas Andre.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana mendukung penuh upaya Gerakan Selamatkan Jakarta untuk menempuh upaya hukum dan politik untuk memakzulkan Anies Baswedan dari jabatannya sebagai gubernur.

“Impeachment sesuatu hal yang berat. Kenapa seorang gubernur bisa diimpecah. Impeachment secara politik nggak gampang,” kata William saat peluncuran buku “Ekspresi Politik Milenial: Dari Anak-anak Muda untuk Indonesia” di kantor DPP PSI, Jl KH Wahid Hasyim, Tenabang, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Meski demikian, William mendukung inisiasi adanya upaya hukum dan politik yang dilakukan berbagai kelompok masyarakat demi menyelamatkan ibukota. “DPRD DKI sudah menyiapkan Pansus banjir untuk mengevaluasi secara total. Pansus banjir ini sudah disetujui semua fraksi. Ini langkah politik yang sudah dilakukan Fraksi PSI di legislatif,” papar William.

William memberikan dukungan penuh dengan mengisahkan perjuangannya saat menjungkalkan kebijakan Anies yang melakukan penutupan jalan di Jati Baru, Tanah Abang. Saat baru beberapa hari memimpin ibukota Anies memberikan tempat jualan para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jatibaru. Meski sudah diperingatkan kepolisian dan Kemenhub bahwa langkahnya mengganggu lalu lintas, Anies tak bergeming.

Ternyata, bersama Zico Leonard Diagardo, kawannya, gugatannya dikabulkan Mahkamah Agung. Dalam Putusan Nomor 38/P.PTSVIII/2019/42 P/HUM/2018, MA mengabulkan permohonan keberatan hak uji materil William dan Zico Leonard Djagardo tersebut sebagian;  menyatakan pasal 25 ayat (1), Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum bertentangan dengan Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dan tidak berlaku umum;  memerintahkan kepada Panitera Mahkamah Agung untuk mengirimkan salinan putusan ini kepada Sekretariat Daerah untuk dicantumkan dalam Berita Daerah;  menolak permohonan para pemohon yang lain dan selebihnya; 5. Menghukum Termohon untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah).

“Dengan amar putusan MA tersebut, konsekuensinya Gubernur DKI Jakarta tidak hanya harus menertibkan PKL di jalanan Jati Baru tapi diseluruh DKI Jakarta,” kata mantan mahasiswa jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Tapi dalam pelaksanaanya, lanjut William, sampai hari ini banyak PKL dibiarkan berdagang di atas trotoar. “Ini ada dasar hukumnya. Perda sudah dicabut. PKL harus ditempatkan di tempat yang khusus. Padahal PKL di trotoar itu dikutipin preman kok. Ini aja Anies masih berani membiarkan PKL berjualan di trotoar jalan,” ujarnya.(dm)

Most Popular

To Top