Kesehatan

Ini Antisipasi Sederhana Saat Kelenjar Getah Bening di Tubuh Diserang Kanker atau Infeksi

BICARA tentang kelenjar getah bening, orang awam berkesimpulan bahwa itu sebuah peyakit berbahaya. Padahal tidak juga. Getah bening akan menjadi sebuah penyakit ketika terjadi infeksi, cedera atau kanker yang membuat getah bening lemah.

Dengan demikian, getah bening akan membesar dan membengkak. Tapi ada juga yang menyebutnya kanker getah bening. Jadi apa sih sebenarnya getah bening?

Getah bening memiliki struktur jaringan yang kecil. Di dalam tubuh jumlahnya ratusan. Ukurannya seperti kacang hijau atau kepala peniti. Bisa berkelompok atau hanya satu atau sendirian.

Dalam dunia kedokteran, kelenjar getah bening ini juga sering disebut limfa. Limfa ini biasanya terdapat di bagian tubuh seperti ketiak, usus, paru-paru, leher, paha bagian dalam, dan lain sebagainya.

Kelenjar getah bening ini sebenarnya sebuah sistem kekebalan tubuh. Cara bekerjanya, getah bening akan mengumpulkan, menyaring dan melawan cairan virus dan bakteri jahat yang berada dalam tubuh.

Biasanya masalah yang kerap dialami beberapa orang adalah kanker kelenjar getah bening atau limfoma. Beberapa gejala ini bisa dijadikan antisipasi ketika Anda merasakan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Kanker atau infeksi getah bening ini biasanya tumbuh di leher, ketiak, dan lipatan paha. Gejala gangguan terhadap getah bening membuat tubuh menggigil akibat suhu yang tidak stabil, demam yang terus berulang, berkeringat berlebihan padahal di saat udara dingin seperti pada malam hari.

Perubahan yang menonjol akan terlihat ketika getah bening diserang infeksi berupa berat badan yang turun drastis, hilangnya selera makan. Tubuh terus menerus merasa lelah karena kurang tenaga, dada sesak disertai batuk-batuk dan sakit kepala, kulit di seluruh tubuh terasa gatal-gatal hingga muncul ruam, tiba-tiba amandel yang bisa terus membesar.

Kanker getah bening ini akan menyerang siapa saja, tak pandang usia. Biasanya mereka yang mudah kena kanker jenis ini di antaranya; pertama, faktor usia. Sebagian besar kanker kelenjar getah bening atau limfona jenis hodgkin akan menimpa mereka yang berusia 15-30 tahun dan usia di atas 55 tahun. Sedangkan risiko limfoma non-hodgkin diidap mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Kedua, tertular virus epstein-barr (EBV) yang menyebabkan demam kelenjar. Orang yang pernah mengalami demam kelenjar lebih berisiko mengalami limfoma jenis hodkgkin di leher dan kepala.

Ketiga, faktor genetik atau keturunan juga punya pengaruh besar. Risiko untuk terkena limfoma akan meningkat pada keluarga atau saudara yang menderita jenis kanker yang sama.

Keempat, menurunnya sistem kekebalan tubuh. Tubuh lemah ini karena mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau menggunakan obat imunosupresan.

Kelima, kanker kelenjar getah bening lebih banyak menyerang pria ketimbang wanita. Sebanyak enam persen penduduk laki-laki terkena limfoma jenis non-hodgkin, sementara kaum wanita hanya 0,7 persen.

Keenam, terpapar bahan kimia beracun, seperti senyawa pestisida herbisida, hingga pewarna rambut.

Tidak semua orang sadar bakal terkena kanker yang menyerang getah bening. Tanpa terasa, pembengkakan akan semakin besar dan berlangsung lebih dari 2 minggu. Muncul benjolan dengan tekstur keras dan tidak bergerak ketika digoyang-goyang.

Ada juga yang merasakan getah bening dalam tubuhnya mulai bermasalah. Dia akan merasakan nyeri saat disentuh atau ketika beraktifitas berlebihan. Misalnya saat mengunyah makanan, tenggorokan terasa ngilu. Berarti terdapat pembengkakan kelenjar getah bening di dagu.

 

Meski ada pemicunya. Seperti infeksi, penyakit pada sistem kekebalan tubuh atau kanker, terkadang dapat pulih tanpa diobati.

Namun demikian, ketika gejala ini mulai muncul akibat infeksi langkah pertama yang dilakuan adalah meminum obat antibiotik. Jika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh kanker, pengobatan yang dilakukan berupa kemoterapi, radioterapi, atau operasi.

Kanker getah bening tidak bisa dianggap sembarangan. Karena banyak memaka korban jiwa, penyakit ini menjadi perhatian dunia internasional. Kanker kelenjar getah bening merupakan salah satu dari sepuluh penyakit kanker mematikan terbanyak di dunia pada 2012. Salah satu yang meninggal akibat kanker kelenjar getah being adalah Ustadz Arifin Ilham.

Untuk mengingatkan bahwa kanker getah bening sangat berbahaya, setiap tanggal 15 September diperingati Hari Peduli Limfoma sedunia atau World Lymphoma Awareness Day (WLAD).

Cara sederhana untuk mencegah kanker getah bening, gunakan minyak esensial jenis Orange essential oil Spa Essentia. Produk ini mampu mencegah serangan infeksi dan kanker pada kelenjar getah bening yang tak lancar dan tekanan darah tinggi.***

 

Most Popular

To Top