kesehatan

Nyeri Sendi Sangat Menjengkelkan Saat Anda Sibuk dengan Berbagai Aktifitas, Ini Solusinya!

SALAH satu masalah yang kerap mengganggu aktifitas sehari-hari adalah nyeri sendi. Kadang orang tak sadar dengan masalah yang satu ini. Datangnya tiba-tiba dan menjadi menjengkelkan ketika sulit saat mengobatinya dalam waktu cepat.

Ya, masalah nyeri sendi dapat menimpa siapa saja. Tak pandang usia. Baik tua, muda, remaja, bahkan anak-anak pun bisa terkena masalah ini.

Dalam sebuah survei, sekitar sepertiga dari orang dewasa dilaporkan mengalami nyeri sendi dalam kurun waktu 30 hari terakhir.

Nyeri sendi lutut adalah jenis yang paling umum. Kemudian diikuti nyeri sendi di bahu dan pinggul. Nyeri sendi yang dibiarkan akan menjadi akut, bahkan kronis. Sehingga berdampak besar pada hidup seseorang.

Seperti diketahui, sendi adalah bagian penghubung dari dua tulang berbeda. Sendi terbuat dari tulang rawan, ligamen, tendon atau otot. Sendi berada di seluruh bagian tubuh. Seperti leher, tangan, pergelangan tangan, siku atau lutut.

Sendi akan terasa nyeri ketika salah satu bagian rusak karena terus menerus digunakan. Bisa juga karena mengalami cedera atau gangguan inflamasi. Nyeri sendi sering disebabkan karena peradangan.

Biasanya, nyeri sendi disertai dengan nyeri otot atau nyeri tulang. Nyeri sendi bisa menyebabkan ketidaknyamanan ringan, nyeri setelah melakukan kegiatan tertentu, nyeri berat dan membatasi gerakan, terutama saat mengangkat sebuah beban.

Nyeri sendi dapat hilang dalam beberapa hari. Bahkan bisa bertahan dalam beberapa minggu. Bila sampai beberapa minggu, berarti Anda mengalami nyeri sendi akut. Bila nyeri ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, berarti Anda sudah mengalami nyeri sendi kronis.

Meskipun mengganggu berbagai aktifitas, nyeri sendi hanya dianggap masalah biasa. Anda bisa mengobati nyeri sendi dengan obat, terapi fisik, atau pengobatan alternatif.

Gejala nyeri sendi dapat mencakup kemerahan pada sendi, sendi membengkak, terasa ngilu, sendi terasa panas, pincang, sendi terkunci, kehilangan rentang gerak sendi, terasa kaku dan lemah.

Nyeri sendi dapat pula terjadi di bagian manapun pada tubuh. Pada orang lanjut usia, nyeri sendi biasa terjadi karena tubuh kita lambat memproduksi sel-sel baru. Ketika usia bertambah, nyeri sendi semakin umum terjadi.

Banyak kondisi berbeda yang dapat menyebabkan nyeri sendi, termasuk osteoarthritis, rheumatoid arthritis, bursitis, asam urat, keseleo, dan cedera lainnya.

Dari semua sendi, sendi lutut adalah sendi yang paling sering terluka. Nyeri lutut merupakan hal yang umum, tetapi mungkin tidak disebabkan oleh nyeri sendi.

Penyebab paling umum dari nyeri sendi di antaranya; cedera pada sendi, memburuknya osteoarthritis, radang selaput sendi, kerusakan tulang rawan di bagian belakang tempurung lutut, perdarahan di dalam ruang sendi, gout atau pseudogout.

Nyeri sendi dapat terjadi di beberapa sendi pada saat yang bersamaan. Karena tubuh memiliki banyak sendi, mungkin mengalami nyeri sendi pada lebih dari satu sendi.

Beberapa penyakit dapat menyebabkan nyeri sendi di antaranya; osteoarthristis, radang sendi, psoriatic arthritis, infeksi virus yang menyebabkan arthritis, penyakit jaringan ikat dan kanker.

Nyeri sendi jarang termasuk ke dalam keadaan darurat. Sebagian besar kasus nyeri sendi ringan berhasil disembuhkan sendiri. Namun, untuk amannya, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika nyeri sendi disertai dengan pembengkakan, kemerahan, ngilu dan panas di sekitar sendi, deformitas sendi, ketidakmampuan untuk menggunakan sendi serta rasa sakit yang intens.

Nyeri sendi Jangka pendek dan ringan bisa diobati sendiri. Ini adalah cara yang terkenal untuk mengobati nyeri sendi atau tulang dan nyeri otot, caranya:

Pertama, lindungi sendi dengan penahan atau penutup.

Kedua, istirahatkan sendi.

Ketiga, hindari kegiatan yang menyebabkan sakit.

Keempat, dinginkan sendi selama sekitar 15 menit beberapa kali setiap hari.

Kelima, kompres sendi menggunakan pembalut elastis.

Keenam, naikkan posisi sendi di atas posisi jantung.

Ketujuh, Anda dapat menerapkan kompres es atau penghangat untuk menenangkan otot di sekitar sendi yang akan membantu meredakan ketegangan dan mengurangi rasa sakit.

Jika Anda mengalami nyeri sedang atau beberapa nyeri sekaligus, Anda dapat meminta perawatan lainnya ke dokter. Sebelum menentukan pilihan, alangkah baiknya bila Anda membicarakan dengan dokter Anda tentang efek samping dari pengobatan, berapa lama pengobatan akan berlangsung, atau jika pengobatan dapat mengganggu obat atau suplemen yang Anda konsumsi saat ini.

Anda sebaiknya mengetahui bahwa pengobatan kadang-kadang hanya bersifat sementara, hanya menghambat rasa sakit. Jika Anda tidak mengobati penyebab yang mendasari rasa nyeri, rasa sakit bakal kembali datang.

Anda bahkan mungkin berisiko melukai sendi lebih jauh karena Anda tidak bisa merasakan sakit. Dengan demikian, sebagian besar dokter pertama kali akan mengobati penyebab yang mendasari rasa nyeri sekaligus membantu mengurangi rasa sakit.

Selain melakukan pengobatan ke dokter, terapi fisik dapat efektif untuk mendapatkan kembali fungsi sendi dan meningkatkan rentang gerak. Hal ini juga membantu untuk menstabilkan sendi dan memperkuat otot di sekitarnya.

Sebelum mengalami nyeri sendi, Anda bisa mencegah sedini mungkin. Caranya;

Pertama, jangan banyak menaruh beban pada sendi.

Kedua, meregangkan dan terlalu banyak bekerja juga menyebabkan nyeri sendi.

Ketiga, jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan dapat mengurangi beberapa tekanan pada sendi yang menyakitkan.

Keempat, lakukan diet. Cobalah dengan memulai olahraga ringan, misalnya berjalan kaki alih-alih dari berlari, untuk memperkuat sendi. Berenang dan bersepeda adalah salah satu olahraga terbaik karena keduanya memungkinkan Anda untuk melatih sendi tanpa memberikan banyak pengaruh.

Kelima, gunakan minyak berbagai produk alami minyak esensial yang mampu mencegah nyeri sendi.***

 

 

 

Most Popular

To Top