Ibukota

Gile Coy, Buzzer 5 M Pemprov DKI Bawa-bawa Mayat Disuruh Nge-Like Fanspage Facebook Anies Baswedan yang Popularitasnya Udah Nyungsep

Ayonews, Jakarta

Setelah popularitasnya nyungsep akibat banjir besar melanda Ibukota Jakarta pada awal tahun baru 2020, Rabu (1/1/2020), diduga kuat, Gubernur Anies Baswedan mengerahkan para buzzer.

“Buzzer yang dibiayai Pemprov DKI Jakarta itu harus bekerja mati-matian untuk memperbaiki citra bosnya yang amburadul,” ujar Bagus, sebut saja begitu programer sekaligus IT yang tinggal di Bintaro, Rabu (8/1/2020) di Jakarta.

Dalam lingkaran link resmi Pemprov DKI Jakarta?. Silakan cek kebenarannya.

Mengapa Anies bisa disebut mengerahkan para buzzer-nya? Jelas saja di fanspage Anies Baswedan terdapat link website resmi Pemprov DKI Jakarta, yakni https://jakarta.go.id/

Lucunya lagi dengan Si Mbah Google. Google saat ini menjadi mesin pencarian paling pintar dan paling jujur dan diakui oleh masyarakat dunia.

Ketika mengetik kalimat “Gubernur bodoh”, “Gubernur Bodoh sedunia” atau “gubernur dungu”, Mbah Google selalu memunculkan foto mantan Mendikbud yang dipecat Presiden Joko Widodo ini di urutan teratas hingga terbawah.

Dalam seminggu ini, semua media sosial, Anies Baswedan menjadi sasaran makian, cemoohan, dibikin meme lucu-lucuan, juga kemarahan para netizen.

Intinya, Anies dinilai netizen sebagai gubernur yang nggak bisa ngapa-ngapain, gubernur cuma pintar merangkai kata, tak mampu menata kota.

Beberapa aksi sindiran warganet soal Video Anies tentang kalimat “di mana-mana air dari langit masuk ke tanah, bukan dibuang pakai gorong-gorong besar ke laut, melanggar sunnatulloh,” terus dijadikan sindiran dan candaan kreatif.

Berbagai cara untuk memperbaiki citra pun dilakukan. Mulai dari terjun ke lokasi banjir sambil foto-foto dan selfie-selfie. Mengundang pendukungnya ikut ke mana Anies menyusuri perkampungan sambil foto bersama, sampai sempat-sempatnya merias wajah pakai make up di tengah orang lagi sibuk ngurusin banjir dan membersihkan rumah akibat lumpur.

Bahkan Anies juga berani berdebat dengan Menteri PUPR dan Presiden Jokowi soal penyebab banjir paling besar memakan korban jiwa dan harta benda. Ribuan mobil, puluhan ribu motor, ratusan ribu rumah tenggelam, puluhan orang meninggal dunia. Anies tetap bersikukuh itu bukan salahnya.

Para pendukungnya pun tak mau kalah membela Anies mati-matian. Mereka balas menyindir dengan mengatakan kalau banjir se-Indonesia pasti Anies. Ada juga yang pakai jurus Salawi (semua salah Jokowi). Sindiran kalau jadi presiden bisa atasi banjir dijadikan buat membalas dengan sindiran buat Presiden Jokowi.

Nggak sampai di situ, Anies juga diduga mengerahkan media mainstream untuk memperbaiki citranya. Indikator bahwa berita yang dipesannya itu menyebar ke seluruh media mainstream (besar), media besar yang berlindung di ketiak UU Pers, kontennya nyaris semuanya sama.

Meski massif, orang awam pun tahu kebodohan yang digerakkan tim buzzernya. Karena semua media mainstream, mulai dari judul, lead berita, isi dan kaki berita, nyaris cuma copy paste. Hanya sedikit sekali dipoles agar ada perubahan, tanpa menghilangkan maknanya.

Upayanya ternyata belum cukup. Kini Anies berupaya terus memperbaiki nama baiknya melalui media sosial Facebook dan Twitter.

Diduga kuat juga, Anies membayar mahal buzzer 5 M sebagai programmer agar fanspage Facebooknya di-like otomatis tanpa persetujuan oleh jutaan orang. Sampai berita ini diturunkan, tampak 1.660.064 akun Facebook yang me-likenya.

Gilanya lagi, akun Facebook milik orang yang sudah meninggal pun ikut me-like fanspage Anies Baswedan. Padahal, pemilik akun ini sudah meninggal sejak bulan Oktober tahun 2015 silam.

Ada pemilik akun bernama Ali Fachrie. Terakhir dia membuat status pada 18 Juni 2015. Beberapa teman-temannya, membuat status duka cita atas meninggalnya almarhum Ali Fachrie di tahun 2015.

Padahal jelas di tahun itu fanspagenya boro-boro ada, Anies sendiri belum terpilih jadi gubernur. Saat itu ibukota masih dipimpin Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Beberapa sahabat Ali Fachrie yang tampak mendoakan di lamannya di antaranya akun milik Suhajah Jainul. Dia membuat status duka cita:

Smoga persahabatan kita Barokah 😇
#Alfatihah utk Ali Fachrie, Iwan dai darmawan *kavlink 94
Ali Fachrie berbaju putih 😰
#iwan dai darmawan yg pake topi 😰
Baru nyadar klo duduk nya mengapit

Sementara akun milik Dewi Hamid mengirimkan status doa:
Al Fatihah utk alm.Iwan dan alm.Ali Fachri. semoga Allah memberikan tempat terbaik disisi Nya.
Aamiin Allahuma Aamiin 🙏

 

Bagus, mengungkapkan bahwa pasukan buzzer Anies Baswedan sudah menggerakkan banyak akun robot untuk meningkatkan jumlah like di fanspagenya.

Tak hanya itu, selain robot, para buzzer itu berhasil menjebol akun orang lain melalui celah-celah yang mudah mereka target. Biasanya akun yang sudah lama nggak dibuka atau nggak dipakai.

“Coba buka akun fanspage Anies Baswedan, kalau nggak merasa ngelike, tapi kok like fanspagenya, berarti akun Anda berhasil dijebol oleh tim buzzernya Anies,” ungkap Bagus.

Sebagai langkah awal mengamankan akun agar buzer itu tak bisa menjebol, menurut Bagus, harus pakai keamanan dua faktor.

“Soal ini, nanti maaf belum bisa saya ungkap. Tapi yang jelas, laporkan saja akun fanspage tersebut rame-rame ke Facebook sebagai kejahatan. Karena ini kejahatan IT juga,” tegasnya.(Tim WRC/Tekab Indonesia)

Most Popular

To Top