Gaya Hidup

Narsis Overdosis, Sombong, Pikiran Negatif Mulu, Merasa Paling Hebat, itu Tandanya Anda Stres!

MELIHAT orang lain sedang sedih, murung, kadang diiringi tangisan membuat kita ngenes. Apalagi sampai keluar kalimat putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri atau gantung diri.

Padahal, sehari-hari yang dilihat orang itu selalu ceria. Hidup pun berkecukupan. tak punya utang atau sangkutan apapun. Tak pernah ada musuh, tak pernah ada masalah, baik dengan keluarganya atau lingkungan sekitar.

Ya, bisa jadi dia sedang stres. Stres tak melulu karena ada masalah atau trauma dengan berbagai kejadian yang sedang atau pernah menimpanya. Yang pasti, stres itu akibat tekanan psikologis.

Orang stres memang sulit diajak bicara. Dinasehati pun kadang masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Apa yang disampaikan tak akan diterima dan masuk akal. Jalan satu-satunya menunggu stresnya mereda.

Di saat itulah, banyak pilihan untuk dilakukan pengobatan atau terapi psikologi. Bisa juga dengan cara mengajaknya refreshing, kopdar dengan teman-teman sekolah, teman kerja, teman kuliah atau teman komunitas.

Memang hanya dokter yang bisa menganalisa penyebab stres pada diri seseorang. Biasanya, dokter umum akan mendiagnosis gangguan stres dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai peristiwa traumatis dan gejala dialami sang pasien.

Dokter juga akan menjalankan tes laboratorium atau tes diagnostik untuk menyingkirkan penyebab fisik gejala yang dialami pasien. Yang jadi masalah, jika hasil pemeriksaan adalah normal, dokter akan memberi rujukan pada spesialis lainnya untuk mengevaluasi dan mengobati kondisi lebih lanjut.

Dokter mungkin akan menggunakan satu atau lebih metode berikut ini untuk mengobati pasien. termasuk evaluasi psikiatri untuk menentukan penyebab kondisi pasien. Bahkan perlu dilakukan rawat inap jika berisiko bakal membahayakan diri sendiri atau orang lain. Misalnya, nekat bunuh diri atau melukai orang lain.

Dokter akan memberikan obat-obatan untuk meredakan stres seperti obat anti depresan. Terapi perilaku kognitif, terapi berbasis paparan dan hipnoterapi.

Sebelum melakukan langkah medis, di saat stresnya reda. Perlu diketahui apa saja yang menyebabkannya stres. Karena dalam sebuah penelitian, penyebab stres ada dua jenis. Karena faktor eksternal, internal dan stres karena trauma.

Penyebab stres eksternal di antaranya: masalah keluarga, ada sebuah perubahan besar dalam hidupnya yang tak bisa ia hadapi, masalah di sekolah atau kantor atau terlalu sibuk dengan pekerjaan, kesulitan dalam bersosialisasi dengan teman atau ligkungan sekitar dan mayoritas yang terjadi akibat stres umumnya adalah masalah keuangan.

Masalah kesehatan juga bisa membuat orang stres. Seperti penyalahgunaan obat-obatan, efek samping medis dan gangguan psikologis lainnya.

Sementara penyebab internal karena memiliki penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, atau artritis. Masalah emosional seperti depresi, kesedihan, penyesalan atau rendah diri juga menjadi faktor stres internal.

Narsis dengan diri sendiri, selalu membanggakan kelebihan dirinya dan merendahkan orang lain juga menjadi saah satu faktor internal yang membuatnya stres.

Suudzon atau negative thinking degan orang lain sehingga pikiran selalu negative sehingga embuat ekspektasi yang tidak realistis sehingga membuat sikap perfeksionisme, pemikiran kaku, grasa-grusu dengan sesuatu pekerjaan. Kaku dengan lingkungan dan teman, seperti nggak mau bercanda tawa dengan teman juga lama-lama membuatnya stres.

Untuk mengatasi stres secara alami itu mudah. Pertama, biasakan mengonsumsi makanan sehat. Karena biasanya tak sedikit orang melampiaskan rasa stresnya dengan makan sebanyak-banyaknya. Yang ada di pikirannya, mau sehat atau tidak, yang penting tekanan di pikiran mereda setelah banyak makan.

Boleh saja melampiaskan stres dengan makan. Tapi diusahakan memilih makanan yang sehat. Alpukat, berry, kacang mede, yogurt, atau jeruk bisa dijadikan pelampiasan rasa stres. Karena makanan ini mengandung nutrisi dan terbukti mampu memberikan dorongan energi, menurunkan kadar hormon kortisol, dan meningkatkan kadar hormon serotonin (hormon bahagia).

Kedua, berusahalah selalu menyikapi sesuatu dengan santai. Relaksasi diyakini dapat menjadi salah satu cara menghilangkan stres. Teknik relaksasi dapat memicu respon relaksasi, yaitu keadaan fisiologis yang ditandai dengan perasaan hangat dan pikiran tenang.

Teknik relaksasi juga dapat mengurangi kecemasan dan kekhawatiran. Cara ini sekaligus dapat meningkatkan kemampuan untuk mengatasi kondisi tekanan secara psikologis maupun fisik.

Dengan relaksasi, aliran darah ke otak meningkat dan gelombang otak bergeser dari waspada, yang menampilkan ritme beta menjadi ritme alfa yang bersifat relaks. Teknik relaksasi yang umum meliputi pernapasan dalam perut, meditasi, mendengarkan music lembut dan aktivitas kesehatan lainnya seperti yoga dan tai chi.

Ketiga, paksakan untuk bergaul atau berkumpul bersama teman-teman di saat gejala stres mulai menyerang. Karena rasa kesepian akan lebih sulit dalam mengelola tekanan psikologis. Mereka yang biasa bergaul secara luas memiliki harapan hidup yang lebih besar tetapi juga memiliki risiko yang lebih sedikit terhadap banyak jenis penyakit, dibandingkan dengan orang-orang yang menutup diri.

Keempat, konsultasi kepada ahlinya sangat perlu ketika berbagai cara alami sudah dilakukan. Konseling ke terapis psikologis juga dapat menjadi salah satu usaha atau cara menghilangkan stress. Curhat ke psikolog juga dapat membantu mencari cara menghilangkan masalah tekanan psikologis yang sedang diderita.

Namun demikian, konsultasi tak akan berarti apa-apa jika tidak ada kemauan untuk mengubah diri sendiri. Selain malah buang uang, tapi juga buang-buang waktu. Stres bukannya hilang malah bertambah.

Kelima, tidur dan istirahat cukup juga bisa menjadi salah satu cara menghilangkan stres. Dengan tidur, merupakan cara agar tubuh dan pikiran tidak gampang merasa tertekan.

Mereka yang kurang tidur bisa mengacaukan mood serta kinerja otak. Jika mengalami tekanan psikologis dan Anda kurang tidur, tubuh akan semakin kewalahan untuk mempertahankan diri terhadap serangan berbagai penyakit. Maka, usahakan untuk tetap tidur yang cukup, terutama di malam hari.

Keenam, aktivitas olahraga juga membantu melepaskan stres. Dengan berolahraga, tubuh akan bugar. Jiwa dan raga pun fresh. Olahraga dianjurkan untuk dilakukan setidaknya tiga kali per minggu untuk mendapatkan manfaat optimal.

Ketujuh, diet sehat memainkan peran penting dalam meredakan stres. Hindarilah minuman dan makanan yang dapat meningkatkan tekanan, misalnya kopi, teh, dan makanan tinggi gula.

Kedelapan, lakukan pengobatan herbal. Gunakan Detoxify Regimen Massage Oil Spa Essentia. Produk ini tak hanya bisa menanggulangi kelelahan saraf dan berbagai gangguan akibat stress. Tapi juga mengandung pelembab dan peremajaan kulit, melancarkan peredaran darah, mengatasi selulit, rematik dan mengandung antioksidan.***

 

Most Popular

To Top