Kesehatan

Ini yang Harus Anda Lakukan Saat Membantu Korban Alami Kejang-kejang

MUNGKIN suatu hari Anda mendapati seseorang yang awalnya terlihat normal dan biasa saja, tiba-tiba tubuhnya mengejang. Wajahnya pucat pasi, bola matanya memutih dan dari mulutnya keluar cairan.

Anda tak perlu ikut panik. Segera beri pertolongan. Ketika tidak ada seorang pun yang bisa membantu, beberapa langkah ini bisa Anda lakukan sebagai pertolongan pertama, sebelum membawanya ke rumah sakit atau klinik terdekat.

Letakkan tubuh korban di tempat yang datar. Usahakan tempat itu luas dan bebas dari berbagai benda keras atau benda yang membahayakan sehingga tidak terbentur atau tertimpa benda tertentu saat posisi masih kejang-kejang.

Posisikan tubuh korban tiduran dengan posisi menyamping agar tidak tersedak saat kejang-kejang masih berlangsung. Kemudian, longgarkan pakaiannya, terutama pada bagian leher.

Upayakan melakukan pertolongan dengan rileks. Jangan memaksa untuk menahan gerakan tubuhnya saat kejang berlangsung. Biarkan saja. Cukup dengan menjaga agar posisinya tetap aman.

Yang perlu diingat, jangan sesekali memasukkan benda apa pun ke mulutnya, termasuk minuman atau obat-obatan. Karena minuman atau obat-obatan tertentu yang dimasukkan ke mulutnya sia-sia. Karena korban kejang akan memuntahkannya kembali.

Bisikkan dengan tegas ke telinganya dengan kata-kata yang menenangkan agar perlahan korban merasa lebih nyaman. Perlu diingat juga berapa lama saat ia mengalami kejang-kejang. Karena ini menjadi referensi saat korban Anda bawa ke dokter.

Meski begitu, Anda harus sigap saat kondisinya makin kritis. Ini bisa dilihat saat korban kesulitan bernapas atau wajahnya menjadi pucat dan kebiruan. Ini menandakan bahwa ia kekurangan oksigen dan membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Upayakan meminta pertolongan orang lain yang ada di sekitar untuk merekam kejadian itu. Kalaupun tidak ada gunakan hape untuk merekamnya. Karena hasil rekaman tersebut menjadi rujukan untuk dokter yang menanganinya nanti. Jenis kejang apa yang sedang menimpanya. Karena ada berbagai jenis kejang yang kerap dialami seseorang. Dan itu hanya dokter yang tahu.

Jika kejang-kejang itu dialami anak-anak, biasanya karena demam. Umumnya berlangsung selama 1 sampai 2 menit. Setelah itu, si anak mungkin akan menjadi lebih rewel dan kebingungan selama beberapa jam. Kemudian kelelahan dan akhirnya terlelap.

Beda penangannanya kejang-kejang pada orang dewasa. Biasanya berlangsung selama 30 detik sampai 2 menit. Namun bila kejang-kejang itu lebih dari lima menit berarti kondisinya krtis dan harus ditangani sesegera mungkin dengan membawanya ke klinik atau rumah sakit terdekat.

Ada beberapa penyebab ia kejang-kejang. Dan jenis kejang ini baru diketahui setelah dalam penanganan medis. Kejang-kejang adalah gangguan listrik yang tiba-tiba dan tidak terkendali di otak.

Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan dalam berperilaku, gerakan atau perasaan dan tingkat kesadaran. Jika kejang-kejang yang dialaminya lebih dari dua kali atau lebih, berarti dia mengidap epilepsi.

Ada banyak jenis kejang-kejang berdasarkan tingkat keparahannya. Kondisi ini baru bisa dianalisa secara medis karena proses kejang bermula dari gangguan di otak. Namun dari semua jenis kejang-kejang, kondisi ini sudah umum.

Gangguan tersebut bisa terjadi setelah stroke, cedera kepala tertutup, dan infeksi seperti meningitis atau penyakit lainnya. Penyakit ini mampu teratasi dengan mengurangi faktor risiko. Gangguan tersebut pun bisa diurutkan dari yang ringan hingga parah.

Biasanya, mereka yang mengalami kejang-kejang diawali dengan tanda seperti orang yang sedang bingung, dia terlihat bengong. Tatapannya seperti hampa. Kemudian berlanjut dengan gerakan lengan dan kaki yang tidak terkendali.

Tak lama kemudian kesadarannya hilang. Seketika gejala psikis menghinggapinya. Seperti orang yang sedang emosi tapi disertai rasa takut dan gelisah. Kemudian terjadi perubahan pada bola matanya. Biasanya hanya terlihat pada bagian putihnya saja.

Dalam dunia medis, kondisi ini dibagi menjadi dua jenis. Kondisi fokus dan kondisi umum. Kondisi kejang fokus merupakan hasil dari aktivitas listrik tak normal di area otak.

Gangguan tersebut bisa muncul dengan atau tanpa kehilangan kesadaran. Biasanya, korban menjadi bengong ke sebuah area tertentu, namun tidak merespon aktivitas di sekitarnya. Meski kondisi ramai, ia seperti tak terengaruh. Tiba-tiba saja ia melakukan gerakan berulang-ulang. Misalnya menggosok-gosokkan tangan, mengunyah, menelan, atau berjalan dalam lingkaran.

Bisa juga tanpa kehilangan kesadaran. Tapi muncul emosi saat melihat sesuatu yang sebenarnya hal biasa saja. Misalnya saat melihat penampilan orang lain, mencium bau tertentu, rasa atau suara, tapi dia tidak kehilangan kesadaran.

Saat gangguan itu datang, tiba-tiba ia menyentakkan bagian tubuhnya dengan tidak sengaja. Misalnya gerakan di lengan atau kaki dan gejala sensorik spontan, seperti kesemutan, dan pusing.

Kedua kejang umum. Kejang yang melibatkan semua area otak ini ada beberapa jenis. Di antaranya:

  • Absen

Kondisi ini tadinya dikenal sebagai kejang petit mal. Biasanya menimpa anak-anak yang ditandai dengan bengong atau gerakan tubuh halus, seperti mata berkedip-kedip. Gangguan ini dapat menyebabkan hilangnya kesadaran singkat.

  • Tonik

Kondisi ini menyebabkan otot menjadi kaku. Gangguan tersebut biasanya mempengaruhi otot-otot di punggung, lengan dan kaki. Kemudian menyebabkan korbannya tak sadarkan diri.

  • Atonik

Kondisi ini juga dikenal sebagai kejang jatuh. Ini menyebabkan hilangnya kontrol otot sehingga menyebabkan korban pingsan atau jatuh secara tiba-tiba.

  • Klonik

Kondisi ini berhubungan dengan gerakan otot yang tersentak-sentak atau berirama. Gangguan ini biasanya menyerang bagian leher, wajah dan lengan.

  • Mioklonik

Kondisi ini biasanya muncul sebagai sentakan singkat yang tiba-tiba. Biasanya diawali dengan kedutan pada lengan dan kaki.

  • Tonik-klonik

Sebelumnya dikenal sebagai kejang grand mal, yaitu jenis epileptik yang paling dramatis. Kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan kesadaran. Tubuh tiba-tiba menjadi kaku dan gemetar. Hingga kemudian tak sadarkan diri dalam beberapa menit.

Kejang-kejang ini bisa dicegah sedini mungkin. Bisa melalui terapi pengobatan ke medis atau pengobatan secara tradisional. Salah satu referensi yang bisa digunakan untuk korban kejang-kejang adalah minyak esensial Marjoram.

Dalam dunia herbal, marjoram biasa disebut sweet marjoram (Origanum majorana yang memiliki hubungan kekerabatan dengan oregano atau Origanum vulgaris).

Marjoram memiliki manfaat penyembuhan luas, termasuk efektif digunakan untuk meredakan nyeri, sakit kepala dan memberi bantuan pada pencernaan. Karena dapat digunakan sebagai emmenagogue (meringankan nyeri dan gejala menstruasi), serta mengatasi pengidap kejang-kejang.***

 

 

Most Popular

To Top