Kesehatan

Ini Manfaat Minyak Kelapa Murni untuk Membantu Pasien Gagal Ginjal Kronik

PASIEN Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani Hemodialisis (HD) memiliki berbagai masalah kesehatan. Di antaranya sulit tidur dan masalah di kulit. Sebanyak 52% pasien yang menjalani HD mendapatkan kulit kering (xerosis). Kulit kering yang muncul pada pasien GGK dengan HD biasanya disebabkan karena atrofi kelenjar sebasea, gangguan fungsi sekresi eksternal dan gangguan hidrasi stratum korneum.

Pengertian hemodialisis sendiri adalah proses pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis biasanya menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis. Dengan teknologi ini dapat memperpanjang umur pasien.

Kulit kering yang terjadi akan memicu gatal. Alhasil kenyamanan dan kualitas tidur pasien terganggu. Gangguan tidur juga menjadi masalah pada pasien GGK yang menjalani HD dengan rata-rata prevalensinya yaitu 50-83%.

Terapi ini juga memberikan efek fisik dan mental. Misalnya, lelah, nyeri, gatal, mengantuk dan depresi. Meski HD dapat memperbaiki aspek kualitas hidup, namun membuat pasien sulit tidur. Padahal, kualitas tidur merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas hidup dan kematian.

Jika tidur mudah, pasien akan merasa nyaman. Kenyamanan ini terkait dengan kenyamanan fisik, psikospiritual, sosial dan lingkungan. Untuk memberikan kenyamanan dibutuhkan perawatan kesehatan

Seperti yang dikutip dari tesis Putu Intan Daryaswanti dari Unair, penelitian yang menggunakan jenis quasy experiment dengan pre-post test control group design kombinasi stimulasi kutaneus dan virgin coconut oil (VCO) terhadap kelembaban kulit dan kualitas tidur pada pasien GGK.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling sebanyak 52 orang yang terbagi menjadi dua kelompok (kelompok perlakuan dan kelompok kontrol). Intervensi kombinasi stimulasi kutaneus dan VCO ini dilakukan dua kali sehari. Yakni sebelum HD dan sebelum tidur pada malam hari selama empat minggu.

Pemberian stimulasi kutaneus dalam bentuk pijat dengan teknik stroking dilakukan selama 30 menit dan dikombinasikan dengan pemberian VCO sebanyak 5 ml pada setiap intervensi. Pre test (pengukuran kelembaban kulit, kenyamanan dan kualitas tidur) dilakukan pada setiap sesi HD pertama pada minggu pertama.

Sementara post test dilakukan setiap sesi HD pertama pada minggu kelima. Pengukuran kelembaban kulit setiap minggu pada kelompok perlakuan. Instrument yang digunakan adalah alat mengukur kelembaban kulit (SK-IV digital moisture for skin monitor), kuesioner kenyamanan dan kuesioner kualitas tidur. Uji yang dilakukan yaitu uji paired t test, Wilcoxon, independent t test, mann whitney dan Friedman test.

Hasilnya signifikan pada kelompok perlakuan baik pada variable kelembaban kulit, kenyamanan dan kualitas tidur. Hasil uji independent t test dan mann whitney test menunjukkan hasil yang signifikan pada kelembaban kulit, kenyamanan dan kualitas tidur.

Pemberian stimulasi kutaneus dalam bentuk pijatan yang berorientasi pada daerah superfisial dapat merangsang reseptor pada kulit. Salah satu efek fisiologis pijat adalah kemampuannya dalam meningkatkan aliran darah dan limfatik lokal, memperbaiki status gizi, memfasilitasi pemindahan toksin dan mempercepat proses penyembuhan.

Pemberian pijatan pada kulit kering untuk mencegah terjadinya luka pada kulit akibat gesekan maka diperlukan VCO. VCO merupakan minyak kelapa murni yang dibuat tanpa pemanasan. VCO memiliki kandungan asam lemak tinggi terutama asam laurat dan kandungan fenolat dan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan minyak kelapa biasa.

Penggunaan VCO pada stimulasi kutaneus mengakibatkan asam lemak berikatan dengan keringat. Hasilnya melapisi permukaan kulit sehingga dapat menahan air di stratum korneum. Tertahannya air di stratum korneum membuat proses penguapan berkurang sehingga kulit menjadi lembab.

Keadaan kulit lembab ini memberikan berkurangnya rasa gatal pada kulit yang membuat pasien berada pada kondisi nyaman dan tidak mengganggu jam tidur pasien sehingga kualitas tidur pasien meningkat.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan VCO dan menjadikan pemberian kombinasi stimulasi kutaneus dan VCO sebagai terapi komplemen dalam membantu mengatasi masalah kulit kering, gatal dan gangguan tidur pasien GGK yang menjalani HD. Hasil penelitian ini dapat dilanjutkan sebagai intervensi non farmakologi untuk mengurangi keluhan kulit kering dan gatal sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup pasien.***

Most Popular

To Top