Nasional

Aplikator Makin Kaya, Pemerintah Tertawa, Ojol pun Tambah Merana

Ayonews, Jakarta

Perkembangan jumlah mitra ojek online (ojol) yang makin penuh sesak di kota-kota besar sebagai dampak dari terus dibukanya rekruitment penerimaan mitra ojek online oleh perusahaan start up ride hailing, suatu saat akan menjadi bom waktu bagi pemerintah.

Nilai investasi mega triliun dari bisnis start up ride hailing berstatus unicorn dan decacorn dan menjadi primadona bagi pemerintah menciptakan euforia bahwa inovasi yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan start up menjadi solusi untuk mengatasi angka pengangguran di Indonesia.

“Namun fakta yang ada di lapangan sangatlah berbanding terbalik. sangat miris, pengusaha start up bergelimang kapital. Nilainya fantastis triliunan. Sementara jutaan mitranya untuk mendapatkan nilai pendapatan setara UMR saja perlu effort kerja keras di luar batas wajar jam kerja para pekerja formal,” ungkap Presedium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Adanya ekspose dari perusahaan-perusahaan start up ride hailing atas sebagian kecil dari mitra binaan yang terkondisikan sejahtera dan diperhatikan, menurut Igun, hanyalah sebagai alat marketing untuk daya tarik menarik sebanyak mungkin masyarakat agar bergabung menjadi mitra.

“Akhirnya timbullah eksploitasi SDM dalam revolusi teknologi industri 4.0. Para mitra hanya menjadi bahan eksploitasi untuk menambah big data value agar bisa menarik insvestasi mega triliun demi menambah pundi-pundi kapitalis,” ungkapnya.

Sayangnya, lanjut Igun, hingga saat ini negara dan pemerintah mengabaikan hal tersebut. Mereka membiarkan para mitra perusahaan start up ride hailing yang berprofesi sebagai ojek online tanpa punya legalitas, tanpa punya kekuatan hukum untuk menjadi bahan eksploitasi SDM yang sangat luar biasa ini.

“Tanpa adanya dan tanpa dimulainya kajian-kajian maupun riset bagi eksploitasi SDM teknologi yang sedang berlangsung hingga saat ini, niscaya legalitas bagi para ojol akan terus dimentahkan oleh berbagai pihak pemangku kepentingan yang masih ingin nilai investasi start up ride hailing bertambah besar,” tandasnya.***

 

Most Popular

To Top