Hukum & Kriminal

Belagu Nantangin Ribut, Gerombolan Copet Senen Kocar-kacir Diuber Ratusan Ojol

VID-20200109-WA0017

Ayonews, Jakarta

Nyaris terjadi bentrok antara grup copet Stasiun Senen dengan grup ojek online (Ojol) pada Rabu malam (8/1/2020), sekitar pukul 23.00 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, acara bermula kompilasi seorang pengemudi ojol memergoki seorang pencopet yang sedang melakukan tindakan kejahatannya. Tak terima bila aksinya digagalkan, si copet itu menyeret teman-teman seprofesinya dan berusaha menyerang driver ojol tersebut.

Melihat dirinya terancam, sang sopir pun meminta tolong rekan-rekannya. Dalam sekejap, lawan ojol berdatangan dan balik menyerang kumpulan copet itu.

Lantaran kalah banyak gerombolan copet yang lolos kocar-kacir. “Mereka saat melarikan diri. Kami dan membalikan Polsek Senen ikut mengejar. Mereka kabur ke jalan Tangki,” jelas Zaki seorang pengemudi Ojol.

Melihat kondisi memanas, polisi dan petugas keamanan stasiun Senen pun turun tangan memenangi massa Ojol. “Sudah disetujui pihak berwajib,” katanya.

Menyikapi kejadian di Stasiun Senen perihal ojol vs copet, perwakilan komunitas ojol di sekitaran Stasiun Senen, petugas keamanan St. Senen, perwakilan dari PT. KAI St. Senen, dan petugas Polsek Senen,bersepakat untuk bekerja sama menumpas gerombolan copet yang kerap meresahkan para penumpang kereta api itu.

Dalam kesepakatan itu, ketiga pihak meminta kepada seluruh ojol yang pickup point/drop off di area Stasiun Pasar Senen agar tetap waspada.

“Kalau ada copet atau orang yg mencurigakan jangan segan-segan untuk berteriak meminta tolong teman-teman ojol yang berada di sekitar Stasiun Pasar Senen. Kami siap membantu,” kata seorang korlap komunitas.

Mereka juga berpesan kepada para penumpang yang baru mau naik atau turun kereta agar tetep berhati-hati. “Jangan banyak membawa uang berharga, perhiasan atau memperlihatkan handphone yang memancing copet beraksi,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga meminta peran serta Ojol dalam membantu mempersempit ruang kejahatan.
“Jangan segan-segan untuk membantu, berteriak agar komplotan copet tidak bereaksi. Jika ada yang ngetem motor kalian untuk duduk-duduk copet agar segera di halau, hal ini untuk mempersempit gerak kawanan copet,” ujar seorang petugas.

Namun demikian, petugas juga meminta bila terjadi aksi kejahatan, pihak komunitas ojol untuk segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

“Polisi tidak dapat memproses secara hukum, mengikuti tindak pidana jika tidak ada barang bukti, korban atau laporan korban dan pendapat. Karena itu, jika terjadi pencopetan jangan lupa untuk meminta identitas atau tidak ada HP. Ingat, tindakan hakim utama saksi menentang hukum yang akan menentang kita sendiri, “tandasnya. (Aldi / WRC Tekab Indonesia)

Most Popular

To Top