Uncategorized

Tagar #PSImingkemSoalJiwasraya Bentuk Kedunguan Politisi Demokrat & PSI Haters Bongkar Borok Sendiri

Ayonews, Jakarta

Berawal dari reaksi para politisi Partai Demokrat atas pernyataan Presiden Joko Widodo tentang skandal Jiwasraya. Eh, tiba-tiba Partai Solidaritas lndonesia (PSI) malah kesamber peluru nyasar. Penyanyi baladaIwan Fals pun ikut keserempet.

“Skandalnya ada di Jiwasraya sejak 10 tahun lalu. Kenapa PSI dan Iwan Fals jadi sasaran politisi Partai Demokrat? Lalu berbondong-bondong para buzzer-nya berusaha membingkai opini publik dengan tagar #PSImingkemSoalJiwasraya,” ujar Sekjen Kawal Indonesia, Andre Vincent Wenas, di tengah diskusi mingguan Komunitas Anak Bangsa (KAB) pada Kamis (26/12/2019).

Andre menduga, sepertinya para PSI haters berharap terbangun isu bahwa untuk kasus sebesar ini kenapa PSI mingkem.

Yang jadi pertanyaan, betulkah PSI mingkem soal kasus Jiwasraya? Apa sih pernyataan Pak Jokowi soal kasus Jiwasraya ini?

Begini ucapan beliau beberapa hari lalu bahwa Jiwasraya itu persoalan yang sudah lama sekali. “Mungkin 10 tahun lalu. Problem ini sudah, mungkin, tiga tahun, kami tahu dan ingin menyelesaikan masalahnya. Tetapi, ini bukan masalah yang ringan,” ujar Presiden Jokowi.

Nah, lanjut Andre, ini kan masalah manajemen mikro di salah satu BUMN. Ada salah kelola (miss-management) yang menurut pemeriksaan awal dari Kejaksaan Agung diduga ada indikasi korupsinya.

“Begitu ada bau-bau korupsinya langsung deh politisi Partai Demokrat baper. Lho kenapa mesti baper ya? Yah di situlah saya juga merasa prihatin — bergaya ala Pak Beye– dan belagak bingung ala Wan Abud,” cetus dosen Filsafat.

Menurut Andre, Jokowi hanya bilang bahwa gagal bayarnya Jiwasraya ini bukan lantaran sebab yang kemaren sore. Ini adalah akibat bom-waktu yang sudah ditanam bertahun-tahun lalu.

Menurut Andre, investasi reksadana berisiko tinggi demi tingkat pengembalian tinggi. Kabarnya yang sudah konsultasi dengan OJK (otoritas jasa keuangan).

“Terdengar janggal. Malah Jiwasraya terkesan buang badan alias coba lepas dari tanggungjawab,” ungkap politisi PSI asal Manado ini.

Duh, lanjut Andre, ini lucu sekali. Betul-betul demonstrasi kendunguan tanpa tedeng aling-aling. “Para oknum Partai Demokrat dan para PSI haters sepertinya sedang mengorek boroknya sendiri,” tambahnya.

Andreenduga, kemungkinan besar para haters PSI ini adalah mereka-mereka yang merasa terganggu kenyamanannya dalam membancaki APBD –terutama dan diawali dari APBD DKI Jakarta–.

Dan sekarang mulai terjadi gerakan masyarakat sadar APBD yang juga menuntut agar anggaran di daerahnya masing-masing dibuka untuk publik dengan cara diunggah di laman resmi Pemda sejak dari proses perencanaan.

Para penikmat hasil bancakan ini tentu murka dengan ulah PSI. Ada semacam aliansi konspirator busuk yang sedang melakukan retaliasi diam-diam maupun terang-terangan mendiskreditkan PSI.

“Aliansi konspirator busuk ini terdiri dari mereka yang duduk di fraksi-fraksi dewan yang selama ini justru mingkem terhadap penyelewengan anggaran dan bahkan mungkin ada pula yang ikut memasukkan pos-pos anggaran siluman,” paparnya.

Diungkapkannya, para oknum anggota dewan bersama para konspiratornya selama ini bermain gila di ruang-ruang gelap parlemen lantaran tidak ada transparansi (keterbukaan publik) dan tak ada lampu sorot berdaya kritis yang mampu merinci setiap pos anggaran yang janggal.

Pertanyaan besarnya, lanjut Andre, untuk kasus pembahasan anggaran APBD DKI Jakarta sejak Gubernur Anies Baswedan kan sudah berjalan 2 kali (tahun anggaran 2018 & 2019).

Sebelum pada pembahasa ketiga (untuk tahun anggaran 2020) saat fraksi PSI duduk di parlemen Jakarta baru kejanggalan-kejanggalan yang bikin heboh itu terungkap ke publik secara luas dan mengundang kontorversi.

“Artinya apa? Apakah selama ini pos-pos anggarannya oke-oke saja? Atau semua fraksi yang duduk di parlemen yang meng-oke-kan semua kejanggalan itu lantaran ada deal di balik batu gabion? Ya, tanyakan saja pada anyaman bambu erotis yang sudah dibongkar,” tandasnya.***

Most Popular

To Top