Kesehatan

Dengan Spa Bakera, Otot Vital Wanita Usai Melahirkan Kembali Kenceng Lho…

ADA 21 ethno wellness yang terus digali dan dikaji para ahli antropologi dan budaya tanah air. Sudah 15 ethno spa yang memiliki standar kerja kompetensi nasional Indonesia (SKKNI). Salah satunya adalah spa Bakera.

Bakera adalah spa asal Minahasa. Spa ini biasa dilakukan para wanita Minahasa setelah dua minggu melahirkan. Dan dilakukan sebanyak dua kali dalam waktu hingga 40 hari setelah melahirkan.

Setelah 40 hari inilah tukang pijat atau yang biasa mereka sebut sebagai biang kampong mengurut seluruh tubuh. Dan yang paling utama adalah perawatan organ reproduksi wanita agar kembali kencang.

Orang Minahasa percaya bahwa wanita yang habis melahirkan dalam kondisi lemah dan dingin. Karena itu perlu perawatan menggunakan energi panas yang dialirkan ke tubuh melalui proses penguapan (mengukus).

Proses perawatan ini sebagai cara untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh. Tubuh yang lemas didorong dengan menggunakan proses ‘bantahan’.

Selain merelaksasi tubuh, bakera dipercaya dapat memancarkan kembali aura kecantikan kaum hawa meski baru saja dianugerahi anak. Bakera juga dikenal sebagai metode KB alami yang dikenal dengan teknik Bakancing.

Secara filosofi budaya Minahasa, bakera memberikan kesadaran akan pentingnya mensyukuri kekayaan alam Indonesia. Sebuah ritual perawatan tubuh dan menjaga kesehatan manusia menggunakan berbagai ramuan yang diambil dari tumbuhan alam Minahasa.

Adanya keseimbangan antara ‘tidak panas dan dingin’ di dalam tubuh manusia inilah menjadi cara sehat alami masyarakat Minahasa. Mereka percaya, jika salah satu atau keduanya tidak bisa hilang dari tubuh manusia, maka dapat diganti dengan ‘panas dan dingin’ yang diambil dari alam.

Seiring perkembangan jaman, ritual kesehatan dan kebugaran bakera ini tak hanya buat kaum hawa saja. Pria-pria Minahasa pun memanfaatkan spa bakera sebagai cara mengobati masuk angin.

Karena bakera bisa merelaksasi tubuh, melancarkan sirkulasi darah, menghilangkan sakit di otot dan sendi, merevitalisasi tubuh, serta membuang racun dari dalam tubuh.

Hampir sama dengan ethno spa dari daerah lainnya, kekhasan spa tradisional Indonesia lengkap dengan aromaterapi dan rempah-rempah dalam prosesnya.

Dalam bakera ada 40 persen jenis tanaman obat, seperti daun cengkeh, dukung anak, daun pisang, daun balacai, daun sesewanua, daun tawaang, daun mangga, daun beluntas, serta daun sirih. Jenis tumbuhan tersebut dipercaya dapat memberikan kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit dan menciptakan ketenangan, serta sebagai zat pembunuh kuman.

Bakera juga menggunakan sekitar 30 persen tanaman beraroma yang dijadikan bumbu dapur seperti, daun pandan, daun sereh, daun jeruk, jahe untuk menghangatkan tubuh, daun kayu manis, bawang putih, dan daun pala.

Proses terapi bakera dilakukan dengan mengolah semua tanaman (kembang, daun, batang, dan akar) direbus hingga mendidih bersamaan dengan batu kali yang dibakar hingga memerah.

Dalam keadaan tanpa busana, wanita yang akan melakukan bakera ditutupi kain mulai kepala sampai kaki. Kemudian panci rebusan diletakan di bawah tempat duduk, dimana batu diletakan di depan kursi dan mulai disiram air rebusan hingga mengeluarkan asap dan aroma panas.

Tutup panci dibuka sedikit demi sedikit untuk mengeluarkan uap panas. Proses ini kurang lebih 30 menit. Air rebusan dalam keadaan hangat dibuat air mandi dan keramas. Asapnya dihirup dan ditelan sebanyak tiga kali.

Ramuan bakera terdiri dari ragam tumbuhan alami yang memiliki banyak manfaat. Biasanya rempah yang dipakai berasal dari dedaunan. Hasil dari berbagai penelitian, dedaunan tersebut bermanfaat sebagai antibakteri. Sementara daun jeruk limau, daun suji, dan daun pala berkhasiat sebagai antioksidan serta membantu memperbaiki sel-sel yang rusak.

Sebagai pelengkap ritual kebutuhan khusus kaum hawa, dimanfaatkan daun goro-goro atau daun baru cina, daun sereh dan daun pisang untuk memperlancar peredaran darah, menghilangkan keputihan, melancarkan haid dan antimikroba. Bakera dipercaya dapat membuat kencang organ reproduksi wanita.

Hampir sama dengan ethno spa lainnya, metode perawatan dimulai dengan scrubbing untuk mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati. Setelah itu dilakukan pengukusan untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh agar tubuh rileks menghindari sakit di otot dan sendi.

Dilanjutkan dengan perawatan pijat dan masker tubuh untuk menutrisi kulit dan diakhiri dengan berendam rempah-rempah alami yang menambah efek rileks dan peremajaan tubuh.

Selain bermanfaat untuk mengeluarkan sisa darah agar memperlancar haid, bau tak sedap dari vagina dan organ reproduksi lainnya setelah melahirkan dapat hilang.

 

Dengan bakera, otot kaku dan kendor dapat kembali kencang seperti semula. Tidak hanya sampai di situ, bakera juga bermanfaat untuk membuat raut wajah menjadi segar dan tidak pucat. Bahkan akan terlihat lebih cantik.***

 

 

 

Most Popular

To Top