Gaya Hidup

Mau Awet Muda dengan Cara Intsan? Begini Caranya…

SIAPA yang tak ingin wajahnya selalu tampil jauh lebih muda dari usia aslinya. So, semua orang pasti mendambakannya. Kalimat awet muda kerapkali dilontarkan orang lain yang sudah lama tak bertemu. Meski sudah berusia lanjut, terlihat jauh lebih muda memang membuat percaya diri seseorang makin bertambah.

“Wah, kamu awet muda deh,” begitu saat seorang teman di acara reuni, misalnya. “Gimana sih resepnya biar awet muda kayak kamu. Apa sih rahasianya?” kalimat ini juga sering didengar saat di sebuah pertemuan antara dua sahabat atau saudara yang sudah lama tak bersua.

Tentu saja ada kebanggan tersendiri dibilang begitu oleh orang lain. Lawan bicara pun pasti penasaran dan akan terus mencecar gimana bisa terlihat jauh lebih muda, padahal usia sama. Dan itu terserah Anda menjawabnya. Paling simple jawabnya; “Ah, bisa aja deh…”

Yang pasti untuk bisa awet muda nggak bisa alami begitu saja. Harus ada perawatan khusus untuk bisa tampil jauh lebih muda. Karena bicara umur, semakin bertambah, kulit di wajah dan tubuh pun ikut menua. Tapi tak sedikit orang yang mengalami penuaan dini, padahal umurnya masih belia.

Banyak faktor yang menjadi penyebab penuaan dini. Salah satunya tak mampu menjaga pola hidup sehat. Pola hidup sehat itu juga termasuk menjaga pola makan dan menu yang dimakan, serta menjaga pola aktifitas dan cukup beristirahat.

Pola hidup yang tidak sehat itu seperti kebiasan merokok, sering begadang, banyak minum alkohol, sering terpapar sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari.

Orang yang memiliki kebiasaan seperti ini biasanya penuaan kulit dapat lebih cepat ketimbang mereka yang bisa menjaga pola hidup sehat. Dari bentuk kulit saja orang akan terlihat semakin tua. Kulit memiliki fungsi estetika dan keindahan. Karena kulit berfungsi sebagai pelindung dari pengaruh luar, pengatur suhu tubuh, dan sekresi pembentuk vitamin D.

Masalah kulit di wajah dan tubuh ini tak hanya berpengaruh pada penampilan. Tapi juga memiliki efek psikologis. Ketika elastisitas kulit mulai berkurang dan ditandai dengan kerutan dan garis-garis halus, muncul flek hitam, kulit kusam, kering dan tak indah lagi, secara psikologis menurunkan kepercayaan diri seseorang.

Selain sering terkena paparan sinar matahari yang berlebih, munculnya bercak atau flek hitam di sekitar wajah juga disebabkan oleh genetika, stres dan kurangnya asupan vitamin bagi tubuh. Untuk mencegahnya, dianjurkan menggunakan sunscreen sehingga kulit dapat terlindungi dari sinar matahari.

Garis-garis halus di beberapa bagian wajah seperti bibir dan mata menandakan bahwa kulit sudah mulai menua. Ini terjadi karena kolagen yang memiliki peran penting dalam proses regenerasi sel kulit mulai berkurang.

Tanda-tanda penuaan dini lainnya yakni pori-pori wajah yang membesar. Penyebabnya karena sering mengabaikan sel kulit mati yang tidak segera dibersihkan. Kulit yang tak terhidrasi dengan baik juga dapat menyebabkan hilangnya kelembapan kulit. Akibatnya, kulit menjadi terlihat kering dan kusam. Sebagai upaya pencegahan, sering-seringlah menggunakan face scrub atau masker.

Dengan usia yang terus bertambah membuat kulit wajah yang tadinya kencang menjadi kendur. Kulit yang tidak elastis membuat wajah terlihat lelah dan lesu. Area di sekitar mata nakal menghitam dan muncul garis-garis halus. Kelopak mata juga terus menurun.

Bagi yang masih muda, agar kulit wajah dan tubuh selalu terjaga, penuaan dini bisa diantisipasi. Karena itu berhati-hatilah dalam perawatan kulit wajah sehari-hari agar masalah kulit seperti disebut di atas dapat dicegah lebih cepat.

Masalah kesehatan kulit di area wajah nggak bisa disepelekan. Perawatan kulit sejak dini menjadi investasi sendiri bagi Anda agar selalu terlihat awet muda. Perawatan kulit bisa dengan cara tradisional atau pun modern.

Dengan terus berkembangnya teknologi kecantikan, perawatan wajah menggunakan teknologi maju pun sudah ada. Namanya facial rejuvenation. Pada prinsipnya, perawatan kecantikan wajah ini menggunakan teknologi berbasis cahaya untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat.

Proses facial yang satu ini jelas berbeda dengan facial kebanyakan yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit bahkan terasa sakit. Perawatan ini memang menggunakan alat yang dioperasikan ahli kesehatan. Prosesnya terbilang cepat, hanya 10 sampai 15 menit saja.

Facial rejuvenation ini biasanya dimulai dengan membersihkan wajah lebih dahulu oleh therapist. Setelah itu, wajah diberi lapisan special formulating gel. Begitu gel menempel, kulit terasa dingin. Sebab gel ini berfungsi untuk mengurasi rasa panas dari alat yang akan digunakan selama treatment.

Setelah itu dilanjtkan dengan proses penyinaran pada wajah. Langkah terakhir setelah wajah dibersihkan, kemudian diberikan sunblock.

Perawatan jenis ini mampu merangsang regenerasi kolagen sehingga dapat membuat kulit wajah terasa lebih lembap, kenyal, mengurangi pigmentasi agar kulit wajah terlihat lebih cerah, mengurangi flek kecoklatan, dan dapat menyamarkan kerutan halus sehingga terhindar dari penuaan dini.

Meski terbilang canggih, Anda jangan berharap, sekali perawatan, wajah akan langsung terlihat lebih muda. Biasanya, efektivitas perawatan ini memang baru benar-benar terasa setelah melakukan perawatan 8 hingga 10 kali.

Mereka yang fokus dalam perawatan rejuvenation biasanya akan terlihat lebih dan berkulit sehat. Namun demikian, ada batasan umur untuk bisa melakukan perawatan ini, yakni mereka yang berusia 20 tahun ke atas. Umur 40 tahun lebih dianjurkan. Karena memang di di usia 40-an inilah penuaan pada seseorang akan mulai terlihat.

Sebelum melakukan perawatan rejuvenation, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit lebih dulu. Melalui konsultasi kesehatan ini dapat diketahui bagaimana jenis dan kondisi kulit sehingga dapat ditentukan jenis perawatan yang paling tepat.***

Most Popular

To Top