Kesehatan

Hati-hati, Demam Panggung, Menjauhi Pergaulan, Merasa Hebat Sendiri, Berarti Anda Sedang Alami Gejala Stres

DALAM dunia pergaulan, kadang saat melihat salah satu teman kita bertingkah laku aneh tak seperti biasanya, kita akan menganggap teman itu stres. Atau ia yang biasanya ramah, tapi tanpa sebab, tau-tau marah-marah, spontan kalimat eh, lu stres ya…jadi semacam vonis tersendiri.

Nah, apa sih yang didefinisikan sebagai stres itu? Dalam dunia medis kejiwaan, stres berarti adanya tekanan psikologis dan fisik  yang bereaksi seperti saat menghadapi situasi berbahaya. Bila ciri-ciri ini terjadi, berarti benar bahwa orang itu sedang mengalami gangguan stres. Kondisi seperti ini juga sebagai bentuk spontanitas saat menghadapi berbagai jenis tuntutan, ancaman atau pun sebuah tekanan.

Ketika merasa terancam, sistem saraf merespon dengan melepaskan aliran hormon stress. Di antaranya, hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini dapat memunculkan suatu reaksi pada tubuh. Di antaranya jantung berdebar cepat, otot menegang, tekanan darah meningkat, dan bahkan napas jadi lebih cepat.

Parahnya lagi, tekanan psikologis serta fisik ini bisa membuat tubuh Anda menerima kekuatan tambahan untuk membela diri. Misalnya saat mengemudikan kendaraan, tiba-tiba saja spontanitas mendorong Anda untuk menginjak rem guna menghindari kecelakaan. Padahal itu hanya ilusi. Tidak ada ancaman yang sebenarnya. Secara tidak langsung, tekanan psikologis dan fisik ini dapat membuat Anda berupaya menyelamatkan diri pada sesuatu yang mendesak dan berbahaya.

Namun, jika kondisi tekanan psikologis ini berlangsung cukup lama dan berlangsung terus-menerus, ini akan membahayakan kesehatan mental serta fisik. Antara lain depresi dan gangguan kecemasan, penyakit jantung, hipertensi dan gangguan pencernaan.

Stres dapat menyerang siapapun tanpa mengenal usia. Gejala stress umumnya memiliki ciri-ciri: menjadi mudah marah, frustrasi, dan murung, merasa kehilangan kendali atau harus mengambil kendali, merasa kesulitan untuk bersantai dan menenangkan pikiran, merasa rendah diri, kesepian, menjadi tidak berharga, hingga berujung depresi.

Menjauh dari pergaulan orang banyak menjadi ciri Anda mengalami stres. Anda menghindari orang lain karena merasa seperti tak memiliki tempat untuk posisi yang sama. Atau karena Anda merasa rendah diri ketika bertemu teman-teman Anda. Bisa juga sebaliknya, Anda merasa lebih “wah” dari teman-teman Anda.

Stres membuat tubuh lemas. Seperti tidak berenergi. Anda merasa malas mengerjakan apa pun. Padahal Anda memiliki tenaga. Biasanya, rasa malas ini diiringi sakit kepala, sakit perut, pegal linu, nyeri, sulit tidur atau insomnia, paranoid atau merasa was-was secara terus-menerus.

Gejala stres membuat Anda tidak bisa fokus dalam mengerjakan pekerjaan atau berbagai aktifitas lainnya. Stres membuat Anda sulit membuat sebuah keputusan. Orang lain menilai Anda plin-plan. Padahal karakter Anda aslinya tidak seperti itu.

Mudah berprasangka buruk pada orang lain juga menandakan bahwa Anda terkena gejala stres. Padahal prinsip orang normal adalah selalu memandang orang lain baik, meskipun belum tentu kebaikan yang akan diberikan. Untuk mengantisipasi ini, jauhilah prasangka-prasangka buruk.

Orang yang memiliki gejala stres biasanya tidak yakin akan semua yang ia kerjakan. Rasa pesimisme selalu menghinggap di pikirannya. Bahwa apa yang dikerjakan selalu dipenuhi rasa ragu untuk mencapai hasil yang baik. Opitimisme Anda hilang.

Gejala stres juga dilihat dari cara pola makan. Biasanya makanan apa pun yang pentng enak dan sehat, akan terasa lezat di makan. Namun karena adanya perubahan nafsu makan, makan selezat apapun terasa hambar. Sehingga nafsu makan menurun.

Mereka yang biasa optimis dalam menghadapi kehidupan, tak akan merasakan tegang saat berada di manapun. Tapi dengan munculnya gejala stres membuat Anda menghadapi sesuatu menjadi gugup. Tak heran, untuk membangun optimisme paa orang yang normal saja sulit, apalagi mereka yang terkena gejala stress.

Misalnya, saat berada di atas panggung mengalami demam panggung. Saat bergaul pun demikian, orang melihat Anda gugup dan kerap kali gelisah. Meski berusaha menenangkan diri, namun itu tak cukup untuk menghilangkan rasa gugup Anda. demam panggung juga termasuk membuat And mudah gugup. Anda seperti tidak percaya diri dan mudah hilang ingatan.

Berbagai gejala tersebut, sebenarnya masih bisa diatasi dengan terapi. Bisa dilakukan sendiri atau dibantu orang lain. Dengan Anda mengungkapkan berbagai persoalan ini kepada teman dekat, saudara atau siapapun yang punya empati pada Anda, paling tidak bisa mengurangi gejala tersebut.

Tapi ketika berbagai cara sudah Anda lakukan namun gejala itu tidak juga hilang, lebih baik Anda konsultasikan ke dokter jiwa. Anda harus berkonsultasi dokter jika mengalami salah satu dari tanda berikut ini:

Tekanan stres yang terjadi sudah terlalu lama, memiliki masalah mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan kepribadian, disfungsi seksual, masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, eksim, rambut rontok, sakit perut, mual, pusing, diare atau sembelit.

Antisipasi dengan menggunakan produk Heal & Relieve Muscle Ease massage oil. Selain sebagai moisturizer (pelembab), melembutkan, menjaga keremajaan kulit, antioksidan, analgesik, antiseptik, mengurangi gejala rematik, mengurangi selulit, mengurangi sakit kepala, melancarkan peredaran darah, produk ini juga bisa mengurangi pegal linu, melegakan pernafasan, dan mengurangi gejala stres. ***

 

Most Popular

To Top