Kesehatan

Teriak & Tertawa Terlalu Keras Bisa Jadi Pemicu Penyakit Asma

ASMA memang bukan penyakit menular. Penyakit ini diidap merata oleh warga negara dunia ketiga. Tingkat kematian asma juga rendah. Tapi banyak ditemukan di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Indonesia salah satu negara dengan warga kelas menengah ke bawah yang mengidap asma.

Penyakit pernafasan ini lebih sering menyerang anak-anak. Orang dewasa yang berusia di bawah 40 tahun juga bisa mengalaminya. Asma adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran pernafasan. Peradangan ini membuat saluran pernafasan menjadi bengkak.

Akibatnya mudah sensitif. Saluran pernafasan menyempit sehingga udara yang masuk ke paru-paru jadi terbatas. Peradangan juga membuat sel di saluran pernafasan membuat lebih banyak lendir dari biasanya. Lendir ini dapat makin mempersempit saluran pernafasan dan menyulitkan menghirup udara dengan lega.

Penyebab asma tergantung pada faktor pemicunya. Asma terdiri dari banyak jenis. Umumnya meliputi asma olahraga, asma nokturnal (kambuh hanya di malam hari), asma karena pekerjaan tertentu, asma batuk dan asma alergi

Setiap pengidap asma mungkin merasakan gejala yang berbeda dengan intensitas nyeri yang berbeda pula. Bahkan, pemicu dan waktu kekambuhan gejala juga dapat berbeda-beda. Seseorang bisa saja mengalami serangan secara berkala setiap hari, hanya di malam hari, atau hanya setelah beraktivitas.

Penyakit ini paling sering dimulai pada masa kanak-kanak. Penyebabnya karena anak lahir prematur, anak lahir dengan berat badan rendah. Anak-anak yang mengidap alergi tertentu, misalnya alergi makanan atau eksim juga mengalami infeksi pernafasan atas, seperti pneumonia, bronkitis, dan lain sebagainya.

Faktor genetik juga sangat berpengaruh. Risiko anak terkena asma akan lebih tinggi jika orangtuanya memiliki riwayat penyakit asma. Anak laki-laki dan wanita dewasa adalah dua kelompok usia yang paling berisiko mengalami penyakit pernafasan. Sayangnya, sampai saat ini tidak diketahui pasti bagaimana jenis kelamin dan hormon seks memainkan peran sebagai faktor risiko asma.

Berikut beberapa tanda dan gejala asma paling khas yang perlu diwaspadai; pertama, batuk kering maupun berdahak (berlendir). Umumnya batuk cenderung akan semakin parah pada malam hari dan membuat Anda sulit untuk tidur.

Kedua, mengalami mengi. Mengi adalah suara berbunyi lirih seperti “ngik-ngik” yang terdengar setiap kali bernafas. Bunyi ini terjadi karena udara dipaksa keluar melalui saluran pernafasan yang tersumbat.

Ketiga, mengalami sesak di dada. Saluran udara yang tengah meradang dan tersumbat menyebabkan dada terasa sesak atau sakit. Dada terasa seperti ditekan atau ditindih benda yang sangat berat.

Keempat, nafas terasa sesak. Saluran udara yang meradang dan tersumbat akan membuat kesulitan bernafas. Sulit bernafas lega dapat menyebabkan perasaan gelisah.

Kelima, orang dengan kondisi ini juga bisa memunculkan gejala, seperti badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga, suara sengau, menghela nafas terus-terusan, rasa gelisah yang tidak biasa.

Penyebab pasti dari penyakit ini memang belum diketahui. Namun, saluran pernafasan dapat meradang dan menyempit ketika terpapar beberapa faktor penyebab seperti dijelaskan di atas. Prinsipnya ketika saluran udara bersentuhan dengan faktor pemicu, maka saluran tersebut akan meradang, menyempit, dan dipenuhi lendir.

Secara umum pemicu asma terkait dengan alergi. Asma dan alergi saling berkaitan satu sama lainnya. 80 persen orang dengan kondisi ini mengalami alergi. Seperti alergi debu, bulu binatang, kecoa, hingga serbuk sari. Dalam kasus yang kurang umum, alergi makanan juga bisa menyebabkan seseorang mengalami gejala penyakit pernafasan kronis ini.

Batuk terus-terusan karena flu, rhintis kronis, sinusitis atau bronkitis juga sering kali berujung pada serangan asma. Karena itu, bila Anda mengalami batuk berkepanjangan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis paru-paru.

Ternyata, aktifitas berat termasuk olahraga dapat memicu serangan asma bagi beberapa orang. Biasanya kondisi ini lebih mudah dialami oleh orang yang memang sebelumnya sudah punya riwayat penyakit ini. Meski begitu, tak menutup kemungkinan kalau orang yang tidak punya riwayat penyakit ini (termasuk atlet) justru mengalaminya hanya ketika mereka olahraga.

Paparan asap rokok, polusi udara, bahan kimia, atau debu di tempat kerja juga dapat mengganggu saluran pernafasan. Akibat reaktif terhadap zat di udara, Anda akan lebih mudah untuk mengalami penyakit peradangan saluran nafas.

Sejumlah obat-obatan seperti obat NSAID hingga obat penyakit jantung beta blocker dapat memicu serangan asma. Bahkan tak jarang, efek samping obat-obatan tersebut dapat berakibat fatal bagi orang dengan kondisi ini.

Sebuah data menyebutkan bahwa orang dengan penyakit penyakit ini dua kali lebih rentan terkena gerd ketimbang mereka yang sehat. Mayo Clinic, mengungkapkan gerd dapat membuat gejala asma memburuk dan asma dapat memperburuk gejala gerd.

Meningkatnya suhu udara, paparan alergen, posisi tidur berbaring, hingga produksi hormon tertentu pada malam hari juga dapat memicu serangan asma. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa kasus kematian akibat penyakit ini paling banyak terjadi di malam hari.

Penyebab lainnya karena bau-bauan yang kuat, udara dingin. Stres psikologis juga ternyata dapat menjadi penyebab asma. Bahkan, berteriak dan tertawa terlalu keras pun bisa memicu asma.

Asma adalah penyakit yang tak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol. Pengobatan dapat membantu meringankan gejala dan mencegah kekambuhan serangan asma di kemudian hari. Pengobatan penyakit ini ada dua jenis, yaitu obat kontrol jangka panjang dan jangka pendek.

Asma & Sinus Essential Oil Spa Essentia dapat menyembuhkan batuk kronis, infeksi jamur, hingga masalah pernafasan, mengandung anti-viral, anti bakteri dan anti inflamasi yang tinggi juga mengandung antisepik, pengurang rasa sakit, menenangkan, stimulan (menghangatkan), menghangatkan, mengurangi rasa sakit dan melegakan pernapasan, mengandung antioksidan tinggi.***

Most Popular

To Top